Tampilkan postingan dengan label humorous. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humorous. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2009

The Wisdom of Humor - 4

SOPIR TAKSI BARU
Seorang sopir taxi sedang membawa penumpangnya. Setelah berjalan sekian lama, penumpang menepuk pundak sopir taksi untuk menanyakan sesuatu. Reaksinya sungguh tak terduga. Sopir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil lain. Akhirnya ia bisa menguasai kemudi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

Sopir taxi : "Tolong, jangan sekali-sekali melakukan itu lagi," (kata sopir taksi, dengan wajah pucat dan menahan marah.)
Penumpang: "Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan Bapak."
Sopir taksi: "Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi sopir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama."
Penumpang: "Oh begitu. Terus, kok bisa kaget begitu?"
Sopir taksi: "Sebelumnya saya adalah sopir mobil jenazah."

Moral Cerita :
Jadi supaya kita tidak dianggap sebagai mayat hidup, marilah kita selalu menjaga sikap. tidak hanya didalam bertutur kata, tetapi juga saat berkikap. Semua perilaku bertindak penuh kasih, seperti Buddha Maitreya. Dengan demikian semua orang akan merasakan kebahagiaan.

Pelayan Toko Bangunan
Di sebuah toko bahan bangunan :
Pembeli : Tolong dong pakunya 1 Kg.
Pelayan : Dibungkus ya...?
Pembeli : enggak, makan di sini aja (dengan muka kesal)
Pelayan : $*%$

Moral Cerita :
Saat ditanya, jawablah sesuai dengan jawabannya.

Kemo Sabi dan Shekar
Kemo Sabi dan Shekar yang dalam perjalanan di tengah gurun, berniat bermalam di dekat sebuah Oasis. Setelah usai memasang tenda, tak berapa lama mereka langsung tertidur lelap. Beberapa jam kemudian Kemo Sabi membangunkan temannya yang sangat jujur itu. "Shekar, lihatlah ke atas dan katakan kepada saya apa yang kamu lihat ?" "Saya melihat jutaan bintang." jawab Shekar.
"Jadi, apa artinya itu ?" tanya Kemo Sabi lagi.
Shekar merenung sejenak, "Ahli ilmu falak pernah bilang kepada saya, itu adalah jutaan Galaksi yang kemungkinan besar terdiri dari milyaran planet.
Ahli nujum juga pernah bilang pada saya keadaan seperti ini berarti keberuntungan buat orang yang berbintang Leo.
Kalau menurut gelagat waktu, keadaan seperti ini berarti kira-kira jam tiga lewat seperempat menjelang pagi.
Kalau menurut orang alim itu adalah bukti kekuasaan Tuhan dan kita hanyalah sesuatu yang sangat kecil yang tak berarti di mata Tuhan.
Tetapi kalau ahli moteorologi dan geofisika menafsirkan keadaan seperti ini menandakan kemungkinan besar besok hari, harinya akan sangat cerah.
Terus, bagaimana kamu mengartikannya, Kemo Sabi ?"
Kemo Sabi geleng kepala, kemudian bilang: " Shekarrrrrrr.., kamu nggak usah cerita ke mana-mana, kalau menurutku sih, kamu sadar nggak sih, karena bisa lihat bintang-bintang di langit itu artinya TENDA KITA DICURI ORANG..!!"

Moral Cerita : Orang yang lugu polos dan jujur kadang tidak menyadari saat dirinya kehilangan dan dirugikan. Namun, sedkit sekali manusia yang bisa memiliki hati yang demikian. Buddha Maitreya adalah Maha Buddha sangat lugu dan polos. Mari kita teladani pribadi Yang Agung Maitreya, jangan tunda lagi. Ditengah gejolak dunia sekarang, tetap jaga kesucian hati kita.

Kekaguman Seorang Suami
Suatu malam Nia terbangun dan melihat suaminya sedang berdiri di sisi Boks bayi mereka.
Nia belum pernah melihat ekspresi wajah suaminya seperti itu sebelumnya. Kadang-kadang tersenyum sambil menggelengkan-gelengkan kepala,tampak kagum...,lalu seperti terharu, terus menarik nafas panjang dan seterusnya.
Diam-diam air mata menetes di kedua mata Nia. Ia tak menyangka suaminya akan mengagumi bayi mereka seperti itu.
Nia menghampiri suaminya, memeluknya dan setengah memancing bertanya,"Mas, apa sih yang Mas pikirkan?"
"Ini....., aku benar-benar nggak habis pikir, boks begini ini aja kok harganya sampai tiga juta."

Moral Cerita :
Kadang terasa berat bagi orang tua kita tapi mereka tetap merelakan demi kita anak-anaknya......

Salah Do'a
Togap dan Ucok adalah sahabat karib dari Tapanuli, merantau ke Jakarta dan mencari pekerjaan. Togap menjadi sopir metromini dan Ucok kondekturnya merangkap kernet. Mereka tak terlalu puas dengan profesi baru mereka, tetapi apa boleh buat cuma itu yang mereka dapat.
Suatu hari sewaktu ngetem Ucok curhat sama Togap, "Gap, setelah aku pikir-pikir mungkin Makku salah berdo'a. Dia berdoa, kelak bila aku besar, aku naik turun mobil, pegang duit banyak, bahhh.. itu kan pekerjaan kondektur".

Moral Cerita :
Ingin hidup lebih baik dikemudian hari ? Mari banyak menanam Karma Bajik, Karma Baik kepada semua. Dan, banyaklah 'menabung' , dengan cara banyak beramal. Beramal, terdengar seperti memberi, namun kelak semua ini akan kembali kepada diri sendiri.

Konser Menurut Anton
Seorang ibu membawa anaknya, Anton, yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak pergi nonton konser. Dalam konser yang cukup besar para penyanyi seriosa menunjukkan kebolehan masing-masing. Para hadirin yang suka dunia tarik suara juga menyaksikan dengan penuh kekaguman dan kepuasan.

Sepanjang pertunjukkan sang ibu mengamati gerak-gerik puteranya. Beliau melihat Anton menyaksikan pertunjukkan dengan begitu serius, tidak ribut, apalagi minta pulang. Terlebih kedua bola matanya yang masih polos terus menatap sang dirigen yang beraksi dengan penuh semangat. Sang ibu berpikir dalam hati, mungkin Anton berbakat jadi dirigen, masih kecil saja sudah begitu serius menatap dirigen.

Setelah sekian lama akhirnya Anton mulai buka suara,"Ma, kenapa om yang berdiri di depan itu terus dengan kayu kecil nakutin tante yang lagi nyanyi itu?"
"Om yang mana, ton? yang berdiri di tengah itu kan dirigen yang lagi kasih aba-aba kepada penyanyi. Mana ada yang nakutin tante dengan tongkat kecil?" mamanya menjawab dengan sabar.
"Itu lho ma, om itu kan lagi nakutin tante. Buktinya dia pegang tongkat kecil terus...terus... dikibas-kibas, lalu...lalu... tante dari tadi jerit-jerit terus sampai matanya melotot dan lehernya panjang-panjang ma," Anton menjelaskan dengan penuh percaya diri.
Mamanyaggrrr,mau jawab apa ya?

Moral Cerita :
Maklumi ketidakmengertian orang lain. Setiap manusia memiliki dunia pengetahuannya masing-masing, yang mungkin berbeda dengan kita. Saat kita ingin menyampaikan sesuatu, sampaikan dengan penuh kasih dan pemahaman kepada orang lain. Janganlah memaksakan dunia kita ke dalam dunia orang lain, melainkan kitalah yang harus terus belajar memahami sesama, agar kehidupan kita menjadi penuh keharmonisan.

Becak Philipina
Di Philipina, yang namanya becak tapi laen bgt sama becak disini. Becak di Philipina itu ditarik. Jadi si abang di depan, penumpang di belakang.
Buat para abang2 becak di Philipina, dikenal 1 daerah, yang konon katanya angker abis (gosipnya sih begitu). Pokoknya jarang ada org yang mao lewatin tuh jalan, jam 9-an aja biasanya udah sesepi jem 12 malem, cuma ada suara anjing2 kedinginan.

Suatu ketika, ada 1 org abang becak, yang baru pulang nganterin penumpang, dan entah gimana, jalanan balik yang biasanya dia lewatin,di-TUTUP. Akhirnya dia terpaksa lewat tuh jalan angker dengan hati yang berat. Eh pas ditengah2 dia jalan, tau2 ada 1 cewe, cantiiiiikkkkkkkk bgt, pake baju putih, rambutnya panjang, en tuh cewe wangiii abis deh. Trus tuh cewe nyetopin tu becak. Si abang yang ketakutan setengah mati, akhirnya mao juga berhenti, walopun dia udah keringet dingin, trus tuh cewe minta dianterin sampe ke ujung jalan, akhirnya tuh cewe naek.

Berhubung si abang takut setengah mampus, akhirnya dia narik becaknya sekenceng2nya, biar cepet nyampe depan maksudnya. Begitu sampe di ujung jalan, si abang berasa, kok becak gue enteng bgt, eh pas dia nengok ke belakang... DASSHH! Tuh cewe udah ilang! Makin takut aje si abang.
Besok malemnya, entah goblok entah sial, tuh abang kepaksa lewat jalan angker itu lagi, dan sekali lagi ketemu si cewe lagi.
Trus tetep kaya kemaren tuh cewe minta dianterin ke ujung jalan lagi, si abang yang udah makin takut krn kejadian kemaren makin ngebut aje bawa becaknya, eh pas lagi ngebut2 gitu, tiba2 tuh cewe nepok bahunya. Si abang kaget setengah mati, begitu dia berhenti dan nengok belakang.... si cewe bilang gini, "Bang bawa becaknya pelan2 aja, entar saya jatoh lagi kayak kemaren!"

Moral Cerita :
Berita, itu kadang benar kadang juga hanya gosip (kabar angin). Namun, tidak sedikit yang menjadi 'korban' dari kabar angin yang beredar. Hidup ini, ada bagusnya jika lebih sedikit berbicara.

Karyawan Baru
Waktu saya baru dua hari bekerja di sebuah perusahaan asing, saya sempet menelpon ke bagian dapur sambil berteriak,
"Ambilkan gue kopi...cepaat!" ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya.
"Hei bodoh... kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?"
"Tidak.. " saya menyahut.
"Saya direktur utama disini, dasar idiot. Saya pecat kamu nanti!" Nggak kalah gertak dan kalah teriak saya balas menjawab, "dan Bapak tahu siapa saya?"
"Tidak." jawab Boss saya itu.
"Syukurlah kalo gitu" kata saya cuek sambil menutup telepon.... amanlah kalo gitu...
Moral Cerita :
Belajarlah bertutur kata penuh kasih terhadap siapa pun. Dengan menghormati sesama maka kita akan menjadi terhormat karena kasih. Sekali pun terhadap pelayan, tetaplah menyuruh dengan lembut dan sopan. Engkau akan menjadi atasan yang mulia karena kasih. Bertutur kata kasar dan menyakiti sesama hanya akan menjalin jodoh buruk dan membuat hidup kita penuh rintangan. Sebaliknya bertutur kata lembut dan sopan akan mendatangkan masa depan cemerlang.

Ha...ha...ha...
Pada suatu hari ada seorang pedagang kaya yang ingin mengadakan hajatan untuk putranya.
Untuk keperluan itu ia datang ke seorang bandar ayam dan memesan 100 ekor ayam.
Pedagang kaya :
"Saya ingin memesan 100 ekor ayam untuk besok, ini alamat saya (seraya memberikan kartu namanya)."
Bandar ayam :
"Baik tuan, akan saya suruh anak buah saya untuk mengantarkan ke rumah tuan."
Sepulangnya si pedagang kaya, bandar ayam tersebut langsung memanggil seorang anak buahnya yang bernama Joni dan memberikan instruksi...
Bandar ayam :
"Joni, tolong antarkan 100 ekor ayam besok ke alamat ini (sambil memberikan kartu nama si pedagang kaya)."
Joni :
"Nganterin ayam-ayam? Beres Tuan !"

Besoknya dengan mengendarai sepeda motor si Joni pergi mengantarkan 100 ekor ayam tersebut.
50 ekor diletakkan di sebelah kanan dan sisanya 50 ekor lagi diletakkan di sebelah kiri.
Akan tetapi malangnya, di tengah perjalanan dia terjatuh dari sepeda motornya..., ayam-ayam yang dia bawa langsung lepas dan pada lari berhamburan.
Orang-orang ramai berdatangan untuk mengetahui keadaan si Joni.
Tetapi si Joni malah tertawa terbahak-bahak. Seseorang diantara orang-orang yang datang bertanya, mungkin ia merasa khawatir karena melihat si Joni yang tertawa-tawa...
Orang yg datang :
"Mas, mas nggak apa-apa kan... ? Kepalanya nggak sakit kan ?"
Joni : "Ha... ha... ha... !"
Orang yang datang : "Mas, kenapa mas ?"
Joni :
"Ha... ha... ha..., dasar ayam-ayam goblok!!, mau kemana elu pada...? (sambil menunjuk ke arah ayam-ayam yang berlari) alamatnya kan ada di gue... Hua.. ha.. ha.. ha....."
Moral Cerita :
Para ayam lari kocar-kacir menuju alamat hidup dan tak mau ikut mas joni yang akan mengantarnya ke alamat mati. Ternyata para ayam sudah membaca firasat bahwa hidup mereka tak panjang lagi, maka 100 ayam berdoa bersama. Ternyata doa para ayam dikabulkan Tuhan. Semoga semakin banyak manusia yang merelakan para ayam tetap hidup merdeka.

Ayam Jago
Ceritanya di sebuah peternakan ayam ada 25 Ayam betina dan 1 ayam jago (jantan)yang umurnya sudah tua sekali.
Karena merasa ayam jago yang tua tadi sudah melewati masa produktif-nya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si Ayam jago tua menjadi merasa tersaingi.

Si Tua : Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25, kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.
Si Muda: Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo, pokoknya semua buat aku aja.
Si Tua : Kalau begitu mendingan kita lomba saja, siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada disini.
Si Muda: Boleh saja! Mau lomba apa ?
Si Tua : Lomba lari 100 m.
Si Muda: Ok, gak masalah
Si Tua: Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu di depanmu 25m.
Si Muda: Boleh (dengan penuh keyakinan).
Lomba lari dimulai.
Ayam jago tua lari dulu 25 meter baru kemudian ayam jago muda hampir bisa nyusul ayam tua, tiba-tiba si ayam jago muda menggelepar dan mati seketika ditembak oleh pemilik.
Sambil memungut ayam muda tadi, si pemilik menggerutu "SIAL, INI AYAM JAGO-HOMO KE SEPULUH YANG AKU BELI BULAN INI. BUKAN-NYA NGEJAR BETINA, MALAH NGEJAR-NGEJAR SI JAGO JUGA"

Moral Cerita :
Kesombongan dan keserakan bisa merugikan diri sendiri. Mari kita belajar untuk lebih bisa mengalah dan tidak ingin banyak memiliki. Seperti kata pepatah :semakin sedikit yang dimiliki (berwujud) maka semakin sedikit pula kilesa"

Dokter dan Montir
Ada seorang montir yang tinggal berseberangan dengan dokter bedah jantung. Si montir ini hanya berpenghasilan sekitar 1-2 juta perbulan dari bengkel yang dimilikinya sendiri. Si dokter bedah jantung tersebut memiliki penghasilan 25-30 juta perbulan dari rumah sakit yang sama sekali bukan miliknya.

Suatu hari si montir mendengar hal tersebut dan merasa tidak terima dengan perbandingan penghasilan yang demikian besarnya. Esok paginya, dipanggillah si dokter bedah jantung tersebut ke bengkelnya si montir.

Montir: "Pak Dokter, saya tidak habis pikir bagaimana Anda bisa menghasilkan sekian puluh juta perbulan dengan hanya melakukan operasi kepada beberapa pasien saja.
Sementara saya yang melakukan operasi kepada sekian puluh mobil perbulan hanya menghasilkan sekian juta saja. Menurut saya, profesi Anda yang melakukan operasi jantung tidak berbeda dengan mesin mobil yang saya perbaiki di sini"

Dokter: "Boleh saya tahu bagaimana cara Anda melakukan operasi?"
Montir: "oh tentu . ini contohnya ." Sambil menunjuk ke mobil Benz yang mengalami kerusakan pada poros putaran di bagian dalam mesinnya. "Ini kan sama saja dengan jantung manusia ."
Dokter: "Betul ."
Montir: "Kalau saya betulkan bagian ini, maka jantung si mobil akan berfungsi normal lagi . Jadi sama saja dengan pekerjaan Pak Dokter dong???"
Dokter: (dengan nada sangat sabar) "Betul . Tapi coba Anda membetulkan mesin mobil tersebut tanpa mematikan mesinnya ."

Moral Cerita :
Ha..ha..
Jalanilah kehidupan ini dengan apa adanya. Janganlah mengharapkan hal yang bukan-bukan dan membandingkan satu sama lain. Yang akan menjadi bagian Anda selamanya akan menjadi milik Anda, namun kalau bukan bagian Anda bagaimana Anda dapat mengejarnya?

Pengalaman di WC
Ini sebuah pengalaman Udin sewaktu di WC luar negri
Entah kenapa tiba-tiba perut Udin terasa mulas. Langsung saja Udin masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi.
Belum semenit duduk, Udin denger suara bapak-bapak berkata :
"Gimana dik? Baik aja?"
Kedengarannya dari WC sebelah. Kaget juga, darimana dia tahu Udin orang Indonesia. Karena Udin nggak biasa ngobrol sama orang yang belum dikenal, maka Udin jawab aja: "Ya, baik".
Eh, dia nanya lagi :
"Sekarang gimana, sudah krasa lega?".
Wah pertanyaan macam apa itu? Ada-ada saja. Baru juga nongkrong semenit,
jadi Udin jawab sekenanya aja : "Lumayan".
Dia jawab lagi : "Sama dong....tapi saya ada masalah dikit nih".
Udin mulai curiga, lalu gantian Udin yang tanya : "Masalah apa, pak?"
Dia langsung jawab : "Iniii.....ada orang aneh di WC sebelah ikut-ikutan njawab pertanyaan saya, gimana kalo nanti saya telpon lagi? Ya....sampai nanti.....".

Moral Cerita :
Tidak semua peristiwa harus kita tanggapi dengan gegabah dan serius. Terutama peristiwa yang rasanya tidak berkaitan langsung dengan kita, sehingga kita tidak perlu terburu buru mengambil kesimpulan dalam segala hal.

Jangan Menyerah !!
Hari 1. Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal didekat rumahnya.
cadel:"bang, beli nasi goleng satu "
abang:"apa...?" (.....ngeledek.)
cadel:"Nasi Goleng!
abang:"Apaan...?(.....Ngeledek lagi.)
cadel:"Nasi Goleng!!!"
abang:"ohh nasi goleng..."
Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal, sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

Hari 2. Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi
cadel:"bang...,saya mau beli NASI GORENG,bungkus!!!"
abang:"ohh...pake apa?"
cadel:"...pake telul..." Sambil sedih...
Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telur" sampai benar.

Hari 3. Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng:
cadel:"bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR!!!Bungkus!"
abang:"ceplok atau dadar ?"
cadel:"dadal..."
Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.

Hari 4.
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
cadel:"bang...,beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!"
abang:"hebat kamu 'del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500 del."
si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya:
cadel: "bang.., kembaliannya?"
abang: "oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del?" sambil senyum ngeledek.
Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi.
Tapi akhirnya dia menjawab:"...GOPEK...!!!" Sambil tersenyum penuh kemenangan.

Moral Cerita :
INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS DGN PENUH PELJUANGAN !! JANGAN MENYELAH YACH !! MELDEKA !!

Kepala Batu
Pada suatu hari rumah pak Samiun di kampung kedatangan tamu dari kota metropolitan. Dengan tergesa-gesa pak Samiun segera memanggil anaknya, "Jo... Paijo, cepat pergi beli koka kola di warung mbok Samina."
"Beres pak," Paijo berlari keluar rumah.
Dengan senang pak Samiun menemani tamunya sambil menunggu datangnya Paijo dengan koka kola. Tunggu punya tunggu, satu jam berlalu, Paijo belum muncul. Mau suguhkan teh, kurang bergengsi rasanya. Sudahlah, tunggu sambil berdoa deh. Satu setengah jam berlalu, Paijo belum juga muncul, apa gerangan yang terjadi.
Pak Samiun jadi tak sabaran lagi. Dengan terpaksa dia mohon tamu tunggu sebentar, bergegaslah dia menyusul ke warung.
Baru keluar rumah, di gang tak jauh dari rumahnya tampak Paijo berdiri dengan koka kola di tangan. Seorang bapak setengah baya berdiri di depan Paijo, berdua berdiri berhadapan, tak ada yang mau mengalah.
"Jo,apa yang terjadi?" tanya pak Samiun.
"Ini pak, dia menutup jalanku, tentu aku pun menutup jalannya, jangan kalah dong." jawab Paijo.
"Oh begitu, cepat kamu bawa dulu koka kola untuk tamu, biar bapak yang tetap tutup jalannya di sini." kata pak Samiun sambil gantikan posisi Paijo. Berdua berdiri berhadapan di gang sempit, saling tak mau mengalah. Kasihan...

Moral Cerita :
Kasihan diri kita, seringkali menghadapi masalah dan saling tak mau mengalah. Akhirnya kedua pihak rugi bahkan hancur bersama. Kasihi diri yang keras kepala. Belajarlah mengalah dengan kasih, maka semua pihak akan bahagia karena kasih.

Sepeda Rusak
Seorang gadis cilik yang terlambat pulang ke rumah untuk makan malam segera diinterogasi oleh ibunya yang ingin tahu ke mana saja ia keluyuran sampai terlambat pulang….. Sang anak menjawab kalau dia terlambat pulang karena menolong temannya yang sepedanya rusak akibat terjatuh.
“Tapi kamu kan nggak tahu memperbaiki sepeda, lalu buat apa menunggu di sana?,” ujar ibunya.
“Aku tahu, Bu,” si anak menjawab. “Aku hanya menemaninya menangis sih….”

Moral Cerita :
Tidak banyak memang dari kita yang tahu apa-apa tentang memperbaiki sepeda. Dan ketika teman-teman kita terjatuh dan terhempas, bukan sepedanya yang rusak tetapi hidup mereka, tidak seorang pun dari kita tahu benar bagaimana mengatasinya. Kita memang tidak mampu “memperbaiki” kehidupan seseorang, sekalipun itu adalah sesuatu hal yang paling ingin kita lakukan. Tetapi seperti si gadis cilik tadi, kita bisa sejenak menemani mereka menangis. Itu hal terbaik yang bisa kita lakukan. Dan itu sudah cukup!

The Wisdom of Humor - 3

Nenek dan Kacang Mede
Ibu Mira sebagai penduduk baru di komplek rumahnya, datang ke rumah tetangga sebelahnya yang dihuni oleh satu orang nenek-nenek.
Ibu Mira : Nek, kenalin nek, saya tetangga baru nenek, nama saya Mira.
Nenek : Oh, silakan duduk...silahkan duduk.
Pas lagi ngobrol, di meja ada setoples kacang mede.
Ibu Mira : Wah nek, boleh yah saya cicipi kacang medenya .
Nenek : oh.. yah.. yah..., boleh...boleh....boleh.
Saking enaknya kacang mede tersebut, sampai habis satu toples.
Ibu Mira : wah, maaf nek, kacang medenya sampai habis nih...
Nenek : Oh, nggak apa-apa koq, nenek juga nggak bisa makan, maklum gigi nenek udah nggak kuat, Nenek kan sering dikirimin sama cucu nenek coklat silver queen, nenek hanya mampu jilatin coklatnya aja, dan kacang medenya yah itu.......
Ibu Mira (dalam hati) : iiihhh...sialaaaaaan...???!!!!!!!!!

Moral Cerita :
Dalam segala hal kita perlu cermat dan hati-hati. Karena bila tidak cermat, akhirnya kita sendiri yang harus menanggung resikonya.

Salah Ucap
Sumber : The Wisdom of Humor
Tn. Wang yang bisnisnya gagal, ditambah dengan investasi tidak menghasilkan, dengan utang yang menumpuk berpikir bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan masalahnya adalah ─ terjun dari gedung bunuh diri.
Polisi yang naik ke atas membujuknya,”Tn. Wang, kamu harus memikirkan sepasang anakmu yang pintar dan manis.”
Setelah berpikir Tn. Wang merasa ‘benar juga’, oleh karena itu dia mundur selangkah. Polisi kemudian berkata lagi,”Dan lagi, kamu tega meninggalkan kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidikmu selama 30 tahun?” Tn. Wang berpikir-pikir lagi dan merasa ‘benar juga’, oleh karena itu ia mundur lagi selangkah.
Justru pada saat itu polisi tanpa berpikir berkata, “Istri yang pengertian dan telah menikah denganmu 5 tahun, sedang menanti kepulangan Anda.”
Setelah perkataan itu, Tn.Wang tanpa berpikir panjang, dengan kecepatan bagaikan kilat, langsung terjun ke bawah.

Moral Cerita :
Terpanggil menyelamatkan seseorang apalagi menyangkut keselamatan jiwanya, merupakan wujud cinta kasih, namun di sisi lain juga dibutuhkan kearifan. Dengan berpadunya kearifan dan cinta kasih, maka akan sukses sempurna melakukan hal apapun juga.

Cemburu Buta
Ada seorang wanita yang berumur 40 menjelang 50, karena sudah tidak muda lagi sampai-sampai membuat dia tidak percaya diri lagi. Mengingat Li Hui yang sudah menikah selama 20 tahun, menyebabkannya tiap hari mencurigai suaminya mempunyai simpanan. Akhir-akhir ini, setelah suaminya pulang kerja, dia langsung memeriksa mobil suaminya, apakah ada tanda-tanda bekas peninggalan wanita lain.
Pada hari pertama, dia menemukan sehelai rambut hitam yang lembut. Dia dengan marah berkata kepada suaminya,”Saya sudah tau kamu tidak mencintai saya lagi, hari ini kamu pasti bersama-sama dengan seorang wanita muda.”
“Istriku, kamu terlalu mudah curiga.” suaminya menjelaskan dengan pasrah.
Pada hari kedua, dia menemukan sehelai rambut putih keriting. Dia dengan lebih emosi berkata terhadap suaminya,”Kamu sengaja membuatku marah, kamu mencari seorang wanita tua yang penuh dengan rambut putih.”
“Istriku, ini adalah hal yang mustahil. Kamu jangan salah paham.” suaminya segera menjelaskan.
Pada hari ketiga, Li Hui marah sampai minta cerai. Suaminya dengan bingung bertanya,”Hari ini kamu tidak menemukan sehelai rambutpun, mengapa malah lebih marah?”
Istrinya menjawab,”Saya sungguh tidak percaya, kamu ternyata begitu rendahnya sampai-sampai mencari seorang wanita botak.”

Moral Cerita :
Kadang kita tidak pernah menyadari kebiasaan maupun kepribadian kita yang tidak baik akan menimbulkan hubungan yang tidak baik dengan orang lain di sekeliling kita. Seperti cerita di atas, sebenarnya si istri yang terlalu dibawa perasaan curiganya sendiri akhirnya ingin bercerai dengan suaminya hanya karena sehelai rambut di dalam mobil. Ketika kita membaca cerita ini kita merasa sangat lucu melihat tingkah si istri terhadap suaminya, tetapi apakah kita juga menyadari kita pun sering bertingkah laku seperti itu.
Masalah kecil yang timbul kadang hanya karena sebuah perasaan curiga, iri, cemburu dan serakah akan menghancurkan suatu hubungan baik kita dengan orang-orang sekeliling kita.
Bahkan kadang hanya karena kesalah pahaman kita menyalahkan orang lain tanpa alasan. Pernahkah kita seperti itu, pikirkan sendiri!!! Ketika semuanya berlalu akhirnya yang diperoleh adalah sebuah penyesalan mengapa saya bertingkah laku bodoh seperti itu. Untuk itu maafkanlah setiap orang yang melakukan kesalahan kepada kita karena secara sengaja maupun tidak sengaja kita pun sering melukai dan berbuat kesalahan terhadap orang lain. Bukankah seperti itu???

Si Gemuk
Ada seorang ibu sering berkata sambil mencemooh terhadap anak perempuannya.
Yang paling tidak dia senangi adalah tubuh anaknya yang gemuk. Dia sering berkata kepada anaknya,”Gemuk begitu, siapa yang mau denganmu?”
Suatu hari anaknya sudah tidak tahan terhadap ejekan mamanya dan berkata mamanya,”Mama kalau ngomong begitu lagi, saya…, saya akan terjun ke laut!”
Mamanya membalas,” Tidak tahu diri kamu, begitu kamu terjun maka airnya akan naik sehingga orang lain bisa mendarat.”
Anaknya setelah mendengar begitu malah tambah marah,”Kalau begitu saya bunuh diri saja, lalu membakar diri sampai menjadi abu, biar mama tidak bisa kenali.”
Mama lalu menyahut,”Bagaimana mungkin saya tidak bisa mengenalimu? Tumpukan abu yang paling banyak itu pasti kamu.”

Moral Cerita :
Menganggap penting kata-kata yang dilontarkan orang lain terhadap kita hanya akan merugikan diri sendiri.
Buat apa ambil pusing dengan semua kata-kata tidak menyenangkan itu, meskipun memang menyakitkan tetapi disinilah kita memiliki banyak kesempatan belajar untuk mencerna kata-kata itu untuk mengembangkan kearifan kita. Berpikir positif dapat membantu kita dalam mengatasi masalah dalam hidup kita, maka kita pun terbebas dari beban yang tidak perlu.

Cantik … Cantik …!
Sumber : The Wisdom of Humor
Ada seorang nyonya yang kurang percaya diri, setiap hari ia akan memakai semua perhiasan di tubuhnya - bagaikan pohon natal saja . Dan ia selalu bertanya kepada suaminya, “Bagaimana dengan penampilanku hari ini, cantik nggak?”
Dengan tidak sabar suaminya menjawab, “Cantik …., cantik …!”
Pada suatu hari ia bertanya lagi kepada suaminya, “Kalau hari ini, cantik nggak? Sempurna nggak cantik saya? Bisa dapat nilai 10 nggak?”
Suaminya menjawab, “Kecantikanmu masih kurang sempurna, paling cuma dapat nilai 8.”
Dengan geram si istri berkata, “Di manaku yang kurang cantik, ayo coba katakan.”
Dengan jujur suaminya berkata, “Kamu sama sekali tidak memiliki kecantikan hati dan kecantikan wajah.”

Moral Cerita :
Kecantikan seseorang bukan dinilai dari segala asesoris yang dimilikinya, juga bukan dinilai dari wajahnya. Kecantikan yang sejati adalah kecantikan dan keindahan hati dan pribadi seseorang. Sekalipun wajahnya biasa-biasa saja namun memiliki hati dan pribadi yang indah, maka akan menunjukkan sikap dan perilaku yang indah dan mulia. Karena itu kita mau memilih yang mana cantik hanya di penampilan atau cantik di hati?

Parasut
Sumber : The Wisdom of Humor
Di sebuah pesawat penumpang, tiba-tiba terjadi kecelakaan di udara, pilot dengan panik mengumumkan kepada para penumpang, “Dalam waktu 5 menit pesawat akan menghentikan mesinnya, namun yang disayangkan, di atas pesawat kita berjumlah 5 orang, sedangkan parasut hanya ada 4 saja.”
Setelah selesai menyampaikan pengumuman, pilot ini langsung mengambil parasut pertama untuk menyelamatkan diri.
Penumpang pertama adalah seorang pengacara, maka pengacara ini langsung berbicara, ”Selama 20 tahun saya bersusah payah kuliah dengan kondisi keuangan yang sulit, akhirnya saya berhasil mendapatkan lisensi sebagai seorang pengacara. Karena itu saya harus pulang dalam keadaan selamat.” Selesai berbicara, pengacara langsung mengambil parasut kedua lari menyelamatkan diri.
Penumpang kedua adalah seorang pedagang, dia pun berkata, ”Masih banyak bisnis besar menungguku, karena itu saya jalan duluan.” Sama halnya dengan penumpang pertama, pedagang ini mengambil parasut ketiga dan menyelamatkan diri.
Akhirnya di atas pesawat tersisa seorang kakek tua dan seorang siswa. Kakek tua ini berkata kepada siswa ini, “Adik kecil, kakek sudah tua, tidak bisa berbuat banyak lagi untuk masyarakat, sedangkan usia kamu masih panjang, punya masa depan yang gemilang, karena itu, parasut terakhir kuberikan kepadamu saja.”
Siswa ini langsung berkata, “Kakek tua, tak perlu khawatir, kita dapat menyelamatkan diri bersama-sama, karena masih ada 2 parasut!”
Dengan wajah penuh kebingungan kakek tua ini berkata, “Jelas-jelas parasutnya sisa satu, kok bisa sisa dua???”
Siswa ini menjawab, “Tadi paman pengacara itu karena begitu tergesa-gesa, dia salah ambil, bukannya parasut, tapi tas sekolah saya.”

Moral Cerita :
Sebagai seorang manusia kita tidak boleh egois, dalam keadaan apa pun kita selalu belajar berpikir demi kebaikan orang lain. Saat diri egois, maka diri sendiri tak akan mendapatkan faedahnya. Bisa berpikir demi orang lain, maka diri sendiri akan mendapatkan berkah.

Orang Kaya vs Orang Miskin
Seorang pria , perlente , perut buncit , pakai jas , dan berkesan kaya raya. Mungkin mirip mirip bos-2 konglomerat ( teman-2 bisa membayangkan siapa ya ?) berjalan keluar dari gedung BNI 46 thamrin - yang katanya nyaris kebanjiran ya ? Pas di depan gedung , ada seorang pengemis , seumuran si pria, kurus kering, muka layu , pakaian compang camping dan penuh debu ( kalau yang ini bisa dibayangkan seperti ... bayangkan sendiri aja si pengemis begitu lihat si pria segera berkata
"Tuan kasihanin saya, minta uang 20 ribu dong " Si pria kaya berhenti , dipandangnya si pengemis sejenak lalu bertanya "Kalau saya beri 20.000 , kamu tidak akan pakai untuk minum-minum kan? "
Pengemis: " Oh tidak tuan , saya tidak suka minuman keras "
Si pria: " Juga tidak akan pakai buat berjudi ?? "
Pengemis: " Tentu tidak tuan , saya tidak suka berjudi "
Si pria: " Juga tidak di pakai main perempuan ?? "
Pengemis: " Tidak tidak , seumur umur saya nggak pernah suka main perempuan"
Pria kaya itu pikir pikir sebentar lalu berkata lagi " Gini aja , kamu ikut saya pulang , saya kenalkan sama istri saya, setelah itu kamu saya kasih 2.000.000"
si pengemis menjawab " Lho koq , buat apa tuan ? "
"Saya mau kasih lihat istri saya , kalau seorang laki laki tdk suka minum-minum , tidak suka berjudi , dan tidak suka main perempuan, hasilnya seperti kamu ini " jawab si pria kalem.

Moral Cerita :
Seseorang yang mempertahankan moralnya bisa menjadi seperti pengemis. Meski dia miskin di dunia ini tapi belum tentu dia miskin di sisi Laomu. Jadi selalulah tingkatkan moral kita demi masa depan yang cerah.

Anda juga Jamur ya?????????
Sumber : The Wisdom of Humor
Di sebuah rumah sakit jiwa, ada seorang nenek tua yang setiap hari berpakaian hitam sambil memegang sebuah payung hitam yang terbuka, lalu jongkok di depan rumah sakit jiwa.
Kemudian sang dokter berpikir, untuk menyembuhkan pasiennya, maka harus memahami pasiennya terlebih dahulu. Oleh karena itu, pada suatu hari, sang dokter juga berpakaian hitam sambil memegang sebuah payung hitam yang terbuka dan bersama-sama jongkok dengan nenek tua itu cukup lama.
Akhirnya nenek tua itu bersuara dan berkata kepada dokter: “Numpang nanya, ……apakah Anda juga jamur???????
Dokter: ????????

Moral Cerita :
Kadang kala kita punya keinginan untuk membantu orang lain, namun bantuan kita ternyata ditafsir lain oleh orang lain. Sekalipun demikian, kita tidak tidak perlu kecewa, asalkan kita mempunyai niat yang baik, teruslah berpacu. Karena itu, jangan takut untuk berbuat baik.

Sudah Tua
Tiga nenek yang sudah jompo sedang berdiskusi tentang masa tua mereka. Nenek pertama berkata, "Kadang-kadang saat sedang berdiri di depan kulkas dan memegang sebotol selai aku tidak dapat ingat apakah aku sedang mengembalikan selai itu ke dalam kulkas atau aku akan mengambilnya untuk mengolesi roti."
Nenek kedua tidak mau ketinggalan, "Wah, aku bahkan lebih parah lagi.
Kalau aku sedang berada di tengah tangga, aku jadi bingung apakah aku akan naik atau akan turun."
"Kalau begitu aku paling beruntung, soalnya aku belum pernah mengalami hal-hal seperti itu," kata nenek ketiga dengan bangganya sambil mengetuk-ngetukkan tangannya ke meja. Begitu mendengar suara ketukan tangannya di meja, tiba-tiba nenek ketiga ini berdiri dan berkata, "Eh, ada yang mengetuk pintu ... aku saja deh yang buka pintunya."

Moral Cerita :
Kita tidak pernah mau kalah dari orang lain, karena kita selalu merasa diri kita lebih baik dari orang lain.

Botak
Sumber : The Wisdom of Humor
Dalam suatu pesta perayaan, seorang kepala sersan tidak hati-hati menuangkan arak merah di atas kepala seorang jenderal yang kepalanya botak. Setelah itu kepala sersan ini kaget setengah mati, tetapi ia melihat jenderal ini hanya memegang-megang kepalanya. Kemudian sang jenderal tersenyum kepada kepala sersan ini dan berkata,”Saya sudah mencoba berbagai obat penyubur rambut, apa kamu pikir arak ini bisa menyembuhkan botak saya?”

Moral Cerita :
Bila kita memiliki kekurangan, maka sampaikanlah pada diri sendiri sebuah pandangan yang positif sehingga kita tidak menjadi minder dengan keadaan kita. Sebagai contoh orang yang botak juga ada kebaikannya, karena kepalanya botak, maka dialah orang pertama yang akan merasakan air hujan, selain itu, dia bisa hemat 3 kali pakai shampoo dibandingkan orang biasa.

Kucing Modern
Sumber : The Wisdom of Humor
Suatu hari seekor tikus dikejar oleh kucing, karena itu si tikus segera bersembunyi di dalam lubang. Setelah menunggu cukup lama, tiba-tiba dari luar terdengar suara gonggongan anjing. Mendengar itu si tikus berpikir pasti kucingnya sudah lari, karena kucing paling takut sama anjing. Akhirnya si tikus keluar dari lubang dan hap … segera ditangkap oleh kucing.
Kemudian si tikus mengangkatkan kepala melihat ke kiri dan ke kanan, mencari asal suara gonggongan anjing tadi. Melihat itu, kucing berkata kepada tikus: “Kus, tak usah cari. Sebagai kucing modern, kalau tidak menguasai dua bahasa, maka susah untuk hidup dong.
Moral Cerita :
Sebagai manusia modern, kita harus bisa berbahasa yang bijaksana dan bahasa humor agar dapat hidup beradaptasi dengan orang lain.

Ditungguin ....
Pada suatu hari, ada 3 ekor kura-kura piknik bersama. Kura-kura pertama membawa makanan, kura-kura kedua membawa minuman, sedangkan kura-kura ketiga tidak membawa apa-apa. Di dalam perjalanan tiba-tiba turun hujan deras, sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan. Kemudian timbul percakapan......
Kura-kura I : "Waduhh..... salah seorang dari kita harus kembali untuk ambil payung. Siapa nih yang pergi?"
Kura-kura II dan I saling pandang, dan sepakat menuding kura-kura III.
Kura-kura III : "Nggak mau. Saya jalannya lamban dan kembalinya pasti terlambat. Nanti makanannnya keburu kalian habisin."
Kura-kura I & II:"Nggak. Kamu pasti kita tungguin."
Kura-kura III : "Pasti ??? Kalau saya perginya 1 jam?"
Kura-kura I & II:"Pasti ditungguin."
Kura-kura III : "Kalau 3 jam ??"
Kura-kura I & II:"Pasti ditungguin"
Kura-kura III : "Kalau 1 hari ?? "
Kura-kura I & II:"Ditungguin."
Kura-kura III : "3 hari ??? "
Kura-kura I & II:"Ditungguin." Kura-Kura III : "4 hari ??? "
Kura-kura I & II:"Pasti di tunggu."
Kura-kura III : "1 minggu? "
Kura I & II : "Pasti ditunggu."
Kura-Kura III : "2 minggu?"
Kura-kura I & II:"Pasti ditunggu !!!!!!! Pokoknya kamu berangkat saja."
Dengan berat hati, akhirnya kura-kura III berangkat.
Kura-kura I & II menunggu dengan setia. Sehari, dua hari dan seminggu telah berlalu. Kura-kura III belum juga kembali. Setelah dua minggu berlalu, kura-kura I & II sudah tidak kuat menahan lapar.
Kura-kura I : "Saya sudah tidak tahan lapar. Kita makan, yukkk..."
Kura-Kura II : "Saya juga sudah hampir pingsan. Kita makan dulu yukk.."
Tiba-tiba kura-kura III muncul dari semak-semak dan berseru: "Hei !, Untung saya belum berangkat karena saya tahu kalian akan menghabisi makanannya."

Moral Cerita :
Dalam hidup ini sikap saling mempercayai sangatlah dibutuhkan. Kalaulah sudah membuat sebuah komitmen, maka kedua belah pihak harus mengindahkan komitmen yang telah dibuat.

PINTU
"Dok, belakangan ini saya sering bermimpi, mimpi ini membuat saya tersiksa.
Saya lari kencang sekali kearah pintu. Lalu saya mendorongnya dengan sekuat tenaga tetapi pintu itu tidak mau terbuka."
"Apakah pintu itu terkunci?"kata Dokter.
"Tidak"jawab si pasien.
" Atau pintu sebuah Benteng?"kata Dokternya.
" Tidak." jawab si pasien lagi.
" Pintu Otomatis barangkali ? ", kata Dokternya dengan semakin penasaran.
" Bukan, Dok, pintu itu biasa-biasa saja, cuma ada tulisannya. "
" Tulisan apa ? " tanya Dokter dengan keheranannya.
" Tarik "

Moral Cerita :
Kita seorang siswa Ketuhanan telah mendapatkan banyak bimbingan dan dharma Buddha Maitreya. Tetapi masih juga sembarangan menabrak keluar dari dharma sejati. Mari kita berpaling kembali, menjalankan ajaran Buddha Maitreya yang penuh kasih. Karena hanya Buddha Maitreya-lah yang dapat menuntun kita keluar dari keterikatan duaniawi.

Romantis
Bernie diundang kawannya makan malam.
Morris, si tuan rumah, memanggil istrinya dengan kata - kata Sayang... Manis... Cintaku...Sayangku...Kasihku... dan sebangsanya. Bernie menatap Morris dan berkata,
"Romantis sekali, setelah bertahun - tahun menikah, kau tetap memanggil istrimu dengan kata - kata itu."
Morris mengangkat bahu dan berbisik, "Sebenarnya, aku lupa namanya sejak tiga tahun lalu."

Moral Cerita :
Waktu dapat membuat kita lupa, bahkan juga lupa pada nama orang yang hidup dekat dengan kita. Namun waktu tak mampu menghapus kasih sejati dalam hati kita. Memang hanya kasih yang abadi di dunia ini.

BUKU TANPA MAKNA
Yuni masuk ke sebuah perpustakaan dan berdiri di depan seorang pegawai perpustakaan tersebut sambil berkata, "Saya mau komplain!"
"Ada apa,Nona?"
Minggu lalu aku meminjam sebuah buku dari perpustakaan ini, dan buku tersebut sangat tidak bermutu!"
"Memangnya
kenapa,Nona?" "Hurufnya kecil-kecil, tidak ada spasi, tidak ada paragrafnya, Semuanya hanya huruf-huruf, tidak ada gambar menarik, dan yang paling menyedihkan, buku itu sama sekali tidak menceritakan apapun padahal ada banyak nama orang di dalamnya!"
Petugas perpustakaan itu langsung terbelalak dan berkata, "Aha .... Jadi Andalah orang yang membawa 'buku telepon" kami yang hilang minggu lalu!"

Moral Cerita :
Malu bertanya sesat dijalan. Demikianlah pepatah orang-orang.Seorang manusia hidup di dunia dan bisa menentukan tujuan hidup adalah dengan bertanya. Segala susuatu yang belum pernah kita ketahui ada baiknya kita tanyakan dulu kepada orang lain. Dengan demikian tujuan yang kita inginkan baru tidak akan salah

The Wisdom of Humor - 2

Mentos

Seorang wartawan meliput peristiwa kecelakaan yang baru beberapa saat terjadi. Karena banyak orang yangg mengerumuni lokasi kecelakaan, wartawan ia tidak dapat menerobos untuk melihat korban dari dekat.

Ia teringat akan iklan permen Mentos. Setelah makan permen tersebut, benar saja, si wartawan langsung dapat ide.

"Minggir! Minggir semua! Saya ayah korban!" ia berseru. "Buka jalan untuk saya…" Benar saja, kerumunan itu membiarkan dia lewat. Semua mata terarah kepada wartawan tsb. Si wartawan ge-er dalam hati: "Berhasil juga, mentos emang ok!!! Ketika sampai di tengah kerumunan, ia terpana melihat... seekor anak kucing tergeletak tak berdaya!

Moral Cerita :

Sebelum tahu jelas pokok permasalahan yang terjadi jangan terlalu cepat ambil keputusan atau jadi sok tahu, akibatnya bisa berabe. Jangan terlalu gampang termakan gosip yang berkeliaran, karena itu akan merugikan kita sendiri.

Tempurung buat mama

Seorang pemuda yang sangat mengasihi ibunya, akhirnya tidak berdaya terhadap kemauan istrinya setelah menikah. Si ibu diboyong ke rumah yang baru dan ditempatkan pada pavilion yang tak nyaman.

Lama-kelamaan ibu sakit-sakitan, batuk dan penyakit tua lain mulai menggeroyoti tubuhnya. Ani istrinya takut ketularan hingga dibuatnyalah gubuk di belakang rumah yang mula-mula baik pelayanannya, tetapi lama-kelamaan pelayanan kepada ibunya semakin buruk hingga akhirnya sampai sebuah tempurung kelapa diberikan sebagai tempat makannya. Sang suami seperti acuh dan begitu sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa mengontrol keadaan si ibu yang dulu dicintainya.

Suatu hari Andi berjalan-jalan dengan orang tuanya di sebuah taman, tiba-tiba Andi melihat sebuah tempurung kelapa dekat selokan bersebelahan dengan tempat sampah yang bau. Andi spontan ingin mengambil tempurung itu. Tetapi ibunya melarang. Andi terus merengek meminta benda itu, tapi dicegah oleh kedua orang tuanya. Di tengah kebingunan, ibunya bertanya:

“Andi, buat apa tempurung kotor itu?” “Aku mau simpan buat mama!” jawab Andi dengan nada merengek.

“Haa… apa…???” Sahut kedua orang tuanya keheranan. Dengan nada merayu, Andi menjawab: “Ya buat mama nanti kalau sudah tua!” si mama bengong… seperti disambar petir layaknya.

Jadi perlu diingat apa yang diperbuat oleh orang tua akan ditiru oleh anaknya.

Moral Cerita :

Didunia selalu berlaku hukum karma. Sering kita dengar, Hukum Tuhan maha adil. Apa yang pernah kita perbuat pada orang lain dan itu pasti akan kembali kita terima suatu saat. Itulah hukum sebab-akibat. Sebagai anak tidak berbakti kepada orang tuanya kelak dia pasti akan terima balasannya, anaknya pasti juga tidak akan berbakti padanya. Maka manfaatkan hidup yang singkat ini untuk menanam karma baik. Ingat tanam benih baik akan petik buah baik, sebaliknya tanam benih buruk akan petik buah buruk pula. Jadi, kenapa kita tidak mau memilih yang baik aja???

Salah Didik

Di kelas 1 SD, Bu Guru bertanya kepada murid-muridnya,
"Siapa yang bisa berhitung?"

Si Noel mengangkat tangan. "Benar kamu bisa berhitung?"

"Bisa Bu. Ayah yang mengajari."

"Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?"

"Empat."

"Bagus. Setelah enam?"

"Tujuh."

"Setelah sembilan?"

"Sepuluh," jawab si noel. "Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar berhitung. Lalu setelah sepuluh?" tanya Bu Guru lagi.

Dengan senyum penuh keyakinan, si noel menjawab, "Jack."

Moral Cerita :

Pendidikan moral yang paling pertama kali di dapat dari seorang anak bukan berasal dari lingkungan pendidikan formal atau lingkungan sekolah, melainkan dari lingkungan keluarga. Itu dilihat bagaimana orang tua mendidik anaknya dengan cara yang benar atau justru menjerumuskan anaknya.

Menghadap Bapa di Sorga
Pak joko terbaring sakit parah di rumah sakit. Keluarganya mengundang seorang pendeta untuk mendoakannya. Pendeta itu datang dan berdiri di samping ranjangnya. Tiba-tiba kondisi Pak Joko semakin memburuk. Dengan susah payah Pak Joko memberikan kode untuk menulis di kertas dengan bolpoin.

Pendeta itu segera memenuhi permintaannya. Dengan sekuat tenaga dia berusaha menuliskan sesuatu. Setelah itu, ia menyerahkannya kepada pendeta itu. Karena harus segera mendoakan, pendeta langsung memasukkan tulisan itu kedalam saku jubahnya. Usai di doakan, Pak Joko menghadap Bapa di sorga.

Esoknya, pendeta itu memimpin upacara pemakaman. Usai berkhotbah, pendeta itu berkata,”sesaat sebelum meninggal, Pak joko menuliskan pesan terakhir. Saya yakin, pesannya ini akan menguatkan kita yang masih hidup.”

Pendeta itu merogoh saku jubahnya, mengambil kertas lalu membaca tulisannya keras-keras,”Pak pendeta, anda menginjak selang tabung oksigen saya.”

Moral Cerita :
Segala tindakan dan perbuatan kita setiap saat harus ekstra hati-hati, karena bisa membuat orang disekeliling kita terpengaruh atas sikap dan perbuatan kita. Lebih-lebih kita sebagai atasan dalam suatu lembaga ataupun suatu organisasi tertentu. Orang akan melihat kita, meniru kita bila kita adalah orang yang berada di depan dan menjadi teladan bagi orang banyak. Setiap saat selalu memperhatikan sikap sendiri, memperhatikan hal-hal yang sekecil-kecilnya untuk menghindari masalah yang besar.

Bocah Sukses Erami Telur
Tak ada rotan akar pun jadi. Ungkapan itulah yang tepat untuk menggambarkan kecerdikan akal Wang Peng. Tidak ada induk ayam, bocah laki-laki asal kota Wuhan itu mengerami sendiri terhadap 13 butir telur ayam yang dibelinya hingga menetas. Bocah berusia 9 tahun itu menggunakan kehangatan tubuhnya untuk mengerami telur-telurnya. Kejadian unik ini bermula ketika Wang sengaja membuka celengannya untuk membeli 20 butir telur ayam dan akan menetaskannya dengan ayam betina yang sudah dia pelihara di rumah.

Lantaran tidak ada induk ayam, dia terpaksa menggantikan posisi si ayam betina. Pasalnya, suatu hari ayamnya diserang anjing tetangganya dan mati. Wang tidak kehabisan akal, dia meletakkan telur-telur yang sudah dibeli dengan uang tabungannya ke dalam kotak. Setiap sepulang sekolah, dia letakkan kedua kakinya di antara telur-telur itu layaknya induk ayam yang sedang mengerami telurnya. Agar lebih hangat dan tidak mudah pecah, dia tutupi telur tersebut dengan selimut.

“Yang paling sulit adalah ketika saya tertidur. Saya tidak boleh berbalik dan terlalu banyak bergerak, takut telur-telurnya pecah, “tutur Wang.
Dia benar-benar melakukan pengeraman itu seharian. Kalau pergi sekolah, telur tersebut dibungkus rapat-rapat dengan selimut dan dimasukkan kotak agar tetap hangat. Setelah 20 hari berselang, tiba-tiba Wang dikagetkan dengan suara lembut seekor anak ayam yang perlahan keluar dari kulit telur. Dia sangat bahagia. Setelah mengerami beberapa hari, 12 telur lainnya menetas dengan selamat.

Moral Cerita :
Sebenarnya segala sesuatu di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan, asalkan sabar segalanya akan beres. Pepatah mengatakan, “Tak ada hal yang tak bisa diselesaikan oleh SABAR”. Sabar kalau bicara teori memang gampang, tapi praktek itu yang tidak gampang. Namun tetap harus dijalankan, percaya pasti bisa. Karena kita setiap orang punya Roh Suci LAOMU di dalam diri kita yang Maha Sabar.

Cacingan
Krisis moneter yang melanda negeri kita saat ini ternyata berdampak sangat kuat di suatu kampong. Bahkan badan Dunia WHO sampai harus terlibat dalam masalah yang sebenarnya sudah sangat parah tersebut.
Sementara di negeri seberang sana tim WHO sudah sibuk menganalisa penyakit apa kiranya sedang mewabah saat terjadinya resesi di Indonesia, di kampong tersebut sedang terjadi kesibukan mengumpulkan para dokter ahli guna mendeteksi penyakit yang diakibatkan krisis tersebut, yaitu Dokter Clooney dari Amerika, Dokter(tabib)Wong dari Cina, dan Dokter Jhody dari Indonesia.

Sampai pada hari yang ditentukan, pilihlah 3 orang yang sangat kurus yang dianggap paling mewakili penduduk yang menderita penyakit yang bersangkutan dan ditangani oleh masing-masing dokter. Berikut petikannya,
WHO :coba anda sebutkan pada saya, penyakit apa gerangan yg diderita oleh orang pertama? (sambil menunjuk orang no.1)
Clooney :Menurut diagnosis saya, orang ini menderita penyakit kurang gizi akibat krisis moneter.
WHO :(sambil mengangguk-ngangguk dan menorehkan pena pada note booknya) cukup ilmiah. ( lalu mengajukan pertanyaan yang sama pada orang no.2)
Wong :Diagnosis kami menyimpulkan, orang kurus dan perutnya buncit tersebut, disamping kurang gizi juga menderita cacingan.
WHO :(mengangguk-ngangguk sambil coret-coret) ilmiah dan lengkap (kemudian menunjuk orang yang no.3 dengan pertanyaan yang juga sama)
Jhody :(dengan percaya diri, sambil menunjukan temuannya) selain kurang gizi dan cacingan, masih ada satu lagi. Setelah saya analisa, cacing yang ada dalam perut orang itu ternyata sangat buncit…………
WHO : Oya? Jenis cacing apa itu? Dan apa nama penyakitnya? (sangat tertarik dengan keterangan dokter Jhody)
Jhody : cacingnya tenyata cacingan juga Mister.

Moral Cerita :
Penyakit jasmani masih bisa disembuhkan dengan obat atau dokter yang mengobati kita, tapi kalau penyakit nurani itu paling bahaya dan harus disembuhkan dengan obat nurani pula. Dan penyembuhannya butuh waktu, kesabaran, ketulusan, dan yang paling penting selalu bertobat serta setiap saat berkarya dan menanam kebajikan untuk mengimpasi dosa karma.

Tuhan lupa
Seorang nenek ketika usianya menginjak 90 tahun, tiba-tiba tidak pernah pergi ke gereja lagi. Padahal, sebelumnya dia adalah jemaat yang sangat aktif.

Karena itu pendeta mendatangi rumahnya untuk mengetahui apakah dia jatuh sakit. Rupanya nenek itu masih terlihat segar bugar.

“sudah puluhan tahun nenek selalu rajin ke gereja. Tetapi, mengapa sekarang tidak pergi lagi?” Tanya sang pendeta.

Nenek itu menegok ke kiri ke kanan lalu berbisik, “ssssssssssst …………jangan bilang siapa-siapa, ya. Ketika saya berusia 80 tahun, saya merasa Tuhan akan memanggil saya. Ternyata tidak. Kemudian saya pikir saya akan mati di usia 85 tahun. Ternyata sampai sekarang tidak juga. Saya pikir Tuhan terlalu sibuk dan sudah melupakan saya. Jadi saya tidak pergi ke gereja lagi supaya Tuhan tidak teringat lagi kepada saya.”

Moral Cerita :
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ketika kita dalam keadaan suka maupun duka Tuhan selalu menemani kita, bergembira bersama kita, menangis bersama kita. Kasih Tuhan tidak pernah pudar sepanjang masa. Kita bisa melupakan Tuhan, tapi Tuhan tidak pernah melupakan kita. Kita masih bisa bernafas berarti Tuhan masih memberikan kesempatan bagi kita untuk terus bertobat, mengimpasi dosa karma, dan melunasi ikrar. Pesan terakhir, kita datang ke dunia bukan untuk menikmati hidup, melainkan untuk mengimpasi karma dan melunasi ikrar untuk kembali pada watak asali kita yang cemerlang.

Tawar-menawar
Seorang kaya yang terkenal pelit hendak dipanggil pulang Bapa disurga. Sebelum meninggal ia memanjatkan doa. Dalam doanya ia tawar-menawar dengan Tuhan.
“Tuhan, bolehkah hamba membawa emas milik hamba? Cuma 10 kilo saja, Tuhan” pinta si orang kaya.
“Anakku, apalah artinya emas yang kau bawa dibandingkan dengan keindahan surga,”jawab Tuhan.
“Kalau begitu, bagaimana kalo 8 kilo?” tawar orang kaya.
“Anakku, keindahan surga jauh melebihi harta yang hendak kau bawa itu,” jawab Tuhan.
“Hemm…..bagaimana kalo 5 kilo saja Tuhan?”
“Baiklah, Anakku, Silakan kau bawa emas milikmu seberat 5 kilo,”jawab Tuhan bijaksana.
Tak lama berselang, si orang kaya tersebut menghembuskan nafas yang terakhir. Sesuai perjanjian dengan Tuhan, ketika masuk surga ia memboyong emas miliknya seberat 5 kilo.
Namun bukan main terkejutnya orang kaya tersebut ketika ia mengetahui bahwa semua jalan di surga tersebut terbuat dari emas yang bertabur permata. “kalau tahu begini buat apa aku capek-capek membawa emasku ini.” Gerutu si orang kaya.
Dan akhirnya memutuskan membuang emasnya dipinggir jalan. Namun perbuatannya itu sempat terlihat oleh salah seorang malaikat surga. Buru-buru sang malaikat menghampiri si orang kaya lalu menegur,”Hei jangan buang sampah sembarangan ya!!!!”

Moral Cerita :
Segala macam keindahan di dunia ini tidak akan bisa dibandingkan dengan keindahan di Nirwana. Kebahagiaan di dunia ini tidak akan bisa dibandingkan dengan kebahagiaan di Nirwana, karena semua yang ada di dunia adalah sementara. Oleh karena itu, jangan tercekat dengan segala macam fenomena di dunia ini karena dia fana adanya. Hanya keindahan dan kebahagiaan di Nirwana yang kekal abadi.Mari manfaatkan yang fana ini untuk mencapai yang sejati.

Seorang Atheist dan Seekor Beruang
Seorang Atheist sedang berjalan di tengah hutan. "Wah! Sungguh indah pohon-pohon, sungai dan binatang-binatang di sini!" katanya sambil menikmati pemandangan di sekelilingnya.

Saat sedang berjalan dipinggiran sungai, tiba-tiba ia mendengar suara dari balik semak. Seekor beruang besar setinggi 2 meter muncul menyerangnya. Dia berusaha lari, tapi malah tersandung dan tersungkur ke tanah. Pada waktu ia berusaha untuk bangun, ia melihat beruang itu sudah tepat diatasnya dengan cakarnya yang sudah siap merobek-robek.

Si Atheist kontan menjerit, "O Tuhaaannn...!!!" dan mendadak waktu berhenti. Beruang itu menjadi diam, aliran sungai terhenti dan seisi hutan menjadi sepi. Seberkas sinar muncul menerpa wajah dan suara dari langit terdengar, katanya, "Selama ini kau menentang-Ku, menghasut semua orang bahwa Aku ini tidak ada, serta menyangkal semua ciptaan-Ku. Berani-beraninya kau menyebut nama-Ku untuk minta tolong! Haruskah Aku menolongmu?"

"Mungkin terlalu munafik dan tidak adil bagi-Mu jika aku mendadak meminta untuk menganggapku orang Kristen dan langsung menolongku", jawab si Atheist, "tapi sudikah Kau menjadikan beruang ini Kristen?" Suara itupun menjawab, "Baiklah".

Sinar surgawi itupun lenyap dan seketika itu juga semua kembali seperti semula. Beruang itu masih berdiri di depan si Atheist namun tidak jadi menyerangnya, malah melipat kedua cakarnya, menundukkan kepalanya sambil berkata, "Ya Tuhan, berkatilah makanan yang sudah tersedia di depanku ini... agar menjadi kekuatan bagiku untuk memuliakan nama-Mu... Amin.."

Moral Cerita :
Janganlah sekali-kali meragukan keberadaan Tuhan. Tuhan senantiasa menemani kita baik dalam keadaan suka cita maupun duka cita. Dan ingat, Tuhan selalu memperlakukan kita secara adil. Apapun yang terjadi pada diri kita, itulah pengaturan terbaik dari Tuhan yang harus kita terima.

Bagaimana Bisa Masuk Sorga?
Seorang guru sekolah Minggu bertanya kepada anak-anak.

“Bila saya menjual rumah dan mobil saya, dan menjual semua barang milik saya dan memberikannya kepada gereja, apakah saya akan masuk sorga?”
“TIDAK!” jawab anak-anak itu.
Bila saya membersihkan gereja setiap hari, memangkas rumput di halamannya, dan membersihkan serta merapikan semuanya, apakah saya akan masuk sorga?”
Lagi, jawab mereka adalah, “TIDAK!”
“Baik, bila saya menyayangi semua binatang dan memberikan permen kepada semua anak dan mengasihi istri saya, apakah saya akan masuk sorga?”
Lagi, mereka semua menjawab, “TIDAK!”
“Jadi, bagaimana saya bisa masuk sorga?” Seorang anak berumur lima tahun berteriak, “ANDA HARUS MATI!”

Moral Cerita :
Moral Cerita : Apakah benar kita di dalam Membina Ketuhanan harus meninggalkan dunia ini baru bisa mencapai kesempurnaan? Apakah benar dengan mendapatkan Satu Petunjuk Suci Guru Sejati bisa membuat kita terbebas dari Samsara dan Tumimbar Lahir-Mati? Dibawah ayoman Firman Tuhan, jawabannya “YA”. Dan dibawah Sumpah Agung serta Maha Kasih Buddha Maitreya, Jawabannya “YA”. Dengan mendapatkan Satu Petunjuk Suci Guru Sejati, terbebaslah kita dari samsara dan tumimbar lahir-mati, dan dalam satu kehidupan membina pasti bisa mencapai kesempurnaan tanpa harus meninggalkan dunia inipun bisa mencapai Kebuddhaaan. Akhir kata semua ini kembali pada IMAN kita. PERCAYA???

Jalan ke Sorga
Seorang Pendeta tiba di suatu kota kecil untuk melakukan suatu pelayanan di sana. Ia perlu mengirimkan sebuah surat, maka ketika ia melihat si kecil Toni, ia lalu bertanya tentang arah ke kantor pos kepadanya.
Setelah menyatakan terima kasih, pendeta itu berkata, “Kalau kamu mau datang ke gereja sore ini, aku akan memberitahukan kepadamu tentang jalan menuju sorga.”
Toni menjawab, “Bagaimana mungkin Bapak tahu jalan ke sorga, sedangkan jalan ke kantor pos aja tidak tahu.”
Moral Cerita :
Segala hal sampai yang sekecil-kecilnya harus diperhatikan dengan baik, apalagi kita sebagai pemimpin yang jadi panutan bagi orang banyak. Bagaimana kita bisa menuntun orang kalau kita sendiri ragu dengan kebenaran itu.

Suaramu Merdu Sekali
Ada seekor burung gagak berdiri dengan riangnya di atas sebuah dahan pohon. Dia sudah siap menyantap makan siangnya yang lezat. Saat itu di mulutnya sudah ada makanannya. Kebetulan waktu itu, lewatlah seekor rubah di tempat itu. Begitu sang rubah melihat makanan yang lezat di mulut burung gagak itu, timbullah hati serakah untuk menyantap makanan di mulut burung gagak.

Oleh sebab itu, sang rubah mengedipkan matanya sambil berkata kepada burung gagak,”Selamat siang, nona, apa kabar?” Burung gagak melihat sang rubah sedikit pun tak bergeming.

Kemudian sang rubah berkata lagi,”Nona, bulumu cantik sekali!”Burung gagak masih tak bersuara.

Sang rubah kembali memuji burung gagak,”Nona, suaramu merdu sekali. Coba nyanyikan sebuah lagu buatku.”

Begitu mendengar pujian sang rubah, burung gagak langsung bersuara,”Wa …….”

Seketika itu juga, makanan di mulutnya jatuh ke bawah …..

Moral Cerita :
Dalam segala hal kita perlu cermat, jangan cepat percaya pada ucapan orang lain, kita harus hati-hati agar tidak gampang dibohongi. Selain itu jangan terlalu bangga akan diri sendiri. Kalaulah orang lain memuji diri kita, jadikanlah itu sebagai cermin, apakah saya memang sebaik itu. Kalaulah memang betul, bersikap wajarlah, jangan lupa diri. Sebaliknya kalau kita tidak sebaik apa yang dikatakan orang, maka kita harus berwaspada menilik diri, jangan karena pujian orang lain lalu membuat kita menjadi bangga dan angkuh yang akhirnya membuat diri sendiri semakin tersesat.

Bapa-Ku Paling Hebat
Siomi bersama teman bermainnya sedang membanggakan bapak masing-masing.
“Bapakku hebat. Dia pembuat sirup tersegar di kota ini. Mau coba?” Kata anak pertama.
“Bapakku lebih hebat. Dia pembuat anggur paling berkualitas di kota ini. Tapi kita masih anak-anak tak boleh minum!” Kata anak kedua.
“Bapa-Ku paling hebat. Dia pembuat bapamu dan bapamu. Kalian boleh memilikiNya sekarang juga.” Kata Siomi.
Moral Cerita :
Iman dan kebaikan hati yang ditanamkan sejak dini, akan berakar dengan lebih kuat di kemudian hari.

KARYA TUHAN
Seorang anak laki-laki sedang bercermin bersama ayahnya. Dia melihat bayangan wajahnya di cermin lalu menatap wajah ayahnya.
Anak itu lalu bertanya, “Apakah Tuhan menciptakan ayah?”
“Tentu saja, nak,” jawab sang ayah.
“Apakah Tuhan juga menciptakan saya?” lanjutnya.
“Betul,” jawab ayahnya terharu.
Anak itu lalu melihat lagi ke cermindan berkata, “Tampaknya Tuhan bekerja semakin baik dari hari ke hari.”
“Ha… ha… bisa saja kamu. Makanya kamu harus lebih baik dari ayah, ya nak!” Jawab Sang Ayah dengan bahagia.

Moral Cerita :
Sebagai seorang pembina, kita pun harus berjuang untuk semakin baik dari hari ke hari. Semakin dekat dengan Laomu dan Maitreya. Semakin mengenal nurani dalam diriku. Semakin terpanggil untuk berkarya dalam nurani. Betapa indah perjuangan hidup yang seperti ini. Betapa bahagia! Saudara, mari kita bangkitkan semangat, manfaatkan hidup yang terbatas ini dengan arif dan kasih. Mari kita berjuang bersama-sama!! Jia You!!! Mile Ai Nin.. Mile Ai Wo… Mile Ai Women…..

Tuhan di Mana?
Sumber : Humor Ceria
Ada dua anak yang sangat bandel. Kedua orangtuanya kewalahan mendidik mereka. Suatu hari orangtua mereka mendengar ada guru agama yang pandai mendisiplinkan anak nakal. Mereka mengundang guru itu datang ke rumah mereka.

Setelah mendengar penjelasan dari orangtua, guru agama itu ingin berbicara empat mata dengan tiap anak.
Pertama, dia berbincang dengan sang adik di dalam kamarnya.
“Tuhan ada di mana?”, tanya guru agama itu lembut. Bocah itu diam saja.
“Tuhan ada di mana?!”, tanya guru itu dengan suara lebih keras. Bocah itu diam dan wajahnya mulai pucat.
Akhirnya guru itu mulai tak sabar. Dia mengulangi pertanyaannya dengan suara yang semakin keras, “TUHAN ADA DI MANA…???”
Bocah itu terkejut. Dia malah berlari menuju kamar kakaknya sambil menangis. Sang kakak menjadi heran dan bertanya, “Apa yang terjadi, dik?”
Sang adik menyeka air matanya, lalu berkata, “Sekarang, kita mendapat masalah besar, kak! Tuhan menghilang dan mereka mengira kita yang menyembunyikannya.”

Moral Cerita :
Kenakalan seorang anak kecil tentu harus dihadapi dengan kesabaran yang panjang dan kasih yang lembut. Karena pada dasarnya jiwa mereka lembut, mereka masih lugu, seringkali tidak menyadari bila mereka sedang melakukan kesalahan di dalam proses pertumbuhan mereka. Bagaimana kita sebagai seorang dewasa yang berada di sekelilingnya, berusaha menjadi pembimbing yang arif dan kasih bagi mereka. Yaitu untuk membantu mereka bertumbuh secara benar, sehingga kelak ketika mereka beranjak menjadi dewasa pun mereka dapat menjadi seorang dewasa yang penuh pengertian dan kasih. Ini tugas kita. Karena dunia, kekurangan manusia-manusia ‘Kasih’.

Tempat Tukerin Duit Ya…
Waktu dollar sedang hot-hotnya, banyak orang yang membuat lahan tersebut menjadi bisnis sampingan.

Tidak heran pada waktu itu hampir semua money changer (penukaran uang) pada penuh semuanya, untuk berebutan nukerin dollar dengan rupiah.
Pada saat itu, seorang bapak dengan lugu memasuki money changer, ikut antri, pas di depan loket dia bilang : “Mbak mbak..., mo' nanya nih. Di sini tempat tukerin duit ya...???”
Lalu mbak tersebut bilang, “Iya, mo' tukerin berapa...? “
Si bapak bilang : " bisa tukar koin telepon nggak ? "

Moral Cerita :
Dalam meneladani pribadi Sang Maitreya - Mahakasih Lugu Polos. Mungkin selama ini kita lebih mudah untuk memberi kasih, dari pada bersikap lugu terhadap kasih yang telah kita pancarkan. Bagaimana agar kita dapat memancarkan keluguan yang pas atas kasih yang kita berikan, keluguan yang tepat pada tempatnya, sehingga dapat menbawakan kedamaian dan kenyamanan bagi orang lain, ini perjuangan! Cia You!!!

Sakit Parah
Seorang ayah hendak menyampaikan pesan terakhir untuk ketiga anaknya yang berurai air mata…
Pasien : A Hua...
A Hua : I..iiya Pih saya disini
Pasien : A Siang
A Siang : I..iiya Pih saya disini
Pasien : A Liem
A Liem : I..iiya Pih saya disini
Pasien : Lho, kalian semua di sini... siapa yang jaga toko??

Moral Cerita :
Pada saat kita ingin memperjuangkan hak kita, bersamaan dengan itu janganlah melupakan kewajiban kita… Ok?

Kompetisi Drakula
Tiga drakula berkompetisi, siapa yang paling jago. Drakula termuda dapat kesempatan duluan. Dia lari secepat kilat. 10 menit kemudian dia balik dengan muka berlumuran darah. Sambil menyeringai dia berkata, "Kalian lihat desa di seberang bukit itu?" Yang dua mengangguk, "Iya, lihat!”
“Desa itu... habiissss!! Hahahaha....” sambil ketawa garang.
Mendengar itu drakula yang paling tua panas hati... dia juga pergi sekelebat, terus 5 menit sudah balik, mukanya juga penuh cucuran darah. "Kalian lihat kota yang itu ?" katanya bangga. "Iya, lihat!", yang dua mengangguk berbarengan.
“Kota itu juga udah habiiissssss!!!!", kata yang paling tua sambil tertawa seram.
Akhirnya drakula terakhir tambah panas, nggak tahan untuk unjuk kebolehan. Dia lari sekelebat. Temannya yang dua terperanjat, soalnya belum sampai dua menit dia sudah balik, dengan penuh cucuran darah di mukanya... Temennya yang dua keselek, "Sadis amat nih drakula! Sangar amat... Cuma dua menit...". Sambil ngos-ngosan dia teriak, "Kalian lihat tiang listrik itu?" Kedua temennya sambil terkagum-kagum menjawab, “Lihat! Lihat! Lihat! Kenapa?"
"Gua kagak lihat!!!!" Jawab drakula terakhir sambil meringis nahan luka di mukanya.

Moral Cerita :
Hati manusia sekarang penuh dengan persaingan, melihat orang lain memiliki kemampuan yang lebih, kita sulit untuk menerimanya. Karena itu kita juga tak mau kalah. Dalam hati hanya berpikir bagaimana saya bisa mengalahkan orang lain, sehingga asal labrak saja tanpa memperhatikan hal-hal yang lain.

Bangun Pagi
Sumber : Ketawa Bukan Berarti Gila
Sudah dua hari Edwin marahan sama istrinya. Kalau sudah marahan begini, biasanya mereka tidak saling tegur, apalagi saling bicara. Memasuki hari kelima “marahan” mereka, Edwin tetap enggan bicara, apalagi istrinya tetap ogah ngomong. Tapi celakanya besok pagi Edwin ada janji penting. Artinya, besok dia harus bangun pagi. Padahal Edwin paling sulit bangun pagi. Karena mereka masih marahan, sedangkan besok harus bangun pagi, maka dia cari akal bagaimana caranya supaya istrinya mau membangunkannya, tapi tanpa harus berbicara dengan istrinya.

Edwin mengambil secarik kertas dan ditulisnya pesan untuk istrinya,”Besok pagi saya ada rapat, tolong bangunin jam 6!” Diletakkannya kertas itu di atas meja rias istrinya, kemudian dia langsung tidur. Ketika keesokan paginya ia bangun, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Alangkah murkanya Edwin, karena ia tidak dibangunkan istrinya. Masih dalam keadaan kecewa dan emosi, ia menghampiri meja rias istrinya. Di situ ia menemukan secarik kertas yang sudah ditulis istrinya,”Bangun … bangun, sudah jam 6 pagi!!”

Moral Cerita :
Suatu kesalahpahaman mungkin saja terjadi jika tidak adanya komunikasi. Karena itu komunikasi dua arah dan terbuka sangatlah penting untuk membangun suatu hubungan yang harmonis.

Celaka 13
Sumber : Ketawa Bukan Berarti Gila
Ada 3 orang professional peserta sebuah seminar yang bernama Edwin, Jhody, dan Wanto menginap di sebuah hotel berbintang lima. Mereka bergabung di kamar Suite mewah di lantai 75 dari 100 lantai. Setelah mengikuti seminar yang melelahkan sampai malam, mereka pulang kembali ke hotel mereka. Ternyata namanya apes, semua lift di hotel itu macet total.

Mereka sudah cukup lelah untuk menunggu lalu mereka sepakat naik menggunakan tangga darurat menuju kamar. Sambil berjalan menuju pintu tangga darurat, Edwin punya usul,”Supaya kita tidak bosan naik tangga sebegitu banyak, bagaimana kalau mulai lantai 1 sampai 25 saya akan menyanyi lagu, lalu Jhody akan menceritakan cerita yang lucu-lucu mulai lantai 26 sampai 50, dan akhirnya Wanto menceritakan mengenai cerita sedih mulai lantai 51 sampai 75.” Jhody dan Wanto,”Boleh juga daripada nanti kita bosan.”

Edwin mulai menyanyi dengan baik, …. lantai 25 sudah terlalui. Kemudian, mulailah Jhody melucu, … tidak terasa lantai 50 hampir selesai … akhirnya sampai ke lantai 51 …

Mulailah Wanto menceritakan cerita sedihnya. Wanto bilang,…”Saya mulai cerita sedih saya yang pertama saya …. yaitu ….”SAYA LUPA MEMBAWA KUNCI KAMAR KITA YANG TERTINGGAL DI MOBIL!!!!!!!!!!

Moral Cerita :
Saat melakukan sesuatu cermatilah segala sesuatu apakah sudah lengkap atau belum. Jangan sampai sudah melakukan perjalanan yang panjang, tapi karena kelalaian suatu hal akan membuat semua perjuangan di depan menjadi sia-sia.

Hati-Hati di Lift Pulang Malam
Kisah yang sangat menyeramkan dan mengerikan ini terjadi pada seorang staf laki-laki yang bekerja di lantai 12 Graha Elnusa di TB.Simatupang, Jakarta Selatan.

Tadi malam (hari Kamis, malam Jumat) beliau bekerja lembur dan terpaksa pulang agak larut malam sekitar jam 21.00 sendirian. Sampai di depan lift, dia pun menekan tombol untuk turun. Kemudian pintu lift terbuka tanpa ada siapa pun di dalammnya. Dia masuk dan menekan tombol B1 untuk menuju Basement. Tetapi entah kenapa lift ini bukannya turun melainkan terus naik ke atas. Lift berjalan terus hingga ke lantai 16 kemudian berhenti dan terbuka. Ketika pintu lift terbuka, ada seorang wanita cantik jelita dan menawan sekali tersenyum manis dan masuk ke lift.

Si staf laki-laki tersebut merasa heran …. Karena dia merasa tidak pernah melihat perempuan tersebut selama dia bekerja di gedung tersebut. Perempuan tersebut masuk dan berdiri di belakangnya. Sesaat kemudian tercium wangi bunga melati, maka dia pun bertanya-tanya dalam hati ….. siapa perempuan tersebut dan kenapa sudah malam begini belum pulang ke rumahnya. Mau disapa terasa malu, akhirnya masing-masing terdiam.

Dalam suasana hening dan sunyi itu, lift turun perlahan setingkat demi setingkat. Tapi ketika sampai pada lantai 10, tiba-tiba lampu lift padam dan lift berhenti. Seketika itu dia mencium aroma bau yang teramat busuk, yang mengganggu hidungnya. Dan bulu romanya merinding.

Dia pun langsung berkeringat dingin dan ….. sebisa-bisanya membaca ayat-ayat suci yang terlintas di kepalanya sambil memberanikan diri dan perlahan-lahan menoleh ke belakang setelah lampu lift menyala. Dan apa yang … dilihat ….? Tiba-tiba saja, perempuan yang berada di belakangnya tertawa malu ... dan berkata,”Maaf ya, Mas, saya kentut.”

Hihihihi ……. Serius banget bacanya ……

Moral Cerita : Dalam menghadapi sebuah masalah atau kejadian, jangan kita langsung berprasangka buruk, tetapi amatilah peristiwa itu terlebih dahulu sehingga kita baru bisa mengetahui kejelasan dari masalah atau kejadian itu.

Gaji Dolar
Sumber : Kiriman dari Irwan
Suatu hari ada pemuda melamar ke suatu perusahaan angkutan kota. HRD Manager : "Apabila Saudara diterima di perusahaan ini, berapa gaji yang Saudara harapkan?"
Pemuda : "Saya ingin gaji dalam US dolar saja, pak. Tidak usah terlalu tinggi, cukup 10.000 USD saja"
HRD Manager : "Boleh juga, sesuai dengan jabatan yang Saudara lamar.
Ehm ... bagaimana kalau perusahaan menawarkan lebih banyak: kami sediakan mobil Mercedes lengkap dengan supirnya, rumah di Pondok Indah dengan kolam renang, liburan setiap akhir minggu ke Bali, cuti 12 hari setiap akhir tahun ditambah bonus 12 kali gaji?"
Pemuda (dengan rasa girang campur tidak percaya): "Ah, jangan bercanda, Pak!" HRD Manager : "Lho ... kan Saudara duluan yang mengajak bercanda ... !!!"

Moral Cerita :
Jangan selalu menuntut sesuatu, sebelum kamu berintrospeksi diri .

Doa
Dua bocah kakak beradik sedang berdoa menjelang tidur. Sang adik mengadahkan tangan sambil mendongak, lalu berteriak,
"TUHAN, AKU INGIN BAJU BARU, SEPEDA BARU, DAN NINTENDO BARU!"
Keheranan, kakaknya berkata, "Kau tak perlu berteriak keras-keras untuk meminta sesuatu pada Tuhan. Tuhan tidak tuli."
Sang Adik menjawab, "Memang, tapi pendengaran ibu sudah berkurang."
Moral Cerita :
Kebanyakan manusia hanya tahu memohon dan memaksa agar permohonannya harus dikabulkan.

Siapa Penemu Benua Amerika?
Di sebuah kelas terjadi dialog antara guru dan seorang murid.
"Devi, coba buka atlas dan carilah benua Amerika!"
Devi membuka dan kemudian menunjuk dengan benar, "Ini Pak."
"Bagus sekarang jawab pertanyaanku. Siapa yang menemukan benua Amerika itu ?"
Devi bingung dan menatap wajah gurunya, lalu menjawab, "Saya, beberapa detik yang lalu..."
Moral Cerita :
Kadang kala kita menjawab pertanyaan dari orang lain, kita asal menjawab saja tetapi tidak berusaha memahami makna dari pertanyaan itu.

Tukang Pembersih di Microsoft
Seorang laki2 pengangguran melamar sebagi tukang pembersih di Microsoft.
Personalia men-test dia (membersihkan lantai) dan menginterview. Lalu dia mengatakan: "anda diterima, berikan email anda, kami akan mengirim dokumen yang diperlukan. Laki2 itu bilang bahwa dia tidak memiliki komputer dan juga email. Personalia lalu mengatakan bahwa tanpa email, laki2 tersebut tidak exist secara virtual dan tidak bisa dipekerjakan. ,p> Laki2 itu meninggalkan gedung dengan kecewa dan hanya memiliki $10 di kantong. Dia lalu pergi ke Supermarkt terdekat dan membeli 10 kg tomat. Lalu dijualnya tomat tersebut door to door dan habis dalam 2 jam. Dengan demikian dia melipat gandakan kapital nya. Lalu diulangnya aksi tersebut sebanyak 3 kali dan akhirnya memiliki uang sebanyak $160. Dengan itu dia sadar, bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara itu. Lalu dikerjakannya dengan sungguh2.

Setiap hari dia dapat melipat gandakan kapitalnya. Setelah beberapa waktu dia membeli mobil dan mendistribusikan dagangannya dengan mobil tersebut.
Dalam 5 tahun dia bisa menguasai Supermarket Chain terbesar di USA.

Dia mulai memikirkan masa depan dan ingin membuat asuransi untuk keluarganya. Dipanggilnya sales asuransi dan membicarakan rencannanya. Seusai pembicaraan sales tersebut menannyakan email laki2 tersebut. Dia menjawab lagi, bahwa dia tidak memiliki komputer dan email adress.

Sales tersebut berkata: "Aneh, anda membangun perusahaan besar, tapi tidak memiliki email. Bayangkan apa yang anda bisa perbuat jika anda memiliki komputer dan email." Laki2 itu menjawab: "Jadi tukang bersih2 di Microsoft"

Lesson 1: Internet tidak bisa menyelamatkan diri anda
Lesson 2: Kalau anda ingin kerja di Microsoft anda perlu Email address
Lesson 3: Tanpa Internet anda bisa menjadi miliarder dengan kerja keras
Lesson 4: Karena anda menerima cerita ini dengan email, kemungkinan peluang anda menjadi tukang bersih2 akan lebih besar daripada menjadi milyarder

Moral Cerita :
Kadang kala didalam membina, banyak masalah yang dapat membuat kita berhenti melangkah dan menyelesaikan masalah itu. AKan tetapi bagi orang yang dapat merubah niat dan pikirannya dengan sungguh-sungguh maka Tuhan tidak akan pernah membiarkannya berhenti. Tetapi sebaliknya akan memberikan peluang yang sangat luas untuk tetap teguh dan maju lebih dan lebih.

LUPA
Seorang kakek2 umuran 80 th masuk kedalam sebuah bar.
Setelah memesan minuman si kakek tsb menangis, yg kemudian didatangi bartender.
"Ada apa pak?" tanya bartender.
"Saya baru pulang bulan madu dengan istri saya yang baru" kata sikakek.
"lho, bukankah itu bagus, dan bapak pasti senang sekali", kata bartender.
"Saya baru saja menikahi seorang instruktur aerobik yg sangat cantik.
Hidup dengannya merupakan suatu hal yg sangat luar biasa.
Dia adalah wanita yang paling cantik didunia, dan bisa hidup berdua dengannya merupakan suatu hal yg sangat berharga dalam hidup saya" jelas si kakek sambil menangis. "Terus kenapa bapak menangis?" tanya si bartender. "SAYA TIDAK INGAT DIMANA KAMI TINGGAL"......

Moral Cerita :
Setiap Manusia memiliki dosa karma. Yang mana telah dibawa berkalpa-kalpa tahun lamanya. Akan tetapi dengan adanya pintu nurani yang telah terbuka lebar oleh cahaya terang Buddha Maitreya. Dengan membina Ketuhanan yakinlah jalan kita menuju kebahagiaan abadi akan dapat diraih. Tinggalkanlah semua kefanaan duniawi yang hanya membawa kebahagiaan fisik sementara.

The Wisdom of Humor - 1

Takut Dibakar di Neraka
Beberapa tahun yang lalu, terjadi kebakaran hutan yang melanda Bangsa Indonesia yang menelan ratusan hektar hutan ternyata mempunyai latar belakang yang sangat menarik. Suatu ketika para pengusaha kayu pernah didatangi beberapa tokoh agama, untuk memberitakan bahwa dosa mereka sangat besar karena telah merusak ekosistem dan menyengsarakan rakyat, dimana pertanian masyarakat ikut terbakar. Bahkan penduduk di beberapa Negara seperti Singapura-Malaysia ikut terganggu pernapasannya sehingga memakai masker, bahkan yang menyedihkan adalah alat transportasi ikut terganggu sehingga beberapa bahan pokok tidak terangkut ke masyarakat.

Salah seorang tokoh agama yang menyampaikan, bahwa akibat perbuatan mereka itu, Tuhan nantinya akan membakar mereka di neraka. Mendengar itu, mereka ketakutan. Mereka mencari jalan keluar agar setelah meninggal nanti, Tuhan tidak dapat membakar mereka.
Akhirnya mereka memutuskan akan menghanguskan semua kayu dan hutan yang ada di dunia ini. Jika Tuhan menghukum mereka di neraka tidak ada lagi kayu untuk membakar mereka.

Moral Cerita :
Sebenarnya benar atau tidak hukuman bakar di neraka dengan menggunakan kayu bakar? Api di Neraka jauh lebih panas dari api yang ada di dunia ini. Di dunia ini berlaku hukum karma yang tak mungkin bisa kita hindari. Kita menanamkan benih apa, maka kita akan memetik buah apa. Tidak ada yang bisa lepas dari hukum karma ini. Kita menanam binih baik, dapat buah baik. Sebaliknya, kita menanam benih buruk, buah buruk yang kita dapat. Baik buruknya hidup kita ada di tangan sendiri, tinggal mau diarahkan kemana hidup kita. Kalau sudah begitu, kenapa kita tidak memilih menanam benih baik aja, biar dapat buah baik.

Iman
Ada seorang pemuda yang saleh dan sangat beriman kepada Tuhan. Lebih beriman dari Raja Salomo. Suatu hari hujan turun dengan lebatnya, dari pagi hingga ke malam, tidak berhenti- henti.
Oleh karena kawasan rumahnya rendah, maka rumahnya mulai dibanjiri (termasuk jiran- jirannya). Air mulai memasuki rumahnya. Tak lama kemudian paras air naik hingga ke pinggang. Tiba- tiba terdengar suara dari luar rumah.
“Saudara, mari ikut kami menaiki perahu ini sebelum air naik lebih tinggi”.
“Seorang pemuda menjawab,”Saya tidak perlu sampan itu karena saya neroman kepada Tuhan. Saya pasti, Dia akan menyelamatkan saya.”

Walaupun mereka terus berkeras untuk membawa pemuda itu, tetapi dia tetap menolak. Hujan masih turun dengan lebatnya dan arus air terus naik sehingga setinggi dada. Kemudian datang petugas membawa perahu dan petugas berkata “saudara segera naik perahu ini agar saudara selamat.”

“Kemudian si pemuda berteriak saya tidak perlu perahu itu karena saya beriman kepada Tuhan. Saya pasti, dia akan selamatkan saya”.

Walapun mereka akan membawanya tetapi semua usaha gagal. Akhirnya mereka pergi. Ketika arus air semakin naik, pemuda itu menaiki bumbung rumahnya untuk menyelamatkan dirinya. Dia terus berdoa dan mempercayai bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Beberapa menit kemudian, paras air mencapai lehernya, walapun berada diatas bumbung rumahnya. Terdengar suara helikopter menghampiri pemuda itu dan juru terbangnya berkata.

“Saudara silahkan naik ke kapal dengan menaiki tangga ini bersama- sama dengan kami, supaya anda tidak mati lemas.”

Seperti tadi pemuda itu berkeras dan berkata. “Saya tidak perlu kapal itu karena saya beriman Tuhan, saya yakin dia pasti akan menyelamatkan saya.”

Juru terbang helikopter itu terus mendorong si pemuda supaya naik tapi pemuda itu terus berkeras, akhirnya juru terbang itu pergi dari tempat tersebut.
“Arus air semakin naik dan akhirnya pemuda itu meninggal dunia. Maka sampailah ia di surga. Dengan hati yang marah dia berjalan menuju ke hadapan Tuhan yesus, sambil berkata dengan suara yang kuat.
“Tuhan Yesus, sia- sia saja saya berdoa dan beriman kepadamu. Lihatlah! Saya sudah meninggal dunia. Sewaktu saya berada dalam kesusahan Engkau tidak datang menolongku.”
Dengan senyuman yang manis Tuhan Yesus menjawab
“AnakKu, anakKu. Aku sungguh mengasihimu. Aku tidak pernah membiarkanmu seorang diri. Sebenarnya aku berusaha membantu engkau. Pertama aku menghantarkan sebuah perahu tetapi kamu tidak menaikinya. Kemudian aku mengantarkan sebuah perahu lagi tapi kamu tetap tidak mau menaikinya dan akhirnya Aku mengantarkan sebuah helikopter, kamu tetap tidak menaikinya.”

Moral Cerita :
Jadi manusia jangan terlalu pintar, yang sampai akhirnya pasti akan mencelakai diri sendiri. Menyingkapi suatu peristiwa harus dengan cinta kasih dan kearifan. Kalau tidak, berarti kita yang menjerumuskan diri sendiri. Tuhan itu maha kasih, kasih Tuhan tak pernah pudar untuk selamanya. Saat ditimpa bencana, Tuhan pasti akan datang membantu kita asal kita percaya pada-NYA. Jangan pernah kita menyingkapi bantuan Tuhan dengan LOGIKA manusia, karena Tuhan tidak bisa dinalar dengan LOGIKA. Jangan pula berharap Tuhan langsung yang memberikan bantuan saat kita ditimpa bencana, itu tak mungkin! Percayalah Tuhan pasti membantu kita, karena bantuan Tuhan itu sangat halus tapi selalu menyelesaikan masalah.

Tuhan dan Tukang cukur
Seperti biasanya, seorang laki-laki,sebut saja Steve, datang ke sebuah salon untuk memotong rambut dan jenggotnya. Ia pun memulai pembicaraan yang hangat dengan tukang cukur yang melayaninya. Berbagai macam topik pun akhirnya jadi pilihan, hingga akhirnya Tuhan jadi subyek pembicaraan.

"Hai Tuan, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan tadi," ujar si tukang cukur. Mendengar ungkapan itu, Steve terkejut dan bertanya, "Mengapa anda berkata demikian?".

"Mudah saja, anda tinggal menengok ke luar jendela itu dan sadarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada.

Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? mengapa banyak anak yang terlantar?. Jika Tuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan. Tuhan apa yang mengijinkan semua itu terjadi...?" ungkapnya dengan nada yang tinggi.

Steve pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan sang tukang cukur. Namun, ia sama sekali tidak memberi respon agar argumen tersebut tidak lebih meluas lagi. Ketika sang tukang cukur selesai melakukan pekerjaannya, Steve pun berjalan keluar dari salon. Baru beberapa langkah, ia berpapasan dengan seorang laki-laki berambut panjang dan jenggotnya pun lebat. Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatnya terlihat tidak rapi.

Steve kembali masuk ke dalam salon dan kemudian berkata pada sang tukang cukur, "Seorang tukang cukur juga tidak ada!"...

Sang tukang cukur pun terkejut dengan perkataan Steve tersebut. "Bagaimana mungkin mereka tidak ada? Buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang cukur," sanggahnya.

Steve kembali berkata tegas, "Tidak, mereka tidak ada. Kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjenggot lebat seperti contohnya pria di luar itu." "Ah, anda bisa saja...Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana. Yang terjadi pada pria itu adalah bahwa dia tidak mau datang ke salon saya untuk dicukur," jawabnya tenang sambil tersenyum.

"Tepat!" tegas Steve. "Itulah poinnya. Tuhan itu ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah karena mereka tidak mau datang mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa tampak begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini...."

Moral Cerita :
Tuhan itu harus ada, dan Tuhan itu mutlak ada! Kalau tidak ada Tuhan, maka tidak ada kita pula. Kita semua adalah Anak Tuhan. Bukan cuma itu, bagian jiwa langsung dari Tuhan ada di dalam diri kita yang kita sebut sebagai Hati Nurani. Manusia bisa hidup dan eksis karena keberadaan Hatu Nurani yang menjadi pengendali atas raga kita. Walaupun raga kita sudah musnah, tapi Hati Nurani tetap eksis selamanya. Itulah Tuhan tidak pernah mengalami kemusnahan. Sekarang, Hati Nurani ada dalam diri kita berarti Tuhan ada dalam diri kita. Tinggal bagaimana kita menggali keluar Hati Nurani kita dan sering-sering memanggil Tuhan, maka Tuhan akan selalu bersama kita.

Doa Seorang Ibu
Seorang ibu yang sangat menyayangi anak laki- lakinya mendatangi seorang Dewa dan berdoa agar anaknya punya hobi balap mobil diberikan sebuah mobil balap yang canggih. Si Dewa datang dengan naik kuda dan berkata,”Pulanglah segera dan sampai di rumah nanti kamu harus memotong kerbau dan tanamlah kepala kerbau itu di belakang rumah”.

Si ibu pulang dan melakukan apa yang diperintahkan Dewa tersebut. Seminggu kemudian dia mendapatkan undian sebesar satu milyar dan segera dibelikan mobil untuk anaknya. Tetapi setelah sebulan mendapatkan mobil tersebut si anak mendapatkan kecelakaan pada suatu lomba dan akhirnya meninggal dunia. ,p> Si ibu sangat sedih dan kembali mendatangi Dewa tersebut,”Oh, Dewa dulu engkau memberikan mobil untuk anakku sehingga aku ikut bahagia, tetapi sekarang dia meninggal. Kenapa engkau tidak menjaganya, sehingga dia mengalami kecelakaan ya, Dewa?”

“Ya… ibu, bagaimana saya bisa menjaga anak ibu. Dia naik mobil canggih, sedangkan saya cuma naik kuda, bagaimana saya bisa menjaganya?” jawab Dewa tanpa rasa bersalah.

Moral Cerita :
Menyayangi anak harus dengan kearifan. Kalau tidak, akan mencelakai anak kita sendiri. Mendidik anak jangan terlalu dimanjakan karena pasti akan membuat dia tidak bisa mandiri dan mencelakai dia kelak. Kalau dosa karma sudah datang menagih, para Buddha dan para dewa tidak bisa membantu kita, hanya kita sendiri yang bisa menyelamatkan diri kita. Maka setiap saat laksanakanlah sujud nurani, tobat nurani, dan selalu beramal menanam kebajikan, hanya itu yang bisa membayar karma kita!

Si Gagap
Alkisah ada sebuah penerbit buku cerita yang susah sekali menjual buku edisi terbarunya....(emang kurang bagus sih). Sampai mereka memasang iklan untuk cari salesman/salesgirl buat bantu mereka jual buku tersebut.

Sampai suatu waktu ada orang gagap datang ke penerbitan tersebut bermaksud melamar jadi salesman. "P...Ppper..misi.....," salam si gagap ke penerima tamu. "Ada perlu apa nih pak ?" tanyanya.

"S..ss..saya....mmm..mmmau mme...lammmarrrr jj..jjadi sales pak," jawabnya terbata-bata.

"Apa kamu yakin bisa jualin buku-buku ini? Yang normal, cakep, dan cantik aja nggak gablek ngejualnya !!"

"Bbb..bb.bisa pak," jawabnya yakin banget...mantap.

"Ya udah mulai besok kamu coba jualin deh sepuluh buku dulu ya...?"

Esok harinya, ternyata nggak sampai setengah hari dia udah kembali lagi ke penerbitan untuk minta dibawain buku lagi karena kesepuluh buku tersebut habis laku terjual. Dikasih lagi lah dua puluh buku.....dan nggak sampai jam 4 sore udah balik dan laku juga semuanya.
Begitu seterusnya sampe buku tersebut menjadi best seller. "Wah kamu hebat banget ya....minggu depan akan ada malam resepsi penghormatan buat kamu dan kamu utarakan kepada tamu yang datang apa kiat kamu dalam mencapai keberhasilan ini....gimana, ok kan ?" tanya direktur penerbitan.

"T..Ttte..terim..ma kk...kasih pak," Pada saat malam resepsi tersebut sampailah waktu si gagap memberikan sambutan sambil diiringi tepuk tangan riuh para tamu yang hadir.

"Ayo dong bagi-bagi ke kita gimana sih caranya Anda berhasil ?" seru teman-temannya dari baris belakang.

"Ss...ssederha..ha...na kok, ss...saya cc..ccum...cuman... ,," belum selesai dia berbicara, "Apaan dong cepetan nih !!" potong teman-temennya lagi nggak sabar.
"Ss..sa..saya...cc..cuma..tt..ta..tanya ssaja ke cc..ccal...calon pembelinya, An...anda mmau bb...bbbeli..bu..bukk..ku ini atau...mma..mmau..ss..sss..saya bacain ?"

Moral Cerita :
Kita tidak boleh memandang rendah kepada orang yang memiliki cacat fisik dari kita. Karena belum tentu dia kurang dari kita. Dia bisa saja lebih baik dari kita, kalaulah dia berusaha memperbaiki dan mengatasi kekurangannya itu. Setiap orang punya kelemahan dan keunggulan tersendiri. Kelemahan bisa menjadi keunggulan dalam diri kita, asalkan kita mau berubah untuk memperbaikinya. Sebaliknya keunggulan bisa juga menjadi kelemahan dalam diri kita, bilamana kita menjadi takabur akan keunggulan diri sendiri.

Siapa Paling Cepat?
Sumber : The Wisdom of Humor
Tiga anak kecil sedang bermain bersama-sama, sambil bermain timbul perdebatan di antara mereka. Papa siapa yang merupakan orang tercepat?

A berkata, “Dalam 8 detik papaku bisa lari 100 meter lho.”
B berkata, “Itu tidak ada apa-apanya! Pada saat papaku memanah, dia dapat mengejar panahnya sebelum panah melesat jatuh.”
C berkata, “Saya tidak tahu papa saya termasuk cepat atau tidak. Tapi, pulang kerja di kantor jam 5, tetapi setiap hari jam 4.30 papa saya sudah tiba di rumah.”

Sama-sama Lupa
Sumber : The Wisdom of Humor
Sepasang suami istri naik kereta api berlibur ke selatan, kereta api baru mulai berjalan, ekspresi istrinya tiba-tiba berubah drastis, dan berkata, “Gawat! Saya lupa mencabut colokan setrika, kalau terjadi kebakaran gimana?”

Suaminya menenangkannya sambil berkata, “Tidak apa-apa, saya sepertinya lupa menutup kran air, jadi kalau terjadi kebakaran api juga tidak akan menyebar luas.”

Moral Cerita : Dalam mengerjakan sesuatu hal, haruslah cermat dan waspada. Janganlah mengabaikan hal-hal kecil, karena bila sering melakukan kesalahan karena menganggap itu adalah hal kecil, maka lama kelamaan akan menjadi kesalahan yang besar. Sebaliknya bila sering melakukan perbuatan baik sekalipun kecil, maka itu akan memupuk sebuah kepribadian yang mulia.

Penjahit Terhebat
Di suatu jalan Dago kota Bandung terdapat seorang penjahit yang dengan bangga memasang papan nama yang berbunyi "penjahit terhebat di kota ini". Seminggu kemudian datang lagi seorang penjahit di jalan itu, gak mao kalah dengan penjahit itu dia juga memasang papan nama yang berbunyi "penjahit terhebat di indonesia".

Lalu datang lagi seorang penjahit di jalan itu, kalo yang ini lebih tinggi hati, dia memasang papan namanya "penjahit terhebat di bumi". Penjahit yang terakhir ini lebih rendah hati, dia datang ke jalan itu dan hanya memasang papan nama "penjahit terhebat di jalan ini".

Moral Cerita :
Manusia selalu mengejar kedudukan dan tingkatan yang lebih tinggi, namun seringkali hal ini membawakan kesombongan dan menjadi lupa diri sehingga akhirnya tidak membawakan hasil. Hanya dengan selalu rendah diri barulah kita dapat benar-benar menjadi yang terbaik

Jumat, 26 Juni 2009

Just for fun

Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri.

Salah seorang malaikat berkata: "Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang di-dominasi oleh istri".

Setelah beberapa saat, malaikat memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan "suami yang mendominasi istri', yang lainnya berada dalam barisan "suami yang didominasi istri".

Melihat itu, marahlah malaikat: "Aku sangat kecewa melihatnya, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, bukan sebaliknya? Lihat pria ini, kalian harus mencontoh pria satu ini!", sambung malaikat, "Kau membuatku bangga, katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada dibarisan ini."

Pria itu berkata: "Nggak tau, tadi saya disuruh istri saya berdiri disini, nggak boleh kemana-mana."

----------- next ------>

1. Penyesalan 1 Jam : Salah naik angkot. (Kesasar, tapi setelah satu jam hati sudah tenang). 2. Penyesalan 1 hari. : Salah masak. (Nasi sudah menjadi bubur ayam) 3. Penyesalan 1 minggu : Salah makan. (Keracunan sampai masuk rumah sakit seminggu) 4. Penyesalan 1 bulan : Salah potong rambut. (Satu bulan kemudian sudah kelihatan lagi) 5. Penyesalan 1 tahun ; Tidak naik kelas. (Tahun depan baru naik kelas) 6. Penyesalan 2 tahun : Tidak naik kelas lagi (setelah tahun lalu tidak naik) 7. Penyesalan seumur hidup : Salah kawin.

---------- next ------>

Duit seratus ketemu dengan duit seratus ribuan dan terjadilah percakapan di bawah ini. Duit Seratus: "Hai, kawan kemana saja sampeyan kok lama nggak ketemu?" Duit 100 Ribuan: "Iya nih, gue akhir� ini sibuk banget, jalan� ke mall, ke luar negeri, nonton bola di Italia, ke kasino di Las Vegas, golf dan besok ini saya mau ke Swiss di Bank, enak adem di ruang penyimpanan uang di sana ketemu dengan teman� dari luar negeri."

"Eh, lalu bagaimana dengan pengalaman kamu?" tanya duit 100 ribuan pada duit seratus. "Yah, beginilah kalau jadi orang kecil, kamu tahu sendirilah... parkir, tempat ibadah, parkir, tempat ibadah

-------- next ------>

1. Kalau 5 tahun kawin, langsung punya 4 anak, itu berarti KB == Kumpul Bocah. 2. Kalau 5 tahun kawin, anak cuma satu, itu berarti KB == Kurang Bergairah. 3. Kalau sudah 5 tahun kawin, belum punya anak, itu berarti, KB == Kurang Bisa. 4. Kalau 5 tahun pacaran belum juga kawin, itu berarti, KB == Kagak Berani. 5. Kalo kagak pacaran tapi punya anak, itu berarti KB == Ketelanjuran Bunting 6. Kalo kagak punya pacar dan anak, itu berarti KB == Kayaknya BANCI ... hehehehe

PELIT Seorang bapak yang sangat pelit diajak anak tersayangnya naik heli. Awalnya dia tidak setuju karena harus bayar mahal. Tapi karena sayang sama anaknya ia pun mengikuti kemauan sang anak.

Setelah sampai di tempat heli, pilot bilang, "Naik bayar 3 juta rupiah. Kalau di dalam heli Anda bicara didenda 2 juta rupiah. Tapi kalau Anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih 3 juta rupiah." Setelah setuju dengan perjanjian itu, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik di atas.

Setelah mendarat pilot bilang ke bapak pelit tadi, "Wah Anda hebat tidak bicara sepatah katapun." Bapak itu bilang, "Sebenarnya saya mau bicara, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" kata si pilot. "Anak saya jatuh," jawabnya tanpa dosa.

GARUDA

Ceritanya, Saddam Husain pengen nakut-nakutin seluruh dunia. caranya? Dia memanggil panglimanya dan memerintahkan supaya seluruh pesawat yang ada di lapangan Baghdad dipasangin bom waktu.

Panglima : Seluruhnya pak Saddam? Saddam : Eh, Jangan. Ente ngga boleh masang bom waktu di pesawat Irak sendiri, dan juga jangan di pasang di garuda. Yang rugi kita juga. Panglima : Lah ! yang pertama Ok dah, tapi apa ruginya masang di Garuda? Apa kita takut ama mereka? Saddam : Bukan,.... soalnya Garuda suka telat . Entar meledaknya di sini juga..........

JANGAN KERAS-KERAS

Pernah Gus Dur pergi melihat pameran lukisan-lukisan Binatang. Seperti biasa dia dituntun ama ajudannya

Gus Dur : "Wah... lukisan ini apik benar. Gambar ikannya bener-bener Hidup." Ajudan : " Shtttt... jangan keras-keras Pak. Itu gambar Buaya."

Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain. Gus Dur : " Gambar Gajah ini benar-benar gagah." Ajudan : " Shtttt....ojo keras-keras Pak . Itu gambar Banteng"

Gus Dur kemudian menahan diri memberi komentar sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran, dia berseru: "Wah, sing iki apik tenan. Lukisan gorilanya begitu nyata anatominya." Ajudannya langsung tertegun dan berkata : "Shttt.... jangan keras-keras Pak. Itu cermin......."

Just for fun - 3

operasi plastik

Seorang nenek-nenek tua mendapat serangan jantung hebat ketika sedang berada di pesta dansa. Beberapa orang pahlawan segera melarikan nenek itu ke rumah sakit. Setelah berada di meja operasi, dan sedang sekarat, dia bertemu malaikat yang akan "menjemputnya". Dengan gemetar, dia bertanya, "Apakah waktu saya sudah tiba ?" Malaikat : "Mmmm...belum. Kamu masih punya 25 tahun 3 bulan 14 hari 7 jam 2 menit 42 detik lagi untuk hidup di dunia ini. Percaya gak percaya itu jawaban paling objektif untuk Anda."

Si nenek gaul seperti mendapatkan kekuatan baru untuk melewati krisis tersebut dan terbangun dari koma-nya. Setelah sembuh, dia langsung meminta dokter rumah sakit tersebut untuk mengoperasi plastik wajahnya, mengencangkan payudaranya, menghilangkan semua selulitnya, membentuk badannya, etc.etc.

Dia bertekad, meskipun ngabisin ratusan juta rupiah, asal jangan lagi menyia-nyiakan umurnya itu dengan tampang keriput lagi. Dengan kecanggihan team operasi yang dipimpin Dr.Clooney itu, berubahlah dia menjadi setingkat (beda-beda tipis) dibawah Krisdayanti. Dengan bangkah bangga, nenek gaul itu melangkah keluar rumah sakit.

Namun, kira-kira 100 meter di depan rumah sakit dia tertabrak ambulan yang lewat, dan...MATI!!! Dalam langkahnya menuju akhirat, si nenek kembali bertemu dengan malaikat yang dulu lagi, dan langsung mencak-mencak.

Nenek : "Malaikat, gimana neh???? Katanya umur saya masih panjang. Kok sekarang kayak gini, seh???"

Malaikat : "Maaf Nona, saya tidak kenal Anda....."."