Jumat, 28 Agustus 2009

The Wisdom of Humor - 2

Mentos

Seorang wartawan meliput peristiwa kecelakaan yang baru beberapa saat terjadi. Karena banyak orang yangg mengerumuni lokasi kecelakaan, wartawan ia tidak dapat menerobos untuk melihat korban dari dekat.

Ia teringat akan iklan permen Mentos. Setelah makan permen tersebut, benar saja, si wartawan langsung dapat ide.

"Minggir! Minggir semua! Saya ayah korban!" ia berseru. "Buka jalan untuk saya…" Benar saja, kerumunan itu membiarkan dia lewat. Semua mata terarah kepada wartawan tsb. Si wartawan ge-er dalam hati: "Berhasil juga, mentos emang ok!!! Ketika sampai di tengah kerumunan, ia terpana melihat... seekor anak kucing tergeletak tak berdaya!

Moral Cerita :

Sebelum tahu jelas pokok permasalahan yang terjadi jangan terlalu cepat ambil keputusan atau jadi sok tahu, akibatnya bisa berabe. Jangan terlalu gampang termakan gosip yang berkeliaran, karena itu akan merugikan kita sendiri.

Tempurung buat mama

Seorang pemuda yang sangat mengasihi ibunya, akhirnya tidak berdaya terhadap kemauan istrinya setelah menikah. Si ibu diboyong ke rumah yang baru dan ditempatkan pada pavilion yang tak nyaman.

Lama-kelamaan ibu sakit-sakitan, batuk dan penyakit tua lain mulai menggeroyoti tubuhnya. Ani istrinya takut ketularan hingga dibuatnyalah gubuk di belakang rumah yang mula-mula baik pelayanannya, tetapi lama-kelamaan pelayanan kepada ibunya semakin buruk hingga akhirnya sampai sebuah tempurung kelapa diberikan sebagai tempat makannya. Sang suami seperti acuh dan begitu sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa mengontrol keadaan si ibu yang dulu dicintainya.

Suatu hari Andi berjalan-jalan dengan orang tuanya di sebuah taman, tiba-tiba Andi melihat sebuah tempurung kelapa dekat selokan bersebelahan dengan tempat sampah yang bau. Andi spontan ingin mengambil tempurung itu. Tetapi ibunya melarang. Andi terus merengek meminta benda itu, tapi dicegah oleh kedua orang tuanya. Di tengah kebingunan, ibunya bertanya:

“Andi, buat apa tempurung kotor itu?” “Aku mau simpan buat mama!” jawab Andi dengan nada merengek.

“Haa… apa…???” Sahut kedua orang tuanya keheranan. Dengan nada merayu, Andi menjawab: “Ya buat mama nanti kalau sudah tua!” si mama bengong… seperti disambar petir layaknya.

Jadi perlu diingat apa yang diperbuat oleh orang tua akan ditiru oleh anaknya.

Moral Cerita :

Didunia selalu berlaku hukum karma. Sering kita dengar, Hukum Tuhan maha adil. Apa yang pernah kita perbuat pada orang lain dan itu pasti akan kembali kita terima suatu saat. Itulah hukum sebab-akibat. Sebagai anak tidak berbakti kepada orang tuanya kelak dia pasti akan terima balasannya, anaknya pasti juga tidak akan berbakti padanya. Maka manfaatkan hidup yang singkat ini untuk menanam karma baik. Ingat tanam benih baik akan petik buah baik, sebaliknya tanam benih buruk akan petik buah buruk pula. Jadi, kenapa kita tidak mau memilih yang baik aja???

Salah Didik

Di kelas 1 SD, Bu Guru bertanya kepada murid-muridnya,
"Siapa yang bisa berhitung?"

Si Noel mengangkat tangan. "Benar kamu bisa berhitung?"

"Bisa Bu. Ayah yang mengajari."

"Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?"

"Empat."

"Bagus. Setelah enam?"

"Tujuh."

"Setelah sembilan?"

"Sepuluh," jawab si noel. "Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar berhitung. Lalu setelah sepuluh?" tanya Bu Guru lagi.

Dengan senyum penuh keyakinan, si noel menjawab, "Jack."

Moral Cerita :

Pendidikan moral yang paling pertama kali di dapat dari seorang anak bukan berasal dari lingkungan pendidikan formal atau lingkungan sekolah, melainkan dari lingkungan keluarga. Itu dilihat bagaimana orang tua mendidik anaknya dengan cara yang benar atau justru menjerumuskan anaknya.

Menghadap Bapa di Sorga
Pak joko terbaring sakit parah di rumah sakit. Keluarganya mengundang seorang pendeta untuk mendoakannya. Pendeta itu datang dan berdiri di samping ranjangnya. Tiba-tiba kondisi Pak Joko semakin memburuk. Dengan susah payah Pak Joko memberikan kode untuk menulis di kertas dengan bolpoin.

Pendeta itu segera memenuhi permintaannya. Dengan sekuat tenaga dia berusaha menuliskan sesuatu. Setelah itu, ia menyerahkannya kepada pendeta itu. Karena harus segera mendoakan, pendeta langsung memasukkan tulisan itu kedalam saku jubahnya. Usai di doakan, Pak Joko menghadap Bapa di sorga.

Esoknya, pendeta itu memimpin upacara pemakaman. Usai berkhotbah, pendeta itu berkata,”sesaat sebelum meninggal, Pak joko menuliskan pesan terakhir. Saya yakin, pesannya ini akan menguatkan kita yang masih hidup.”

Pendeta itu merogoh saku jubahnya, mengambil kertas lalu membaca tulisannya keras-keras,”Pak pendeta, anda menginjak selang tabung oksigen saya.”

Moral Cerita :
Segala tindakan dan perbuatan kita setiap saat harus ekstra hati-hati, karena bisa membuat orang disekeliling kita terpengaruh atas sikap dan perbuatan kita. Lebih-lebih kita sebagai atasan dalam suatu lembaga ataupun suatu organisasi tertentu. Orang akan melihat kita, meniru kita bila kita adalah orang yang berada di depan dan menjadi teladan bagi orang banyak. Setiap saat selalu memperhatikan sikap sendiri, memperhatikan hal-hal yang sekecil-kecilnya untuk menghindari masalah yang besar.

Bocah Sukses Erami Telur
Tak ada rotan akar pun jadi. Ungkapan itulah yang tepat untuk menggambarkan kecerdikan akal Wang Peng. Tidak ada induk ayam, bocah laki-laki asal kota Wuhan itu mengerami sendiri terhadap 13 butir telur ayam yang dibelinya hingga menetas. Bocah berusia 9 tahun itu menggunakan kehangatan tubuhnya untuk mengerami telur-telurnya. Kejadian unik ini bermula ketika Wang sengaja membuka celengannya untuk membeli 20 butir telur ayam dan akan menetaskannya dengan ayam betina yang sudah dia pelihara di rumah.

Lantaran tidak ada induk ayam, dia terpaksa menggantikan posisi si ayam betina. Pasalnya, suatu hari ayamnya diserang anjing tetangganya dan mati. Wang tidak kehabisan akal, dia meletakkan telur-telur yang sudah dibeli dengan uang tabungannya ke dalam kotak. Setiap sepulang sekolah, dia letakkan kedua kakinya di antara telur-telur itu layaknya induk ayam yang sedang mengerami telurnya. Agar lebih hangat dan tidak mudah pecah, dia tutupi telur tersebut dengan selimut.

“Yang paling sulit adalah ketika saya tertidur. Saya tidak boleh berbalik dan terlalu banyak bergerak, takut telur-telurnya pecah, “tutur Wang.
Dia benar-benar melakukan pengeraman itu seharian. Kalau pergi sekolah, telur tersebut dibungkus rapat-rapat dengan selimut dan dimasukkan kotak agar tetap hangat. Setelah 20 hari berselang, tiba-tiba Wang dikagetkan dengan suara lembut seekor anak ayam yang perlahan keluar dari kulit telur. Dia sangat bahagia. Setelah mengerami beberapa hari, 12 telur lainnya menetas dengan selamat.

Moral Cerita :
Sebenarnya segala sesuatu di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan, asalkan sabar segalanya akan beres. Pepatah mengatakan, “Tak ada hal yang tak bisa diselesaikan oleh SABAR”. Sabar kalau bicara teori memang gampang, tapi praktek itu yang tidak gampang. Namun tetap harus dijalankan, percaya pasti bisa. Karena kita setiap orang punya Roh Suci LAOMU di dalam diri kita yang Maha Sabar.

Cacingan
Krisis moneter yang melanda negeri kita saat ini ternyata berdampak sangat kuat di suatu kampong. Bahkan badan Dunia WHO sampai harus terlibat dalam masalah yang sebenarnya sudah sangat parah tersebut.
Sementara di negeri seberang sana tim WHO sudah sibuk menganalisa penyakit apa kiranya sedang mewabah saat terjadinya resesi di Indonesia, di kampong tersebut sedang terjadi kesibukan mengumpulkan para dokter ahli guna mendeteksi penyakit yang diakibatkan krisis tersebut, yaitu Dokter Clooney dari Amerika, Dokter(tabib)Wong dari Cina, dan Dokter Jhody dari Indonesia.

Sampai pada hari yang ditentukan, pilihlah 3 orang yang sangat kurus yang dianggap paling mewakili penduduk yang menderita penyakit yang bersangkutan dan ditangani oleh masing-masing dokter. Berikut petikannya,
WHO :coba anda sebutkan pada saya, penyakit apa gerangan yg diderita oleh orang pertama? (sambil menunjuk orang no.1)
Clooney :Menurut diagnosis saya, orang ini menderita penyakit kurang gizi akibat krisis moneter.
WHO :(sambil mengangguk-ngangguk dan menorehkan pena pada note booknya) cukup ilmiah. ( lalu mengajukan pertanyaan yang sama pada orang no.2)
Wong :Diagnosis kami menyimpulkan, orang kurus dan perutnya buncit tersebut, disamping kurang gizi juga menderita cacingan.
WHO :(mengangguk-ngangguk sambil coret-coret) ilmiah dan lengkap (kemudian menunjuk orang yang no.3 dengan pertanyaan yang juga sama)
Jhody :(dengan percaya diri, sambil menunjukan temuannya) selain kurang gizi dan cacingan, masih ada satu lagi. Setelah saya analisa, cacing yang ada dalam perut orang itu ternyata sangat buncit…………
WHO : Oya? Jenis cacing apa itu? Dan apa nama penyakitnya? (sangat tertarik dengan keterangan dokter Jhody)
Jhody : cacingnya tenyata cacingan juga Mister.

Moral Cerita :
Penyakit jasmani masih bisa disembuhkan dengan obat atau dokter yang mengobati kita, tapi kalau penyakit nurani itu paling bahaya dan harus disembuhkan dengan obat nurani pula. Dan penyembuhannya butuh waktu, kesabaran, ketulusan, dan yang paling penting selalu bertobat serta setiap saat berkarya dan menanam kebajikan untuk mengimpasi dosa karma.

Tuhan lupa
Seorang nenek ketika usianya menginjak 90 tahun, tiba-tiba tidak pernah pergi ke gereja lagi. Padahal, sebelumnya dia adalah jemaat yang sangat aktif.

Karena itu pendeta mendatangi rumahnya untuk mengetahui apakah dia jatuh sakit. Rupanya nenek itu masih terlihat segar bugar.

“sudah puluhan tahun nenek selalu rajin ke gereja. Tetapi, mengapa sekarang tidak pergi lagi?” Tanya sang pendeta.

Nenek itu menegok ke kiri ke kanan lalu berbisik, “ssssssssssst …………jangan bilang siapa-siapa, ya. Ketika saya berusia 80 tahun, saya merasa Tuhan akan memanggil saya. Ternyata tidak. Kemudian saya pikir saya akan mati di usia 85 tahun. Ternyata sampai sekarang tidak juga. Saya pikir Tuhan terlalu sibuk dan sudah melupakan saya. Jadi saya tidak pergi ke gereja lagi supaya Tuhan tidak teringat lagi kepada saya.”

Moral Cerita :
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ketika kita dalam keadaan suka maupun duka Tuhan selalu menemani kita, bergembira bersama kita, menangis bersama kita. Kasih Tuhan tidak pernah pudar sepanjang masa. Kita bisa melupakan Tuhan, tapi Tuhan tidak pernah melupakan kita. Kita masih bisa bernafas berarti Tuhan masih memberikan kesempatan bagi kita untuk terus bertobat, mengimpasi dosa karma, dan melunasi ikrar. Pesan terakhir, kita datang ke dunia bukan untuk menikmati hidup, melainkan untuk mengimpasi karma dan melunasi ikrar untuk kembali pada watak asali kita yang cemerlang.

Tawar-menawar
Seorang kaya yang terkenal pelit hendak dipanggil pulang Bapa disurga. Sebelum meninggal ia memanjatkan doa. Dalam doanya ia tawar-menawar dengan Tuhan.
“Tuhan, bolehkah hamba membawa emas milik hamba? Cuma 10 kilo saja, Tuhan” pinta si orang kaya.
“Anakku, apalah artinya emas yang kau bawa dibandingkan dengan keindahan surga,”jawab Tuhan.
“Kalau begitu, bagaimana kalo 8 kilo?” tawar orang kaya.
“Anakku, keindahan surga jauh melebihi harta yang hendak kau bawa itu,” jawab Tuhan.
“Hemm…..bagaimana kalo 5 kilo saja Tuhan?”
“Baiklah, Anakku, Silakan kau bawa emas milikmu seberat 5 kilo,”jawab Tuhan bijaksana.
Tak lama berselang, si orang kaya tersebut menghembuskan nafas yang terakhir. Sesuai perjanjian dengan Tuhan, ketika masuk surga ia memboyong emas miliknya seberat 5 kilo.
Namun bukan main terkejutnya orang kaya tersebut ketika ia mengetahui bahwa semua jalan di surga tersebut terbuat dari emas yang bertabur permata. “kalau tahu begini buat apa aku capek-capek membawa emasku ini.” Gerutu si orang kaya.
Dan akhirnya memutuskan membuang emasnya dipinggir jalan. Namun perbuatannya itu sempat terlihat oleh salah seorang malaikat surga. Buru-buru sang malaikat menghampiri si orang kaya lalu menegur,”Hei jangan buang sampah sembarangan ya!!!!”

Moral Cerita :
Segala macam keindahan di dunia ini tidak akan bisa dibandingkan dengan keindahan di Nirwana. Kebahagiaan di dunia ini tidak akan bisa dibandingkan dengan kebahagiaan di Nirwana, karena semua yang ada di dunia adalah sementara. Oleh karena itu, jangan tercekat dengan segala macam fenomena di dunia ini karena dia fana adanya. Hanya keindahan dan kebahagiaan di Nirwana yang kekal abadi.Mari manfaatkan yang fana ini untuk mencapai yang sejati.

Seorang Atheist dan Seekor Beruang
Seorang Atheist sedang berjalan di tengah hutan. "Wah! Sungguh indah pohon-pohon, sungai dan binatang-binatang di sini!" katanya sambil menikmati pemandangan di sekelilingnya.

Saat sedang berjalan dipinggiran sungai, tiba-tiba ia mendengar suara dari balik semak. Seekor beruang besar setinggi 2 meter muncul menyerangnya. Dia berusaha lari, tapi malah tersandung dan tersungkur ke tanah. Pada waktu ia berusaha untuk bangun, ia melihat beruang itu sudah tepat diatasnya dengan cakarnya yang sudah siap merobek-robek.

Si Atheist kontan menjerit, "O Tuhaaannn...!!!" dan mendadak waktu berhenti. Beruang itu menjadi diam, aliran sungai terhenti dan seisi hutan menjadi sepi. Seberkas sinar muncul menerpa wajah dan suara dari langit terdengar, katanya, "Selama ini kau menentang-Ku, menghasut semua orang bahwa Aku ini tidak ada, serta menyangkal semua ciptaan-Ku. Berani-beraninya kau menyebut nama-Ku untuk minta tolong! Haruskah Aku menolongmu?"

"Mungkin terlalu munafik dan tidak adil bagi-Mu jika aku mendadak meminta untuk menganggapku orang Kristen dan langsung menolongku", jawab si Atheist, "tapi sudikah Kau menjadikan beruang ini Kristen?" Suara itupun menjawab, "Baiklah".

Sinar surgawi itupun lenyap dan seketika itu juga semua kembali seperti semula. Beruang itu masih berdiri di depan si Atheist namun tidak jadi menyerangnya, malah melipat kedua cakarnya, menundukkan kepalanya sambil berkata, "Ya Tuhan, berkatilah makanan yang sudah tersedia di depanku ini... agar menjadi kekuatan bagiku untuk memuliakan nama-Mu... Amin.."

Moral Cerita :
Janganlah sekali-kali meragukan keberadaan Tuhan. Tuhan senantiasa menemani kita baik dalam keadaan suka cita maupun duka cita. Dan ingat, Tuhan selalu memperlakukan kita secara adil. Apapun yang terjadi pada diri kita, itulah pengaturan terbaik dari Tuhan yang harus kita terima.

Bagaimana Bisa Masuk Sorga?
Seorang guru sekolah Minggu bertanya kepada anak-anak.

“Bila saya menjual rumah dan mobil saya, dan menjual semua barang milik saya dan memberikannya kepada gereja, apakah saya akan masuk sorga?”
“TIDAK!” jawab anak-anak itu.
Bila saya membersihkan gereja setiap hari, memangkas rumput di halamannya, dan membersihkan serta merapikan semuanya, apakah saya akan masuk sorga?”
Lagi, jawab mereka adalah, “TIDAK!”
“Baik, bila saya menyayangi semua binatang dan memberikan permen kepada semua anak dan mengasihi istri saya, apakah saya akan masuk sorga?”
Lagi, mereka semua menjawab, “TIDAK!”
“Jadi, bagaimana saya bisa masuk sorga?” Seorang anak berumur lima tahun berteriak, “ANDA HARUS MATI!”

Moral Cerita :
Moral Cerita : Apakah benar kita di dalam Membina Ketuhanan harus meninggalkan dunia ini baru bisa mencapai kesempurnaan? Apakah benar dengan mendapatkan Satu Petunjuk Suci Guru Sejati bisa membuat kita terbebas dari Samsara dan Tumimbar Lahir-Mati? Dibawah ayoman Firman Tuhan, jawabannya “YA”. Dan dibawah Sumpah Agung serta Maha Kasih Buddha Maitreya, Jawabannya “YA”. Dengan mendapatkan Satu Petunjuk Suci Guru Sejati, terbebaslah kita dari samsara dan tumimbar lahir-mati, dan dalam satu kehidupan membina pasti bisa mencapai kesempurnaan tanpa harus meninggalkan dunia inipun bisa mencapai Kebuddhaaan. Akhir kata semua ini kembali pada IMAN kita. PERCAYA???

Jalan ke Sorga
Seorang Pendeta tiba di suatu kota kecil untuk melakukan suatu pelayanan di sana. Ia perlu mengirimkan sebuah surat, maka ketika ia melihat si kecil Toni, ia lalu bertanya tentang arah ke kantor pos kepadanya.
Setelah menyatakan terima kasih, pendeta itu berkata, “Kalau kamu mau datang ke gereja sore ini, aku akan memberitahukan kepadamu tentang jalan menuju sorga.”
Toni menjawab, “Bagaimana mungkin Bapak tahu jalan ke sorga, sedangkan jalan ke kantor pos aja tidak tahu.”
Moral Cerita :
Segala hal sampai yang sekecil-kecilnya harus diperhatikan dengan baik, apalagi kita sebagai pemimpin yang jadi panutan bagi orang banyak. Bagaimana kita bisa menuntun orang kalau kita sendiri ragu dengan kebenaran itu.

Suaramu Merdu Sekali
Ada seekor burung gagak berdiri dengan riangnya di atas sebuah dahan pohon. Dia sudah siap menyantap makan siangnya yang lezat. Saat itu di mulutnya sudah ada makanannya. Kebetulan waktu itu, lewatlah seekor rubah di tempat itu. Begitu sang rubah melihat makanan yang lezat di mulut burung gagak itu, timbullah hati serakah untuk menyantap makanan di mulut burung gagak.

Oleh sebab itu, sang rubah mengedipkan matanya sambil berkata kepada burung gagak,”Selamat siang, nona, apa kabar?” Burung gagak melihat sang rubah sedikit pun tak bergeming.

Kemudian sang rubah berkata lagi,”Nona, bulumu cantik sekali!”Burung gagak masih tak bersuara.

Sang rubah kembali memuji burung gagak,”Nona, suaramu merdu sekali. Coba nyanyikan sebuah lagu buatku.”

Begitu mendengar pujian sang rubah, burung gagak langsung bersuara,”Wa …….”

Seketika itu juga, makanan di mulutnya jatuh ke bawah …..

Moral Cerita :
Dalam segala hal kita perlu cermat, jangan cepat percaya pada ucapan orang lain, kita harus hati-hati agar tidak gampang dibohongi. Selain itu jangan terlalu bangga akan diri sendiri. Kalaulah orang lain memuji diri kita, jadikanlah itu sebagai cermin, apakah saya memang sebaik itu. Kalaulah memang betul, bersikap wajarlah, jangan lupa diri. Sebaliknya kalau kita tidak sebaik apa yang dikatakan orang, maka kita harus berwaspada menilik diri, jangan karena pujian orang lain lalu membuat kita menjadi bangga dan angkuh yang akhirnya membuat diri sendiri semakin tersesat.

Bapa-Ku Paling Hebat
Siomi bersama teman bermainnya sedang membanggakan bapak masing-masing.
“Bapakku hebat. Dia pembuat sirup tersegar di kota ini. Mau coba?” Kata anak pertama.
“Bapakku lebih hebat. Dia pembuat anggur paling berkualitas di kota ini. Tapi kita masih anak-anak tak boleh minum!” Kata anak kedua.
“Bapa-Ku paling hebat. Dia pembuat bapamu dan bapamu. Kalian boleh memilikiNya sekarang juga.” Kata Siomi.
Moral Cerita :
Iman dan kebaikan hati yang ditanamkan sejak dini, akan berakar dengan lebih kuat di kemudian hari.

KARYA TUHAN
Seorang anak laki-laki sedang bercermin bersama ayahnya. Dia melihat bayangan wajahnya di cermin lalu menatap wajah ayahnya.
Anak itu lalu bertanya, “Apakah Tuhan menciptakan ayah?”
“Tentu saja, nak,” jawab sang ayah.
“Apakah Tuhan juga menciptakan saya?” lanjutnya.
“Betul,” jawab ayahnya terharu.
Anak itu lalu melihat lagi ke cermindan berkata, “Tampaknya Tuhan bekerja semakin baik dari hari ke hari.”
“Ha… ha… bisa saja kamu. Makanya kamu harus lebih baik dari ayah, ya nak!” Jawab Sang Ayah dengan bahagia.

Moral Cerita :
Sebagai seorang pembina, kita pun harus berjuang untuk semakin baik dari hari ke hari. Semakin dekat dengan Laomu dan Maitreya. Semakin mengenal nurani dalam diriku. Semakin terpanggil untuk berkarya dalam nurani. Betapa indah perjuangan hidup yang seperti ini. Betapa bahagia! Saudara, mari kita bangkitkan semangat, manfaatkan hidup yang terbatas ini dengan arif dan kasih. Mari kita berjuang bersama-sama!! Jia You!!! Mile Ai Nin.. Mile Ai Wo… Mile Ai Women…..

Tuhan di Mana?
Sumber : Humor Ceria
Ada dua anak yang sangat bandel. Kedua orangtuanya kewalahan mendidik mereka. Suatu hari orangtua mereka mendengar ada guru agama yang pandai mendisiplinkan anak nakal. Mereka mengundang guru itu datang ke rumah mereka.

Setelah mendengar penjelasan dari orangtua, guru agama itu ingin berbicara empat mata dengan tiap anak.
Pertama, dia berbincang dengan sang adik di dalam kamarnya.
“Tuhan ada di mana?”, tanya guru agama itu lembut. Bocah itu diam saja.
“Tuhan ada di mana?!”, tanya guru itu dengan suara lebih keras. Bocah itu diam dan wajahnya mulai pucat.
Akhirnya guru itu mulai tak sabar. Dia mengulangi pertanyaannya dengan suara yang semakin keras, “TUHAN ADA DI MANA…???”
Bocah itu terkejut. Dia malah berlari menuju kamar kakaknya sambil menangis. Sang kakak menjadi heran dan bertanya, “Apa yang terjadi, dik?”
Sang adik menyeka air matanya, lalu berkata, “Sekarang, kita mendapat masalah besar, kak! Tuhan menghilang dan mereka mengira kita yang menyembunyikannya.”

Moral Cerita :
Kenakalan seorang anak kecil tentu harus dihadapi dengan kesabaran yang panjang dan kasih yang lembut. Karena pada dasarnya jiwa mereka lembut, mereka masih lugu, seringkali tidak menyadari bila mereka sedang melakukan kesalahan di dalam proses pertumbuhan mereka. Bagaimana kita sebagai seorang dewasa yang berada di sekelilingnya, berusaha menjadi pembimbing yang arif dan kasih bagi mereka. Yaitu untuk membantu mereka bertumbuh secara benar, sehingga kelak ketika mereka beranjak menjadi dewasa pun mereka dapat menjadi seorang dewasa yang penuh pengertian dan kasih. Ini tugas kita. Karena dunia, kekurangan manusia-manusia ‘Kasih’.

Tempat Tukerin Duit Ya…
Waktu dollar sedang hot-hotnya, banyak orang yang membuat lahan tersebut menjadi bisnis sampingan.

Tidak heran pada waktu itu hampir semua money changer (penukaran uang) pada penuh semuanya, untuk berebutan nukerin dollar dengan rupiah.
Pada saat itu, seorang bapak dengan lugu memasuki money changer, ikut antri, pas di depan loket dia bilang : “Mbak mbak..., mo' nanya nih. Di sini tempat tukerin duit ya...???”
Lalu mbak tersebut bilang, “Iya, mo' tukerin berapa...? “
Si bapak bilang : " bisa tukar koin telepon nggak ? "

Moral Cerita :
Dalam meneladani pribadi Sang Maitreya - Mahakasih Lugu Polos. Mungkin selama ini kita lebih mudah untuk memberi kasih, dari pada bersikap lugu terhadap kasih yang telah kita pancarkan. Bagaimana agar kita dapat memancarkan keluguan yang pas atas kasih yang kita berikan, keluguan yang tepat pada tempatnya, sehingga dapat menbawakan kedamaian dan kenyamanan bagi orang lain, ini perjuangan! Cia You!!!

Sakit Parah
Seorang ayah hendak menyampaikan pesan terakhir untuk ketiga anaknya yang berurai air mata…
Pasien : A Hua...
A Hua : I..iiya Pih saya disini
Pasien : A Siang
A Siang : I..iiya Pih saya disini
Pasien : A Liem
A Liem : I..iiya Pih saya disini
Pasien : Lho, kalian semua di sini... siapa yang jaga toko??

Moral Cerita :
Pada saat kita ingin memperjuangkan hak kita, bersamaan dengan itu janganlah melupakan kewajiban kita… Ok?

Kompetisi Drakula
Tiga drakula berkompetisi, siapa yang paling jago. Drakula termuda dapat kesempatan duluan. Dia lari secepat kilat. 10 menit kemudian dia balik dengan muka berlumuran darah. Sambil menyeringai dia berkata, "Kalian lihat desa di seberang bukit itu?" Yang dua mengangguk, "Iya, lihat!”
“Desa itu... habiissss!! Hahahaha....” sambil ketawa garang.
Mendengar itu drakula yang paling tua panas hati... dia juga pergi sekelebat, terus 5 menit sudah balik, mukanya juga penuh cucuran darah. "Kalian lihat kota yang itu ?" katanya bangga. "Iya, lihat!", yang dua mengangguk berbarengan.
“Kota itu juga udah habiiissssss!!!!", kata yang paling tua sambil tertawa seram.
Akhirnya drakula terakhir tambah panas, nggak tahan untuk unjuk kebolehan. Dia lari sekelebat. Temannya yang dua terperanjat, soalnya belum sampai dua menit dia sudah balik, dengan penuh cucuran darah di mukanya... Temennya yang dua keselek, "Sadis amat nih drakula! Sangar amat... Cuma dua menit...". Sambil ngos-ngosan dia teriak, "Kalian lihat tiang listrik itu?" Kedua temennya sambil terkagum-kagum menjawab, “Lihat! Lihat! Lihat! Kenapa?"
"Gua kagak lihat!!!!" Jawab drakula terakhir sambil meringis nahan luka di mukanya.

Moral Cerita :
Hati manusia sekarang penuh dengan persaingan, melihat orang lain memiliki kemampuan yang lebih, kita sulit untuk menerimanya. Karena itu kita juga tak mau kalah. Dalam hati hanya berpikir bagaimana saya bisa mengalahkan orang lain, sehingga asal labrak saja tanpa memperhatikan hal-hal yang lain.

Bangun Pagi
Sumber : Ketawa Bukan Berarti Gila
Sudah dua hari Edwin marahan sama istrinya. Kalau sudah marahan begini, biasanya mereka tidak saling tegur, apalagi saling bicara. Memasuki hari kelima “marahan” mereka, Edwin tetap enggan bicara, apalagi istrinya tetap ogah ngomong. Tapi celakanya besok pagi Edwin ada janji penting. Artinya, besok dia harus bangun pagi. Padahal Edwin paling sulit bangun pagi. Karena mereka masih marahan, sedangkan besok harus bangun pagi, maka dia cari akal bagaimana caranya supaya istrinya mau membangunkannya, tapi tanpa harus berbicara dengan istrinya.

Edwin mengambil secarik kertas dan ditulisnya pesan untuk istrinya,”Besok pagi saya ada rapat, tolong bangunin jam 6!” Diletakkannya kertas itu di atas meja rias istrinya, kemudian dia langsung tidur. Ketika keesokan paginya ia bangun, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Alangkah murkanya Edwin, karena ia tidak dibangunkan istrinya. Masih dalam keadaan kecewa dan emosi, ia menghampiri meja rias istrinya. Di situ ia menemukan secarik kertas yang sudah ditulis istrinya,”Bangun … bangun, sudah jam 6 pagi!!”

Moral Cerita :
Suatu kesalahpahaman mungkin saja terjadi jika tidak adanya komunikasi. Karena itu komunikasi dua arah dan terbuka sangatlah penting untuk membangun suatu hubungan yang harmonis.

Celaka 13
Sumber : Ketawa Bukan Berarti Gila
Ada 3 orang professional peserta sebuah seminar yang bernama Edwin, Jhody, dan Wanto menginap di sebuah hotel berbintang lima. Mereka bergabung di kamar Suite mewah di lantai 75 dari 100 lantai. Setelah mengikuti seminar yang melelahkan sampai malam, mereka pulang kembali ke hotel mereka. Ternyata namanya apes, semua lift di hotel itu macet total.

Mereka sudah cukup lelah untuk menunggu lalu mereka sepakat naik menggunakan tangga darurat menuju kamar. Sambil berjalan menuju pintu tangga darurat, Edwin punya usul,”Supaya kita tidak bosan naik tangga sebegitu banyak, bagaimana kalau mulai lantai 1 sampai 25 saya akan menyanyi lagu, lalu Jhody akan menceritakan cerita yang lucu-lucu mulai lantai 26 sampai 50, dan akhirnya Wanto menceritakan mengenai cerita sedih mulai lantai 51 sampai 75.” Jhody dan Wanto,”Boleh juga daripada nanti kita bosan.”

Edwin mulai menyanyi dengan baik, …. lantai 25 sudah terlalui. Kemudian, mulailah Jhody melucu, … tidak terasa lantai 50 hampir selesai … akhirnya sampai ke lantai 51 …

Mulailah Wanto menceritakan cerita sedihnya. Wanto bilang,…”Saya mulai cerita sedih saya yang pertama saya …. yaitu ….”SAYA LUPA MEMBAWA KUNCI KAMAR KITA YANG TERTINGGAL DI MOBIL!!!!!!!!!!

Moral Cerita :
Saat melakukan sesuatu cermatilah segala sesuatu apakah sudah lengkap atau belum. Jangan sampai sudah melakukan perjalanan yang panjang, tapi karena kelalaian suatu hal akan membuat semua perjuangan di depan menjadi sia-sia.

Hati-Hati di Lift Pulang Malam
Kisah yang sangat menyeramkan dan mengerikan ini terjadi pada seorang staf laki-laki yang bekerja di lantai 12 Graha Elnusa di TB.Simatupang, Jakarta Selatan.

Tadi malam (hari Kamis, malam Jumat) beliau bekerja lembur dan terpaksa pulang agak larut malam sekitar jam 21.00 sendirian. Sampai di depan lift, dia pun menekan tombol untuk turun. Kemudian pintu lift terbuka tanpa ada siapa pun di dalammnya. Dia masuk dan menekan tombol B1 untuk menuju Basement. Tetapi entah kenapa lift ini bukannya turun melainkan terus naik ke atas. Lift berjalan terus hingga ke lantai 16 kemudian berhenti dan terbuka. Ketika pintu lift terbuka, ada seorang wanita cantik jelita dan menawan sekali tersenyum manis dan masuk ke lift.

Si staf laki-laki tersebut merasa heran …. Karena dia merasa tidak pernah melihat perempuan tersebut selama dia bekerja di gedung tersebut. Perempuan tersebut masuk dan berdiri di belakangnya. Sesaat kemudian tercium wangi bunga melati, maka dia pun bertanya-tanya dalam hati ….. siapa perempuan tersebut dan kenapa sudah malam begini belum pulang ke rumahnya. Mau disapa terasa malu, akhirnya masing-masing terdiam.

Dalam suasana hening dan sunyi itu, lift turun perlahan setingkat demi setingkat. Tapi ketika sampai pada lantai 10, tiba-tiba lampu lift padam dan lift berhenti. Seketika itu dia mencium aroma bau yang teramat busuk, yang mengganggu hidungnya. Dan bulu romanya merinding.

Dia pun langsung berkeringat dingin dan ….. sebisa-bisanya membaca ayat-ayat suci yang terlintas di kepalanya sambil memberanikan diri dan perlahan-lahan menoleh ke belakang setelah lampu lift menyala. Dan apa yang … dilihat ….? Tiba-tiba saja, perempuan yang berada di belakangnya tertawa malu ... dan berkata,”Maaf ya, Mas, saya kentut.”

Hihihihi ……. Serius banget bacanya ……

Moral Cerita : Dalam menghadapi sebuah masalah atau kejadian, jangan kita langsung berprasangka buruk, tetapi amatilah peristiwa itu terlebih dahulu sehingga kita baru bisa mengetahui kejelasan dari masalah atau kejadian itu.

Gaji Dolar
Sumber : Kiriman dari Irwan
Suatu hari ada pemuda melamar ke suatu perusahaan angkutan kota. HRD Manager : "Apabila Saudara diterima di perusahaan ini, berapa gaji yang Saudara harapkan?"
Pemuda : "Saya ingin gaji dalam US dolar saja, pak. Tidak usah terlalu tinggi, cukup 10.000 USD saja"
HRD Manager : "Boleh juga, sesuai dengan jabatan yang Saudara lamar.
Ehm ... bagaimana kalau perusahaan menawarkan lebih banyak: kami sediakan mobil Mercedes lengkap dengan supirnya, rumah di Pondok Indah dengan kolam renang, liburan setiap akhir minggu ke Bali, cuti 12 hari setiap akhir tahun ditambah bonus 12 kali gaji?"
Pemuda (dengan rasa girang campur tidak percaya): "Ah, jangan bercanda, Pak!" HRD Manager : "Lho ... kan Saudara duluan yang mengajak bercanda ... !!!"

Moral Cerita :
Jangan selalu menuntut sesuatu, sebelum kamu berintrospeksi diri .

Doa
Dua bocah kakak beradik sedang berdoa menjelang tidur. Sang adik mengadahkan tangan sambil mendongak, lalu berteriak,
"TUHAN, AKU INGIN BAJU BARU, SEPEDA BARU, DAN NINTENDO BARU!"
Keheranan, kakaknya berkata, "Kau tak perlu berteriak keras-keras untuk meminta sesuatu pada Tuhan. Tuhan tidak tuli."
Sang Adik menjawab, "Memang, tapi pendengaran ibu sudah berkurang."
Moral Cerita :
Kebanyakan manusia hanya tahu memohon dan memaksa agar permohonannya harus dikabulkan.

Siapa Penemu Benua Amerika?
Di sebuah kelas terjadi dialog antara guru dan seorang murid.
"Devi, coba buka atlas dan carilah benua Amerika!"
Devi membuka dan kemudian menunjuk dengan benar, "Ini Pak."
"Bagus sekarang jawab pertanyaanku. Siapa yang menemukan benua Amerika itu ?"
Devi bingung dan menatap wajah gurunya, lalu menjawab, "Saya, beberapa detik yang lalu..."
Moral Cerita :
Kadang kala kita menjawab pertanyaan dari orang lain, kita asal menjawab saja tetapi tidak berusaha memahami makna dari pertanyaan itu.

Tukang Pembersih di Microsoft
Seorang laki2 pengangguran melamar sebagi tukang pembersih di Microsoft.
Personalia men-test dia (membersihkan lantai) dan menginterview. Lalu dia mengatakan: "anda diterima, berikan email anda, kami akan mengirim dokumen yang diperlukan. Laki2 itu bilang bahwa dia tidak memiliki komputer dan juga email. Personalia lalu mengatakan bahwa tanpa email, laki2 tersebut tidak exist secara virtual dan tidak bisa dipekerjakan. ,p> Laki2 itu meninggalkan gedung dengan kecewa dan hanya memiliki $10 di kantong. Dia lalu pergi ke Supermarkt terdekat dan membeli 10 kg tomat. Lalu dijualnya tomat tersebut door to door dan habis dalam 2 jam. Dengan demikian dia melipat gandakan kapital nya. Lalu diulangnya aksi tersebut sebanyak 3 kali dan akhirnya memiliki uang sebanyak $160. Dengan itu dia sadar, bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara itu. Lalu dikerjakannya dengan sungguh2.

Setiap hari dia dapat melipat gandakan kapitalnya. Setelah beberapa waktu dia membeli mobil dan mendistribusikan dagangannya dengan mobil tersebut.
Dalam 5 tahun dia bisa menguasai Supermarket Chain terbesar di USA.

Dia mulai memikirkan masa depan dan ingin membuat asuransi untuk keluarganya. Dipanggilnya sales asuransi dan membicarakan rencannanya. Seusai pembicaraan sales tersebut menannyakan email laki2 tersebut. Dia menjawab lagi, bahwa dia tidak memiliki komputer dan email adress.

Sales tersebut berkata: "Aneh, anda membangun perusahaan besar, tapi tidak memiliki email. Bayangkan apa yang anda bisa perbuat jika anda memiliki komputer dan email." Laki2 itu menjawab: "Jadi tukang bersih2 di Microsoft"

Lesson 1: Internet tidak bisa menyelamatkan diri anda
Lesson 2: Kalau anda ingin kerja di Microsoft anda perlu Email address
Lesson 3: Tanpa Internet anda bisa menjadi miliarder dengan kerja keras
Lesson 4: Karena anda menerima cerita ini dengan email, kemungkinan peluang anda menjadi tukang bersih2 akan lebih besar daripada menjadi milyarder

Moral Cerita :
Kadang kala didalam membina, banyak masalah yang dapat membuat kita berhenti melangkah dan menyelesaikan masalah itu. AKan tetapi bagi orang yang dapat merubah niat dan pikirannya dengan sungguh-sungguh maka Tuhan tidak akan pernah membiarkannya berhenti. Tetapi sebaliknya akan memberikan peluang yang sangat luas untuk tetap teguh dan maju lebih dan lebih.

LUPA
Seorang kakek2 umuran 80 th masuk kedalam sebuah bar.
Setelah memesan minuman si kakek tsb menangis, yg kemudian didatangi bartender.
"Ada apa pak?" tanya bartender.
"Saya baru pulang bulan madu dengan istri saya yang baru" kata sikakek.
"lho, bukankah itu bagus, dan bapak pasti senang sekali", kata bartender.
"Saya baru saja menikahi seorang instruktur aerobik yg sangat cantik.
Hidup dengannya merupakan suatu hal yg sangat luar biasa.
Dia adalah wanita yang paling cantik didunia, dan bisa hidup berdua dengannya merupakan suatu hal yg sangat berharga dalam hidup saya" jelas si kakek sambil menangis. "Terus kenapa bapak menangis?" tanya si bartender. "SAYA TIDAK INGAT DIMANA KAMI TINGGAL"......

Moral Cerita :
Setiap Manusia memiliki dosa karma. Yang mana telah dibawa berkalpa-kalpa tahun lamanya. Akan tetapi dengan adanya pintu nurani yang telah terbuka lebar oleh cahaya terang Buddha Maitreya. Dengan membina Ketuhanan yakinlah jalan kita menuju kebahagiaan abadi akan dapat diraih. Tinggalkanlah semua kefanaan duniawi yang hanya membawa kebahagiaan fisik sementara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar