Jumat, 28 Agustus 2009

The Wisdom of Humor - 4

SOPIR TAKSI BARU
Seorang sopir taxi sedang membawa penumpangnya. Setelah berjalan sekian lama, penumpang menepuk pundak sopir taksi untuk menanyakan sesuatu. Reaksinya sungguh tak terduga. Sopir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil lain. Akhirnya ia bisa menguasai kemudi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

Sopir taxi : "Tolong, jangan sekali-sekali melakukan itu lagi," (kata sopir taksi, dengan wajah pucat dan menahan marah.)
Penumpang: "Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan Bapak."
Sopir taksi: "Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi sopir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama."
Penumpang: "Oh begitu. Terus, kok bisa kaget begitu?"
Sopir taksi: "Sebelumnya saya adalah sopir mobil jenazah."

Moral Cerita :
Jadi supaya kita tidak dianggap sebagai mayat hidup, marilah kita selalu menjaga sikap. tidak hanya didalam bertutur kata, tetapi juga saat berkikap. Semua perilaku bertindak penuh kasih, seperti Buddha Maitreya. Dengan demikian semua orang akan merasakan kebahagiaan.

Pelayan Toko Bangunan
Di sebuah toko bahan bangunan :
Pembeli : Tolong dong pakunya 1 Kg.
Pelayan : Dibungkus ya...?
Pembeli : enggak, makan di sini aja (dengan muka kesal)
Pelayan : $*%$

Moral Cerita :
Saat ditanya, jawablah sesuai dengan jawabannya.

Kemo Sabi dan Shekar
Kemo Sabi dan Shekar yang dalam perjalanan di tengah gurun, berniat bermalam di dekat sebuah Oasis. Setelah usai memasang tenda, tak berapa lama mereka langsung tertidur lelap. Beberapa jam kemudian Kemo Sabi membangunkan temannya yang sangat jujur itu. "Shekar, lihatlah ke atas dan katakan kepada saya apa yang kamu lihat ?" "Saya melihat jutaan bintang." jawab Shekar.
"Jadi, apa artinya itu ?" tanya Kemo Sabi lagi.
Shekar merenung sejenak, "Ahli ilmu falak pernah bilang kepada saya, itu adalah jutaan Galaksi yang kemungkinan besar terdiri dari milyaran planet.
Ahli nujum juga pernah bilang pada saya keadaan seperti ini berarti keberuntungan buat orang yang berbintang Leo.
Kalau menurut gelagat waktu, keadaan seperti ini berarti kira-kira jam tiga lewat seperempat menjelang pagi.
Kalau menurut orang alim itu adalah bukti kekuasaan Tuhan dan kita hanyalah sesuatu yang sangat kecil yang tak berarti di mata Tuhan.
Tetapi kalau ahli moteorologi dan geofisika menafsirkan keadaan seperti ini menandakan kemungkinan besar besok hari, harinya akan sangat cerah.
Terus, bagaimana kamu mengartikannya, Kemo Sabi ?"
Kemo Sabi geleng kepala, kemudian bilang: " Shekarrrrrrr.., kamu nggak usah cerita ke mana-mana, kalau menurutku sih, kamu sadar nggak sih, karena bisa lihat bintang-bintang di langit itu artinya TENDA KITA DICURI ORANG..!!"

Moral Cerita : Orang yang lugu polos dan jujur kadang tidak menyadari saat dirinya kehilangan dan dirugikan. Namun, sedkit sekali manusia yang bisa memiliki hati yang demikian. Buddha Maitreya adalah Maha Buddha sangat lugu dan polos. Mari kita teladani pribadi Yang Agung Maitreya, jangan tunda lagi. Ditengah gejolak dunia sekarang, tetap jaga kesucian hati kita.

Kekaguman Seorang Suami
Suatu malam Nia terbangun dan melihat suaminya sedang berdiri di sisi Boks bayi mereka.
Nia belum pernah melihat ekspresi wajah suaminya seperti itu sebelumnya. Kadang-kadang tersenyum sambil menggelengkan-gelengkan kepala,tampak kagum...,lalu seperti terharu, terus menarik nafas panjang dan seterusnya.
Diam-diam air mata menetes di kedua mata Nia. Ia tak menyangka suaminya akan mengagumi bayi mereka seperti itu.
Nia menghampiri suaminya, memeluknya dan setengah memancing bertanya,"Mas, apa sih yang Mas pikirkan?"
"Ini....., aku benar-benar nggak habis pikir, boks begini ini aja kok harganya sampai tiga juta."

Moral Cerita :
Kadang terasa berat bagi orang tua kita tapi mereka tetap merelakan demi kita anak-anaknya......

Salah Do'a
Togap dan Ucok adalah sahabat karib dari Tapanuli, merantau ke Jakarta dan mencari pekerjaan. Togap menjadi sopir metromini dan Ucok kondekturnya merangkap kernet. Mereka tak terlalu puas dengan profesi baru mereka, tetapi apa boleh buat cuma itu yang mereka dapat.
Suatu hari sewaktu ngetem Ucok curhat sama Togap, "Gap, setelah aku pikir-pikir mungkin Makku salah berdo'a. Dia berdoa, kelak bila aku besar, aku naik turun mobil, pegang duit banyak, bahhh.. itu kan pekerjaan kondektur".

Moral Cerita :
Ingin hidup lebih baik dikemudian hari ? Mari banyak menanam Karma Bajik, Karma Baik kepada semua. Dan, banyaklah 'menabung' , dengan cara banyak beramal. Beramal, terdengar seperti memberi, namun kelak semua ini akan kembali kepada diri sendiri.

Konser Menurut Anton
Seorang ibu membawa anaknya, Anton, yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak pergi nonton konser. Dalam konser yang cukup besar para penyanyi seriosa menunjukkan kebolehan masing-masing. Para hadirin yang suka dunia tarik suara juga menyaksikan dengan penuh kekaguman dan kepuasan.

Sepanjang pertunjukkan sang ibu mengamati gerak-gerik puteranya. Beliau melihat Anton menyaksikan pertunjukkan dengan begitu serius, tidak ribut, apalagi minta pulang. Terlebih kedua bola matanya yang masih polos terus menatap sang dirigen yang beraksi dengan penuh semangat. Sang ibu berpikir dalam hati, mungkin Anton berbakat jadi dirigen, masih kecil saja sudah begitu serius menatap dirigen.

Setelah sekian lama akhirnya Anton mulai buka suara,"Ma, kenapa om yang berdiri di depan itu terus dengan kayu kecil nakutin tante yang lagi nyanyi itu?"
"Om yang mana, ton? yang berdiri di tengah itu kan dirigen yang lagi kasih aba-aba kepada penyanyi. Mana ada yang nakutin tante dengan tongkat kecil?" mamanya menjawab dengan sabar.
"Itu lho ma, om itu kan lagi nakutin tante. Buktinya dia pegang tongkat kecil terus...terus... dikibas-kibas, lalu...lalu... tante dari tadi jerit-jerit terus sampai matanya melotot dan lehernya panjang-panjang ma," Anton menjelaskan dengan penuh percaya diri.
Mamanyaggrrr,mau jawab apa ya?

Moral Cerita :
Maklumi ketidakmengertian orang lain. Setiap manusia memiliki dunia pengetahuannya masing-masing, yang mungkin berbeda dengan kita. Saat kita ingin menyampaikan sesuatu, sampaikan dengan penuh kasih dan pemahaman kepada orang lain. Janganlah memaksakan dunia kita ke dalam dunia orang lain, melainkan kitalah yang harus terus belajar memahami sesama, agar kehidupan kita menjadi penuh keharmonisan.

Becak Philipina
Di Philipina, yang namanya becak tapi laen bgt sama becak disini. Becak di Philipina itu ditarik. Jadi si abang di depan, penumpang di belakang.
Buat para abang2 becak di Philipina, dikenal 1 daerah, yang konon katanya angker abis (gosipnya sih begitu). Pokoknya jarang ada org yang mao lewatin tuh jalan, jam 9-an aja biasanya udah sesepi jem 12 malem, cuma ada suara anjing2 kedinginan.

Suatu ketika, ada 1 org abang becak, yang baru pulang nganterin penumpang, dan entah gimana, jalanan balik yang biasanya dia lewatin,di-TUTUP. Akhirnya dia terpaksa lewat tuh jalan angker dengan hati yang berat. Eh pas ditengah2 dia jalan, tau2 ada 1 cewe, cantiiiiikkkkkkkk bgt, pake baju putih, rambutnya panjang, en tuh cewe wangiii abis deh. Trus tuh cewe nyetopin tu becak. Si abang yang ketakutan setengah mati, akhirnya mao juga berhenti, walopun dia udah keringet dingin, trus tuh cewe minta dianterin sampe ke ujung jalan, akhirnya tuh cewe naek.

Berhubung si abang takut setengah mampus, akhirnya dia narik becaknya sekenceng2nya, biar cepet nyampe depan maksudnya. Begitu sampe di ujung jalan, si abang berasa, kok becak gue enteng bgt, eh pas dia nengok ke belakang... DASSHH! Tuh cewe udah ilang! Makin takut aje si abang.
Besok malemnya, entah goblok entah sial, tuh abang kepaksa lewat jalan angker itu lagi, dan sekali lagi ketemu si cewe lagi.
Trus tetep kaya kemaren tuh cewe minta dianterin ke ujung jalan lagi, si abang yang udah makin takut krn kejadian kemaren makin ngebut aje bawa becaknya, eh pas lagi ngebut2 gitu, tiba2 tuh cewe nepok bahunya. Si abang kaget setengah mati, begitu dia berhenti dan nengok belakang.... si cewe bilang gini, "Bang bawa becaknya pelan2 aja, entar saya jatoh lagi kayak kemaren!"

Moral Cerita :
Berita, itu kadang benar kadang juga hanya gosip (kabar angin). Namun, tidak sedikit yang menjadi 'korban' dari kabar angin yang beredar. Hidup ini, ada bagusnya jika lebih sedikit berbicara.

Karyawan Baru
Waktu saya baru dua hari bekerja di sebuah perusahaan asing, saya sempet menelpon ke bagian dapur sambil berteriak,
"Ambilkan gue kopi...cepaat!" ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya.
"Hei bodoh... kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?"
"Tidak.. " saya menyahut.
"Saya direktur utama disini, dasar idiot. Saya pecat kamu nanti!" Nggak kalah gertak dan kalah teriak saya balas menjawab, "dan Bapak tahu siapa saya?"
"Tidak." jawab Boss saya itu.
"Syukurlah kalo gitu" kata saya cuek sambil menutup telepon.... amanlah kalo gitu...
Moral Cerita :
Belajarlah bertutur kata penuh kasih terhadap siapa pun. Dengan menghormati sesama maka kita akan menjadi terhormat karena kasih. Sekali pun terhadap pelayan, tetaplah menyuruh dengan lembut dan sopan. Engkau akan menjadi atasan yang mulia karena kasih. Bertutur kata kasar dan menyakiti sesama hanya akan menjalin jodoh buruk dan membuat hidup kita penuh rintangan. Sebaliknya bertutur kata lembut dan sopan akan mendatangkan masa depan cemerlang.

Ha...ha...ha...
Pada suatu hari ada seorang pedagang kaya yang ingin mengadakan hajatan untuk putranya.
Untuk keperluan itu ia datang ke seorang bandar ayam dan memesan 100 ekor ayam.
Pedagang kaya :
"Saya ingin memesan 100 ekor ayam untuk besok, ini alamat saya (seraya memberikan kartu namanya)."
Bandar ayam :
"Baik tuan, akan saya suruh anak buah saya untuk mengantarkan ke rumah tuan."
Sepulangnya si pedagang kaya, bandar ayam tersebut langsung memanggil seorang anak buahnya yang bernama Joni dan memberikan instruksi...
Bandar ayam :
"Joni, tolong antarkan 100 ekor ayam besok ke alamat ini (sambil memberikan kartu nama si pedagang kaya)."
Joni :
"Nganterin ayam-ayam? Beres Tuan !"

Besoknya dengan mengendarai sepeda motor si Joni pergi mengantarkan 100 ekor ayam tersebut.
50 ekor diletakkan di sebelah kanan dan sisanya 50 ekor lagi diletakkan di sebelah kiri.
Akan tetapi malangnya, di tengah perjalanan dia terjatuh dari sepeda motornya..., ayam-ayam yang dia bawa langsung lepas dan pada lari berhamburan.
Orang-orang ramai berdatangan untuk mengetahui keadaan si Joni.
Tetapi si Joni malah tertawa terbahak-bahak. Seseorang diantara orang-orang yang datang bertanya, mungkin ia merasa khawatir karena melihat si Joni yang tertawa-tawa...
Orang yg datang :
"Mas, mas nggak apa-apa kan... ? Kepalanya nggak sakit kan ?"
Joni : "Ha... ha... ha... !"
Orang yang datang : "Mas, kenapa mas ?"
Joni :
"Ha... ha... ha..., dasar ayam-ayam goblok!!, mau kemana elu pada...? (sambil menunjuk ke arah ayam-ayam yang berlari) alamatnya kan ada di gue... Hua.. ha.. ha.. ha....."
Moral Cerita :
Para ayam lari kocar-kacir menuju alamat hidup dan tak mau ikut mas joni yang akan mengantarnya ke alamat mati. Ternyata para ayam sudah membaca firasat bahwa hidup mereka tak panjang lagi, maka 100 ayam berdoa bersama. Ternyata doa para ayam dikabulkan Tuhan. Semoga semakin banyak manusia yang merelakan para ayam tetap hidup merdeka.

Ayam Jago
Ceritanya di sebuah peternakan ayam ada 25 Ayam betina dan 1 ayam jago (jantan)yang umurnya sudah tua sekali.
Karena merasa ayam jago yang tua tadi sudah melewati masa produktif-nya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si Ayam jago tua menjadi merasa tersaingi.

Si Tua : Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25, kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.
Si Muda: Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo, pokoknya semua buat aku aja.
Si Tua : Kalau begitu mendingan kita lomba saja, siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada disini.
Si Muda: Boleh saja! Mau lomba apa ?
Si Tua : Lomba lari 100 m.
Si Muda: Ok, gak masalah
Si Tua: Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu di depanmu 25m.
Si Muda: Boleh (dengan penuh keyakinan).
Lomba lari dimulai.
Ayam jago tua lari dulu 25 meter baru kemudian ayam jago muda hampir bisa nyusul ayam tua, tiba-tiba si ayam jago muda menggelepar dan mati seketika ditembak oleh pemilik.
Sambil memungut ayam muda tadi, si pemilik menggerutu "SIAL, INI AYAM JAGO-HOMO KE SEPULUH YANG AKU BELI BULAN INI. BUKAN-NYA NGEJAR BETINA, MALAH NGEJAR-NGEJAR SI JAGO JUGA"

Moral Cerita :
Kesombongan dan keserakan bisa merugikan diri sendiri. Mari kita belajar untuk lebih bisa mengalah dan tidak ingin banyak memiliki. Seperti kata pepatah :semakin sedikit yang dimiliki (berwujud) maka semakin sedikit pula kilesa"

Dokter dan Montir
Ada seorang montir yang tinggal berseberangan dengan dokter bedah jantung. Si montir ini hanya berpenghasilan sekitar 1-2 juta perbulan dari bengkel yang dimilikinya sendiri. Si dokter bedah jantung tersebut memiliki penghasilan 25-30 juta perbulan dari rumah sakit yang sama sekali bukan miliknya.

Suatu hari si montir mendengar hal tersebut dan merasa tidak terima dengan perbandingan penghasilan yang demikian besarnya. Esok paginya, dipanggillah si dokter bedah jantung tersebut ke bengkelnya si montir.

Montir: "Pak Dokter, saya tidak habis pikir bagaimana Anda bisa menghasilkan sekian puluh juta perbulan dengan hanya melakukan operasi kepada beberapa pasien saja.
Sementara saya yang melakukan operasi kepada sekian puluh mobil perbulan hanya menghasilkan sekian juta saja. Menurut saya, profesi Anda yang melakukan operasi jantung tidak berbeda dengan mesin mobil yang saya perbaiki di sini"

Dokter: "Boleh saya tahu bagaimana cara Anda melakukan operasi?"
Montir: "oh tentu . ini contohnya ." Sambil menunjuk ke mobil Benz yang mengalami kerusakan pada poros putaran di bagian dalam mesinnya. "Ini kan sama saja dengan jantung manusia ."
Dokter: "Betul ."
Montir: "Kalau saya betulkan bagian ini, maka jantung si mobil akan berfungsi normal lagi . Jadi sama saja dengan pekerjaan Pak Dokter dong???"
Dokter: (dengan nada sangat sabar) "Betul . Tapi coba Anda membetulkan mesin mobil tersebut tanpa mematikan mesinnya ."

Moral Cerita :
Ha..ha..
Jalanilah kehidupan ini dengan apa adanya. Janganlah mengharapkan hal yang bukan-bukan dan membandingkan satu sama lain. Yang akan menjadi bagian Anda selamanya akan menjadi milik Anda, namun kalau bukan bagian Anda bagaimana Anda dapat mengejarnya?

Pengalaman di WC
Ini sebuah pengalaman Udin sewaktu di WC luar negri
Entah kenapa tiba-tiba perut Udin terasa mulas. Langsung saja Udin masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi.
Belum semenit duduk, Udin denger suara bapak-bapak berkata :
"Gimana dik? Baik aja?"
Kedengarannya dari WC sebelah. Kaget juga, darimana dia tahu Udin orang Indonesia. Karena Udin nggak biasa ngobrol sama orang yang belum dikenal, maka Udin jawab aja: "Ya, baik".
Eh, dia nanya lagi :
"Sekarang gimana, sudah krasa lega?".
Wah pertanyaan macam apa itu? Ada-ada saja. Baru juga nongkrong semenit,
jadi Udin jawab sekenanya aja : "Lumayan".
Dia jawab lagi : "Sama dong....tapi saya ada masalah dikit nih".
Udin mulai curiga, lalu gantian Udin yang tanya : "Masalah apa, pak?"
Dia langsung jawab : "Iniii.....ada orang aneh di WC sebelah ikut-ikutan njawab pertanyaan saya, gimana kalo nanti saya telpon lagi? Ya....sampai nanti.....".

Moral Cerita :
Tidak semua peristiwa harus kita tanggapi dengan gegabah dan serius. Terutama peristiwa yang rasanya tidak berkaitan langsung dengan kita, sehingga kita tidak perlu terburu buru mengambil kesimpulan dalam segala hal.

Jangan Menyerah !!
Hari 1. Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal didekat rumahnya.
cadel:"bang, beli nasi goleng satu "
abang:"apa...?" (.....ngeledek.)
cadel:"Nasi Goleng!
abang:"Apaan...?(.....Ngeledek lagi.)
cadel:"Nasi Goleng!!!"
abang:"ohh nasi goleng..."
Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal, sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

Hari 2. Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi
cadel:"bang...,saya mau beli NASI GORENG,bungkus!!!"
abang:"ohh...pake apa?"
cadel:"...pake telul..." Sambil sedih...
Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telur" sampai benar.

Hari 3. Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng:
cadel:"bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR!!!Bungkus!"
abang:"ceplok atau dadar ?"
cadel:"dadal..."
Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.

Hari 4.
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
cadel:"bang...,beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!"
abang:"hebat kamu 'del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500 del."
si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya:
cadel: "bang.., kembaliannya?"
abang: "oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del?" sambil senyum ngeledek.
Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi.
Tapi akhirnya dia menjawab:"...GOPEK...!!!" Sambil tersenyum penuh kemenangan.

Moral Cerita :
INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS DGN PENUH PELJUANGAN !! JANGAN MENYELAH YACH !! MELDEKA !!

Kepala Batu
Pada suatu hari rumah pak Samiun di kampung kedatangan tamu dari kota metropolitan. Dengan tergesa-gesa pak Samiun segera memanggil anaknya, "Jo... Paijo, cepat pergi beli koka kola di warung mbok Samina."
"Beres pak," Paijo berlari keluar rumah.
Dengan senang pak Samiun menemani tamunya sambil menunggu datangnya Paijo dengan koka kola. Tunggu punya tunggu, satu jam berlalu, Paijo belum muncul. Mau suguhkan teh, kurang bergengsi rasanya. Sudahlah, tunggu sambil berdoa deh. Satu setengah jam berlalu, Paijo belum juga muncul, apa gerangan yang terjadi.
Pak Samiun jadi tak sabaran lagi. Dengan terpaksa dia mohon tamu tunggu sebentar, bergegaslah dia menyusul ke warung.
Baru keluar rumah, di gang tak jauh dari rumahnya tampak Paijo berdiri dengan koka kola di tangan. Seorang bapak setengah baya berdiri di depan Paijo, berdua berdiri berhadapan, tak ada yang mau mengalah.
"Jo,apa yang terjadi?" tanya pak Samiun.
"Ini pak, dia menutup jalanku, tentu aku pun menutup jalannya, jangan kalah dong." jawab Paijo.
"Oh begitu, cepat kamu bawa dulu koka kola untuk tamu, biar bapak yang tetap tutup jalannya di sini." kata pak Samiun sambil gantikan posisi Paijo. Berdua berdiri berhadapan di gang sempit, saling tak mau mengalah. Kasihan...

Moral Cerita :
Kasihan diri kita, seringkali menghadapi masalah dan saling tak mau mengalah. Akhirnya kedua pihak rugi bahkan hancur bersama. Kasihi diri yang keras kepala. Belajarlah mengalah dengan kasih, maka semua pihak akan bahagia karena kasih.

Sepeda Rusak
Seorang gadis cilik yang terlambat pulang ke rumah untuk makan malam segera diinterogasi oleh ibunya yang ingin tahu ke mana saja ia keluyuran sampai terlambat pulang….. Sang anak menjawab kalau dia terlambat pulang karena menolong temannya yang sepedanya rusak akibat terjatuh.
“Tapi kamu kan nggak tahu memperbaiki sepeda, lalu buat apa menunggu di sana?,” ujar ibunya.
“Aku tahu, Bu,” si anak menjawab. “Aku hanya menemaninya menangis sih….”

Moral Cerita :
Tidak banyak memang dari kita yang tahu apa-apa tentang memperbaiki sepeda. Dan ketika teman-teman kita terjatuh dan terhempas, bukan sepedanya yang rusak tetapi hidup mereka, tidak seorang pun dari kita tahu benar bagaimana mengatasinya. Kita memang tidak mampu “memperbaiki” kehidupan seseorang, sekalipun itu adalah sesuatu hal yang paling ingin kita lakukan. Tetapi seperti si gadis cilik tadi, kita bisa sejenak menemani mereka menangis. Itu hal terbaik yang bisa kita lakukan. Dan itu sudah cukup!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar