Jumat, 26 Juni 2009

Just for fun

Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri.

Salah seorang malaikat berkata: "Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang di-dominasi oleh istri".

Setelah beberapa saat, malaikat memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan "suami yang mendominasi istri', yang lainnya berada dalam barisan "suami yang didominasi istri".

Melihat itu, marahlah malaikat: "Aku sangat kecewa melihatnya, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, bukan sebaliknya? Lihat pria ini, kalian harus mencontoh pria satu ini!", sambung malaikat, "Kau membuatku bangga, katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada dibarisan ini."

Pria itu berkata: "Nggak tau, tadi saya disuruh istri saya berdiri disini, nggak boleh kemana-mana."

----------- next ------>

1. Penyesalan 1 Jam : Salah naik angkot. (Kesasar, tapi setelah satu jam hati sudah tenang). 2. Penyesalan 1 hari. : Salah masak. (Nasi sudah menjadi bubur ayam) 3. Penyesalan 1 minggu : Salah makan. (Keracunan sampai masuk rumah sakit seminggu) 4. Penyesalan 1 bulan : Salah potong rambut. (Satu bulan kemudian sudah kelihatan lagi) 5. Penyesalan 1 tahun ; Tidak naik kelas. (Tahun depan baru naik kelas) 6. Penyesalan 2 tahun : Tidak naik kelas lagi (setelah tahun lalu tidak naik) 7. Penyesalan seumur hidup : Salah kawin.

---------- next ------>

Duit seratus ketemu dengan duit seratus ribuan dan terjadilah percakapan di bawah ini. Duit Seratus: "Hai, kawan kemana saja sampeyan kok lama nggak ketemu?" Duit 100 Ribuan: "Iya nih, gue akhir� ini sibuk banget, jalan� ke mall, ke luar negeri, nonton bola di Italia, ke kasino di Las Vegas, golf dan besok ini saya mau ke Swiss di Bank, enak adem di ruang penyimpanan uang di sana ketemu dengan teman� dari luar negeri."

"Eh, lalu bagaimana dengan pengalaman kamu?" tanya duit 100 ribuan pada duit seratus. "Yah, beginilah kalau jadi orang kecil, kamu tahu sendirilah... parkir, tempat ibadah, parkir, tempat ibadah

-------- next ------>

1. Kalau 5 tahun kawin, langsung punya 4 anak, itu berarti KB == Kumpul Bocah. 2. Kalau 5 tahun kawin, anak cuma satu, itu berarti KB == Kurang Bergairah. 3. Kalau sudah 5 tahun kawin, belum punya anak, itu berarti, KB == Kurang Bisa. 4. Kalau 5 tahun pacaran belum juga kawin, itu berarti, KB == Kagak Berani. 5. Kalo kagak pacaran tapi punya anak, itu berarti KB == Ketelanjuran Bunting 6. Kalo kagak punya pacar dan anak, itu berarti KB == Kayaknya BANCI ... hehehehe

PELIT Seorang bapak yang sangat pelit diajak anak tersayangnya naik heli. Awalnya dia tidak setuju karena harus bayar mahal. Tapi karena sayang sama anaknya ia pun mengikuti kemauan sang anak.

Setelah sampai di tempat heli, pilot bilang, "Naik bayar 3 juta rupiah. Kalau di dalam heli Anda bicara didenda 2 juta rupiah. Tapi kalau Anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih 3 juta rupiah." Setelah setuju dengan perjanjian itu, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik di atas.

Setelah mendarat pilot bilang ke bapak pelit tadi, "Wah Anda hebat tidak bicara sepatah katapun." Bapak itu bilang, "Sebenarnya saya mau bicara, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" kata si pilot. "Anak saya jatuh," jawabnya tanpa dosa.

GARUDA

Ceritanya, Saddam Husain pengen nakut-nakutin seluruh dunia. caranya? Dia memanggil panglimanya dan memerintahkan supaya seluruh pesawat yang ada di lapangan Baghdad dipasangin bom waktu.

Panglima : Seluruhnya pak Saddam? Saddam : Eh, Jangan. Ente ngga boleh masang bom waktu di pesawat Irak sendiri, dan juga jangan di pasang di garuda. Yang rugi kita juga. Panglima : Lah ! yang pertama Ok dah, tapi apa ruginya masang di Garuda? Apa kita takut ama mereka? Saddam : Bukan,.... soalnya Garuda suka telat . Entar meledaknya di sini juga..........

JANGAN KERAS-KERAS

Pernah Gus Dur pergi melihat pameran lukisan-lukisan Binatang. Seperti biasa dia dituntun ama ajudannya

Gus Dur : "Wah... lukisan ini apik benar. Gambar ikannya bener-bener Hidup." Ajudan : " Shtttt... jangan keras-keras Pak. Itu gambar Buaya."

Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain. Gus Dur : " Gambar Gajah ini benar-benar gagah." Ajudan : " Shtttt....ojo keras-keras Pak . Itu gambar Banteng"

Gus Dur kemudian menahan diri memberi komentar sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran, dia berseru: "Wah, sing iki apik tenan. Lukisan gorilanya begitu nyata anatominya." Ajudannya langsung tertegun dan berkata : "Shttt.... jangan keras-keras Pak. Itu cermin......."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar