Jumat, 26 Juni 2009

Kisah Sang Tikus

Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan;
"Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!"
Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah."
Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, "Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!"
"Wah, aku menyesal dengar khabar ini," si kambing menghibur dengan penuh simpati, "tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa.
Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!"

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. " Oh? sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu itu sambil ketawa.
Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.

Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya. Isteri petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa.
Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.
Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan orang yg sakit demam panas minum sup ayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahan-bahan untuk supnya itu.
Penyakit isterinya berkelanjutan sehingga teman-teman dan tetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu. Petani itupun menyembelih kambingnya untuk memberi makan para tamu itu.
Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagi orang-orang yang datang untuk pemakamannya sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat memberi makan para pelayat itu.

Moral kisah ini: Apabila kita mendengar ada seseorang yang menghadapi masalah; janganlah berpikir bahwa itu tidak ada kaitannya dengan diri kita, ingatlah bahwa sebuah perangkap tikus dapat menyebabkan seluruh 'ladang pertanian' ikut menanggung risikonya.

Ladang Pertanian Ibarat Lingkungan Kita Sehari2 Berhentilah Mementingkan Diri Sendiri Berhentilah Memikirkan Keselamatan Sendiri Karena : Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan dari baiknya. Mari kita refleksikan sifat2 yang di wakili oleh si Ayam (Cuek) , si Lembu (Menertawakan orang lain), si Kambing (Munafik) atau si Ular (Lengah hingga terperangkap) Schilage, J -------------- Bumi Laut Group, Indonesia

Just for fun

Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri.

Salah seorang malaikat berkata: "Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang di-dominasi oleh istri".

Setelah beberapa saat, malaikat memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan "suami yang mendominasi istri', yang lainnya berada dalam barisan "suami yang didominasi istri".

Melihat itu, marahlah malaikat: "Aku sangat kecewa melihatnya, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, bukan sebaliknya? Lihat pria ini, kalian harus mencontoh pria satu ini!", sambung malaikat, "Kau membuatku bangga, katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada dibarisan ini."

Pria itu berkata: "Nggak tau, tadi saya disuruh istri saya berdiri disini, nggak boleh kemana-mana."

----------- next ------>

1. Penyesalan 1 Jam : Salah naik angkot. (Kesasar, tapi setelah satu jam hati sudah tenang). 2. Penyesalan 1 hari. : Salah masak. (Nasi sudah menjadi bubur ayam) 3. Penyesalan 1 minggu : Salah makan. (Keracunan sampai masuk rumah sakit seminggu) 4. Penyesalan 1 bulan : Salah potong rambut. (Satu bulan kemudian sudah kelihatan lagi) 5. Penyesalan 1 tahun ; Tidak naik kelas. (Tahun depan baru naik kelas) 6. Penyesalan 2 tahun : Tidak naik kelas lagi (setelah tahun lalu tidak naik) 7. Penyesalan seumur hidup : Salah kawin.

---------- next ------>

Duit seratus ketemu dengan duit seratus ribuan dan terjadilah percakapan di bawah ini. Duit Seratus: "Hai, kawan kemana saja sampeyan kok lama nggak ketemu?" Duit 100 Ribuan: "Iya nih, gue akhir� ini sibuk banget, jalan� ke mall, ke luar negeri, nonton bola di Italia, ke kasino di Las Vegas, golf dan besok ini saya mau ke Swiss di Bank, enak adem di ruang penyimpanan uang di sana ketemu dengan teman� dari luar negeri."

"Eh, lalu bagaimana dengan pengalaman kamu?" tanya duit 100 ribuan pada duit seratus. "Yah, beginilah kalau jadi orang kecil, kamu tahu sendirilah... parkir, tempat ibadah, parkir, tempat ibadah

-------- next ------>

1. Kalau 5 tahun kawin, langsung punya 4 anak, itu berarti KB == Kumpul Bocah. 2. Kalau 5 tahun kawin, anak cuma satu, itu berarti KB == Kurang Bergairah. 3. Kalau sudah 5 tahun kawin, belum punya anak, itu berarti, KB == Kurang Bisa. 4. Kalau 5 tahun pacaran belum juga kawin, itu berarti, KB == Kagak Berani. 5. Kalo kagak pacaran tapi punya anak, itu berarti KB == Ketelanjuran Bunting 6. Kalo kagak punya pacar dan anak, itu berarti KB == Kayaknya BANCI ... hehehehe

PELIT Seorang bapak yang sangat pelit diajak anak tersayangnya naik heli. Awalnya dia tidak setuju karena harus bayar mahal. Tapi karena sayang sama anaknya ia pun mengikuti kemauan sang anak.

Setelah sampai di tempat heli, pilot bilang, "Naik bayar 3 juta rupiah. Kalau di dalam heli Anda bicara didenda 2 juta rupiah. Tapi kalau Anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih 3 juta rupiah." Setelah setuju dengan perjanjian itu, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik di atas.

Setelah mendarat pilot bilang ke bapak pelit tadi, "Wah Anda hebat tidak bicara sepatah katapun." Bapak itu bilang, "Sebenarnya saya mau bicara, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" kata si pilot. "Anak saya jatuh," jawabnya tanpa dosa.

GARUDA

Ceritanya, Saddam Husain pengen nakut-nakutin seluruh dunia. caranya? Dia memanggil panglimanya dan memerintahkan supaya seluruh pesawat yang ada di lapangan Baghdad dipasangin bom waktu.

Panglima : Seluruhnya pak Saddam? Saddam : Eh, Jangan. Ente ngga boleh masang bom waktu di pesawat Irak sendiri, dan juga jangan di pasang di garuda. Yang rugi kita juga. Panglima : Lah ! yang pertama Ok dah, tapi apa ruginya masang di Garuda? Apa kita takut ama mereka? Saddam : Bukan,.... soalnya Garuda suka telat . Entar meledaknya di sini juga..........

JANGAN KERAS-KERAS

Pernah Gus Dur pergi melihat pameran lukisan-lukisan Binatang. Seperti biasa dia dituntun ama ajudannya

Gus Dur : "Wah... lukisan ini apik benar. Gambar ikannya bener-bener Hidup." Ajudan : " Shtttt... jangan keras-keras Pak. Itu gambar Buaya."

Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain. Gus Dur : " Gambar Gajah ini benar-benar gagah." Ajudan : " Shtttt....ojo keras-keras Pak . Itu gambar Banteng"

Gus Dur kemudian menahan diri memberi komentar sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran, dia berseru: "Wah, sing iki apik tenan. Lukisan gorilanya begitu nyata anatominya." Ajudannya langsung tertegun dan berkata : "Shttt.... jangan keras-keras Pak. Itu cermin......."

Just for fun - 3

operasi plastik

Seorang nenek-nenek tua mendapat serangan jantung hebat ketika sedang berada di pesta dansa. Beberapa orang pahlawan segera melarikan nenek itu ke rumah sakit. Setelah berada di meja operasi, dan sedang sekarat, dia bertemu malaikat yang akan "menjemputnya". Dengan gemetar, dia bertanya, "Apakah waktu saya sudah tiba ?" Malaikat : "Mmmm...belum. Kamu masih punya 25 tahun 3 bulan 14 hari 7 jam 2 menit 42 detik lagi untuk hidup di dunia ini. Percaya gak percaya itu jawaban paling objektif untuk Anda."

Si nenek gaul seperti mendapatkan kekuatan baru untuk melewati krisis tersebut dan terbangun dari koma-nya. Setelah sembuh, dia langsung meminta dokter rumah sakit tersebut untuk mengoperasi plastik wajahnya, mengencangkan payudaranya, menghilangkan semua selulitnya, membentuk badannya, etc.etc.

Dia bertekad, meskipun ngabisin ratusan juta rupiah, asal jangan lagi menyia-nyiakan umurnya itu dengan tampang keriput lagi. Dengan kecanggihan team operasi yang dipimpin Dr.Clooney itu, berubahlah dia menjadi setingkat (beda-beda tipis) dibawah Krisdayanti. Dengan bangkah bangga, nenek gaul itu melangkah keluar rumah sakit.

Namun, kira-kira 100 meter di depan rumah sakit dia tertabrak ambulan yang lewat, dan...MATI!!! Dalam langkahnya menuju akhirat, si nenek kembali bertemu dengan malaikat yang dulu lagi, dan langsung mencak-mencak.

Nenek : "Malaikat, gimana neh???? Katanya umur saya masih panjang. Kok sekarang kayak gini, seh???"

Malaikat : "Maaf Nona, saya tidak kenal Anda....."."

Hidup

Seorang pria mendatangi Sang Master, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."

Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit." "Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat.
Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." demikian sang Master.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." pria itu menolak tawaran sang guru. "Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?" "Ya, memang saya sudah bosan hidup." "Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, "Sayang, aku mencintaimu. "Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. "Maafkan aku, sayang."

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami." Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya? Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu hidup.

Just for fun - Jin Aja Nyerah

Suatu malam, ketika sedang berjalan sepanjang pantai California, seorang pria menemukan lampu tua yang diletakkan di atas batu. Ketika ia mengambil dan menggosoknya, seorang Jin mendadak muncul.

"Baik, cukup sudah!" bentak Jin itu. "Ini keempat kalinya dalam bulan ini orang menggangguku! Aku begitu marah sampai aku hanya akan memberimu satu permintaan bukannya tiga! Jadi ayolah, ayo! Katakan apa yang kau inginkan, dan jangan membuang waktuku seharian!."

Orang itu berpikir cepat, kemudian berkata, "Yah, aku selalu bermimpi pergi ke Hawaii, tetapi aku takut terbang dan aku cenderung mabuk laut di atas kapal. Bagaimana kalau kau buatkan aku jembatan ke Hawaii? Dengan begitu, aku bisa naik mobil ke sana."

Jin itu tertawa. "Jembatan ke Hawaii?! Kau pasti bercanda? Bagaimana aku bisa mendapat penyangga yang sampai ke dasar samudera? Itu membutuhkan terlalu banyak baja, dan sangat terlalu banyak beton! itu sama sekali tidak bisa dilakukan! Pikirkan permintaan lain!" Kecewa, pria itu berusaha keras untuk memikirkan permintaan lain.

Akhirnya ia berkata, "Baiklah, aku punya keinginan lain. Semua wanita dalam hidupku berkata aku tidak peka. Aku berusaha dan berusaha untuk menyenangkan mereka, tetapi tidak ada yang berhasil. Aku tidak tahu di mana kesalahanku. Satu permintaanku adalah untuk mengerti wanita... tahu bagaimana sebenarnya perasaan mereka ketika mereka membisu padaku... tahu mengapa mereka menangis ... tahu apa yang mereka inginkan ketika mereka tidak memberitahu aku apa yang sebenarnya mereka inginkan... aku ingin tahu apa yang membuat mereka benar2 bahagia."

Sunyi sejenak, kemudian Jin itu berkata, "Kau mau jembatan itu berjalur dua atau empat?"