Minggu, 24 Mei 2009

38 Korban KM Mutiara Masih Dicari

Kecelakaan terbakar dan tenggelamnya Kapal Motor (KM) Mutiara Indah II di perairan Tanjung Siapiapi, Sumatera Utara, Senin (24/2) dini hari, diperkirakan menelan korban jiwa 69 orang. Tapi sampai kemarin, korban meninggal yang tenggelam, baru ditemukan 29 orang. Artinya, kemungkinan masih tersisa 38 orang penumpang kapal naas tersebut yang masih belum diketahui nasibnya.

Tim SAR gabungan yang melibatkan Satpolairud dan Adpel Tanjungbalai, memperkiarakan, korban yang belum ditemukan itu bisa jadi dibawa ombak atau dimangsa binatang laut. Tapi diharapkan, mereka selamat dengan berenang ke daratan.

Mayat terakhir didapat pada Rabu (26/2) siang, yaitu seorang wanita yang ditaksir berusia sekitar 45 tahun. ‘’Kini mayatnya dalam perjalanan untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Tanjungbalai untuk visumnya,'’ kata Ipda Rayadin, petugas Pos Satpolairud Tanjungbalai kepada Republika, kemarin.

Sebelumnya, pada hari yang sama, tim SAR juga menemukan satu mayat lainnya. Dengan demikian, jumlah korban tewas yang telah ditemukan sejak Senin (24/2), sebanyak 29 orang.

Korban tewas itu terdiri dari empat wanita dan 25 laki-laki. Korban tewas yang ditemukan terakhir dan berhasil diidentifikasi yaitu Mula Simanjuntak (50), Makmur Silaban, Elvi Nasution (35), Dani Nurdiana (31), Edy Mulyono, Ramli Sibuea (ABK), Rusli (24), dan Mastijen Lumbanraja (23).

Di samping itu, terdapat 60 orang selamat dan 10 luka-luka. Mereka berhasil dievakuasi oleh kehadiran KM Sumber Wijaya sebelum KM Mutiara Indah II tenggelam.

Soal jumlah korban, diakui petugas tim SAR, masih belum bisa dipastikan. Pasalnya, jumlah penumpang yang diangkut KM Mutiara Indah II pada Senin (24/2) dini hari yang naas itu, masih simpang siur. Kapal tersebut berlayar dari pelabuhan kecil di Tanjung Leidong, kabupaten Labuanbatu, menuju Tanjungbalai.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam manifes kesahbandaran, KM Mutiara Indah II waktu itu hanya membawa penumpang 61 orang. Tapi ternyata kapal penumpang dengan bobot 122 GT buatan tahun 2001 itu, diperkirakan dijejali 150-180 orang.

Sementara itu, para keluarga penumpang yang melaporkan kehilangan sanak familinya, juga terus bertambah. Hal ini menambah keyakinan bahwa jumlah korban jauh lebih besar dari yang tercantum di manifes.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Amrin Karim, meyakini, kecelakaan KM Mutiara Indah karena kelebihan muatan. Selain dijelali lebih 100 manusia, juga akibat tumpukan 371 karung padi, 80 keranjang besar ikan asin, 700 kg ikan segar dalam tujuh peti, dan tiga uni sepeda motor.

Sebagian dari muatan barang itu menutupi ruang kamar mesin. Inilah yang membuat mesin panas dan terbakar, lalu tenggelam.

Dari pantau Republika, sepanjang hari kemarin aparat masih terus melakukan pencarian di sekitar perairan tempat KM Mutriara Indah II mengalami kecelakaan. Pencarian menggunakan 13 kapal Satpolairud dan Adpel Tanjungbalai.

Kapolres Asahan, AKBP Umar Septono, mengaku Tim SAR tidak bisa bekerja optimal karena alat pendukungnya tidak maksimal. Mestinya, menurut dia, pencarian korban menggunakan kapal selam dan pesawat udara. Dengan demikian cakupan bisa lebih luas.

Tim SAR juga mendapatkan kendala alam yang cukup berat, seperti cuaca buruk dan ombak besar. Jika malam tiba, alat penerang yang mereka miliki kurang mampu menembus kegelapan sampai jarak pandang cukup jauh.

Polisi mengamankan enam anak buah kapal (ABK) KM Mutiara Indah II untuk mempertanggungjawabkan kecelakaan itu. Keenam ABK yang kini ditahan di Polsek Tanjungbalai itu masing-masing Effendi Simatupang (nakhoda), Rendi Purba (kamar mesin), Jasman Sirait, Yusuf Manulang, Monang Sinaga, dan Ulong. Satu lagi bernama Ramli, belum tertangkap. Sumber : (nin/ant) Republika Online, Medan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar