Jumat, 26 Juni 2009

"Harga sebuah Mukjizat".

Sally baru berumur 8 tahun, saat ia mendengar ayah dan ibunya berbicara tentang adiknya, Georgi, yang sedang sakit keras dan mereka telah melakukan segala cara sebatas kemampuan untuk mengobatinya. Hanya tinggal operasi yang sangat, sangat mahal yang dapat membantu adiknya dan itu sangat sukar karena keterbatasan keuangan keluarga Sally. Sally mendengar ayahnya berbisik dengan putus asa, " Hanya tinggal mukjizat yang dapat menyelamatkan Georgi".

Sally kembali keruang tidurnya dan mengambil tabungan dari tempat ia menyembunyikannya. Ia mengeluarkan semua uang receh yang ada dan menghitungnya dengan seksama. Tiga kali ia menghitung. Jumlahnya harus benar2 tepat. Tidak bisa ada kemungkinan berbuat salah. Membungkus uang receh itu dalam sapu tangannya, lalu ia menyelinap keluar dari rumah dan menuju keapotik terdekat. Sally menunggu dengan sabar sampai apotheker dapat memberi perhatian padanya, tetapi apotheker sedang sibuk bicara dengan seorang yang perlente, dia itu tidak mau direpotkan oleh seorang anak umur 8 tahun.

Sally menggesekkan kakinya dilantai serta berdehem beberapa kali untuk menarik perhatian, tidak ada hasilnya. Lalu ia mengambil sekeping uang receh dari bungkusan sapu tanggan dan memukulkannya pada kounter kaca. Tindakan itu berhasil. "Dan apa yang kaukehendaki?", apotheker itu bertanya dengan nada suara yang tinggi karena merasa terganggu. "Aku hendak berbicara dengan Bapak mengenai saudaraku," jawab Sally dengan nada suara yang juga tinggi. 'Saudaraku sakit ....... dan aku mau membeli suatu mukjizat." "Maafkan aku," kata apotheker itu. "Ayahku berkata hanya sebuah mukjizat yang dapat menyelamatkan adikku sekarang ini....... maka berapa harga sebuah mukjizat?".

"Disini kami tidak menjual mukjizat, gadis kecil. Aku tidak dapat membantumu." "Dengar, aku mempunyai uang untuk membayarnya. Hanya katakan saja padaku berapa harga mukjizat itu." Orang perlente itu membungkuk dan bertanya,"Apa mukjizat yang dibutuhkan adikmu itu?" "Aku tidak tahu,"jawab Sally. Sebutir air mata mulai mengalir dari matanya. 'Aku hanya tahu adikku sakit keras dan ibu mengatakan dia perlu dioperasi. Tetapi keluargaku tidak mampu untuk membiayainya .......... tetapi aku mempunyai uangku sendiri." "Berapa uang yang kaumiliki ?", tanya orang perlente itu. "Satu dollar dan sebelas sen," jawab Sally dengan bangga. "Dan itu adalah semuanya yang kumiliki didunia ini." "Tentu, ini suatu kebetulan," jawab orang perlente sambil tersenyum.

"Satu dollar dan sebelas sen ....... harga yang tepat untuk sebuah mukjizat untuk menolong seorang adik." Ia mengambil uang Sally dengan satu tangan, sambil tangan lain menggapai tangan Sally sambil berkata "Bawalah aku kerumahmu. Aku ingin melihat adikmu dan berjumpa dengan kedua orang tuamu."

Orang perlente itu adalah Dr. Carlton Armstrong, ahli bedah yang ternama dan mengkhususkan diri dalam penyakit Georgi. Operasi dilakukan tanpa biaya dan tidak lama kemudian Georgi pulang kembali kerumah dan berangsur mulai sembuh. Ayah dan ibu Sally berbicara dengan bahagia tentang rangkaian peristiwa2 sehingga itu semua terjadi. "Operasi itu,'" bisik ibu."Bagaikan mukjizat. Aku sebenarnya ingin tahu berapa biaya operasi itu sesungguhnya".

Sally tersenyum sendiri. Ia mengetahui berapa harga sebuah mukjizat ....... satu dollar dan sebelas sen ..... ditambah iman seorang gadis kecil.

Disadur dari : "Faith is: A Fantastic Adventure In Trusting Him"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar