Minggu, 24 Mei 2009

Masyarakat Tanjung Leidong Temukan 30 Imigran Irak dan Afghanistan Tanjung Balai, (Analisa)

Masyarakat Kelurahan Tanjung Leidong Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) menemukan sebanyak 30 imigran gelap asal Irak dan Afghanistan yang berkeliaran di tengah kampung sesaat setelah diturunkan agen penumpang gelap di pinggir pantai, Senin (18/5) Informasi diperoleh di Kantor Imigrasi Tanjung Balai, Jumat (22/5) menyebutkan imigran gelap asal negara Timur Tengah itu ditemukan warga ketika kebingungan mencari jalan ke luar dari Desa Tanjung Leidong. Imigran itu diduga telah diantarkan sindikat agen gelap yang membawa mereka dari Malaysia menggunakan perahu nelayan. Para agen gelap memilih menurunkan imigran di Kabupaten Labura agar tidak tertangkap petugas keamanan laut dan lokasinya juga di sekitar hutan bakau yang jauh dari pemukiman penduduk. Namun imigran yang berjalan tanpa pemandu kesasar masuk ke Desa Tanjung Leidong, hingga ditemukan warga setempat. Setelah diamankan dan diidentifikasi di kantor kecamatan Kualuh Ledong akhirnya sekumpulan imigran gelap itu diserahkan ke kantor imigrasi Tanjung Balai Asahan. “Kami menerima laporan dari Camat Kualuh Leidong Drs H Syofyan Yusna MSi, warganya menemukan sebanyak 30 Imigran gelap asal Irak dan Afghanistan dan mereka melimpahkannya kepada kita secara resmi dengan aksi penjemputan petugas imigrasi ke lokasi penemuan,”ungkap Kakan Imigrasi Tanjung Balai melalui pejabat Wasdakim Agus Herianto. Menurut Kakan Imigrasi, 30 imigran gelap ini sudah berada di ruang karantina imigrasi menunggu proses selanjutnya yang telah ditangani pihak IOM dan UNHCR. Berdasarkan keterangan, imigran ini eksodus dari negerinya untuk menyelamatkan diri dari konflik bersenjata yang sedang berkecamuk. Tujuan para imigran, negara Australia sebagai tempat mencari suaka . Namun untuk sampai ke negeri Kanguru itu, mereka harus melalui jalur perjalanan yang panjang yakni melewati India, Malaysia dan Indonesia sebagai negera transit. “Perang yang terjadi di dua negara timur tengah itu menjadi alasan utama para imigran meninggalkan negara dan untuk mencapai negara tujuan itu, mereka menggunakan jalur perjalanan gelap hingga banyak yang terdampar di pantai dan pulau pulau Indonesia” katanya Sementara itu, salah seorang imigran gelap asal Irak yang diwawancarai petugas Imigrasi dalam bahasa Inggris mengatakan, mereka sampai ke Indonesia setelah melampaui beberapa negara dan menggunakan kapal kapal nelayan dan kapal kargo. Bahkan pertemuan Imigran Irak dan Afghanistan terjadi ketika agen gelap di Malaysia menaikkan penumpangnya ke dalam satu perahu neyalan untuk samapi di Indonesia. “Kami tidak peduli bila kami harus tewas saat menuju Australia, sebab bertahan di negeri yang dilanda perang juga tidak menjamin keselamatan jiwa, kami berharap PBB dan masyarakat Indonesia membantu upaya kami mencapai tujuan kami itu” tutur salah satu imigran gelap Irak.(gsp)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar