Jumat, 28 Agustus 2009

The Wisdom of Humor - 3

Nenek dan Kacang Mede
Ibu Mira sebagai penduduk baru di komplek rumahnya, datang ke rumah tetangga sebelahnya yang dihuni oleh satu orang nenek-nenek.
Ibu Mira : Nek, kenalin nek, saya tetangga baru nenek, nama saya Mira.
Nenek : Oh, silakan duduk...silahkan duduk.
Pas lagi ngobrol, di meja ada setoples kacang mede.
Ibu Mira : Wah nek, boleh yah saya cicipi kacang medenya .
Nenek : oh.. yah.. yah..., boleh...boleh....boleh.
Saking enaknya kacang mede tersebut, sampai habis satu toples.
Ibu Mira : wah, maaf nek, kacang medenya sampai habis nih...
Nenek : Oh, nggak apa-apa koq, nenek juga nggak bisa makan, maklum gigi nenek udah nggak kuat, Nenek kan sering dikirimin sama cucu nenek coklat silver queen, nenek hanya mampu jilatin coklatnya aja, dan kacang medenya yah itu.......
Ibu Mira (dalam hati) : iiihhh...sialaaaaaan...???!!!!!!!!!

Moral Cerita :
Dalam segala hal kita perlu cermat dan hati-hati. Karena bila tidak cermat, akhirnya kita sendiri yang harus menanggung resikonya.

Salah Ucap
Sumber : The Wisdom of Humor
Tn. Wang yang bisnisnya gagal, ditambah dengan investasi tidak menghasilkan, dengan utang yang menumpuk berpikir bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan masalahnya adalah ─ terjun dari gedung bunuh diri.
Polisi yang naik ke atas membujuknya,”Tn. Wang, kamu harus memikirkan sepasang anakmu yang pintar dan manis.”
Setelah berpikir Tn. Wang merasa ‘benar juga’, oleh karena itu dia mundur selangkah. Polisi kemudian berkata lagi,”Dan lagi, kamu tega meninggalkan kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidikmu selama 30 tahun?” Tn. Wang berpikir-pikir lagi dan merasa ‘benar juga’, oleh karena itu ia mundur lagi selangkah.
Justru pada saat itu polisi tanpa berpikir berkata, “Istri yang pengertian dan telah menikah denganmu 5 tahun, sedang menanti kepulangan Anda.”
Setelah perkataan itu, Tn.Wang tanpa berpikir panjang, dengan kecepatan bagaikan kilat, langsung terjun ke bawah.

Moral Cerita :
Terpanggil menyelamatkan seseorang apalagi menyangkut keselamatan jiwanya, merupakan wujud cinta kasih, namun di sisi lain juga dibutuhkan kearifan. Dengan berpadunya kearifan dan cinta kasih, maka akan sukses sempurna melakukan hal apapun juga.

Cemburu Buta
Ada seorang wanita yang berumur 40 menjelang 50, karena sudah tidak muda lagi sampai-sampai membuat dia tidak percaya diri lagi. Mengingat Li Hui yang sudah menikah selama 20 tahun, menyebabkannya tiap hari mencurigai suaminya mempunyai simpanan. Akhir-akhir ini, setelah suaminya pulang kerja, dia langsung memeriksa mobil suaminya, apakah ada tanda-tanda bekas peninggalan wanita lain.
Pada hari pertama, dia menemukan sehelai rambut hitam yang lembut. Dia dengan marah berkata kepada suaminya,”Saya sudah tau kamu tidak mencintai saya lagi, hari ini kamu pasti bersama-sama dengan seorang wanita muda.”
“Istriku, kamu terlalu mudah curiga.” suaminya menjelaskan dengan pasrah.
Pada hari kedua, dia menemukan sehelai rambut putih keriting. Dia dengan lebih emosi berkata terhadap suaminya,”Kamu sengaja membuatku marah, kamu mencari seorang wanita tua yang penuh dengan rambut putih.”
“Istriku, ini adalah hal yang mustahil. Kamu jangan salah paham.” suaminya segera menjelaskan.
Pada hari ketiga, Li Hui marah sampai minta cerai. Suaminya dengan bingung bertanya,”Hari ini kamu tidak menemukan sehelai rambutpun, mengapa malah lebih marah?”
Istrinya menjawab,”Saya sungguh tidak percaya, kamu ternyata begitu rendahnya sampai-sampai mencari seorang wanita botak.”

Moral Cerita :
Kadang kita tidak pernah menyadari kebiasaan maupun kepribadian kita yang tidak baik akan menimbulkan hubungan yang tidak baik dengan orang lain di sekeliling kita. Seperti cerita di atas, sebenarnya si istri yang terlalu dibawa perasaan curiganya sendiri akhirnya ingin bercerai dengan suaminya hanya karena sehelai rambut di dalam mobil. Ketika kita membaca cerita ini kita merasa sangat lucu melihat tingkah si istri terhadap suaminya, tetapi apakah kita juga menyadari kita pun sering bertingkah laku seperti itu.
Masalah kecil yang timbul kadang hanya karena sebuah perasaan curiga, iri, cemburu dan serakah akan menghancurkan suatu hubungan baik kita dengan orang-orang sekeliling kita.
Bahkan kadang hanya karena kesalah pahaman kita menyalahkan orang lain tanpa alasan. Pernahkah kita seperti itu, pikirkan sendiri!!! Ketika semuanya berlalu akhirnya yang diperoleh adalah sebuah penyesalan mengapa saya bertingkah laku bodoh seperti itu. Untuk itu maafkanlah setiap orang yang melakukan kesalahan kepada kita karena secara sengaja maupun tidak sengaja kita pun sering melukai dan berbuat kesalahan terhadap orang lain. Bukankah seperti itu???

Si Gemuk
Ada seorang ibu sering berkata sambil mencemooh terhadap anak perempuannya.
Yang paling tidak dia senangi adalah tubuh anaknya yang gemuk. Dia sering berkata kepada anaknya,”Gemuk begitu, siapa yang mau denganmu?”
Suatu hari anaknya sudah tidak tahan terhadap ejekan mamanya dan berkata mamanya,”Mama kalau ngomong begitu lagi, saya…, saya akan terjun ke laut!”
Mamanya membalas,” Tidak tahu diri kamu, begitu kamu terjun maka airnya akan naik sehingga orang lain bisa mendarat.”
Anaknya setelah mendengar begitu malah tambah marah,”Kalau begitu saya bunuh diri saja, lalu membakar diri sampai menjadi abu, biar mama tidak bisa kenali.”
Mama lalu menyahut,”Bagaimana mungkin saya tidak bisa mengenalimu? Tumpukan abu yang paling banyak itu pasti kamu.”

Moral Cerita :
Menganggap penting kata-kata yang dilontarkan orang lain terhadap kita hanya akan merugikan diri sendiri.
Buat apa ambil pusing dengan semua kata-kata tidak menyenangkan itu, meskipun memang menyakitkan tetapi disinilah kita memiliki banyak kesempatan belajar untuk mencerna kata-kata itu untuk mengembangkan kearifan kita. Berpikir positif dapat membantu kita dalam mengatasi masalah dalam hidup kita, maka kita pun terbebas dari beban yang tidak perlu.

Cantik … Cantik …!
Sumber : The Wisdom of Humor
Ada seorang nyonya yang kurang percaya diri, setiap hari ia akan memakai semua perhiasan di tubuhnya - bagaikan pohon natal saja . Dan ia selalu bertanya kepada suaminya, “Bagaimana dengan penampilanku hari ini, cantik nggak?”
Dengan tidak sabar suaminya menjawab, “Cantik …., cantik …!”
Pada suatu hari ia bertanya lagi kepada suaminya, “Kalau hari ini, cantik nggak? Sempurna nggak cantik saya? Bisa dapat nilai 10 nggak?”
Suaminya menjawab, “Kecantikanmu masih kurang sempurna, paling cuma dapat nilai 8.”
Dengan geram si istri berkata, “Di manaku yang kurang cantik, ayo coba katakan.”
Dengan jujur suaminya berkata, “Kamu sama sekali tidak memiliki kecantikan hati dan kecantikan wajah.”

Moral Cerita :
Kecantikan seseorang bukan dinilai dari segala asesoris yang dimilikinya, juga bukan dinilai dari wajahnya. Kecantikan yang sejati adalah kecantikan dan keindahan hati dan pribadi seseorang. Sekalipun wajahnya biasa-biasa saja namun memiliki hati dan pribadi yang indah, maka akan menunjukkan sikap dan perilaku yang indah dan mulia. Karena itu kita mau memilih yang mana cantik hanya di penampilan atau cantik di hati?

Parasut
Sumber : The Wisdom of Humor
Di sebuah pesawat penumpang, tiba-tiba terjadi kecelakaan di udara, pilot dengan panik mengumumkan kepada para penumpang, “Dalam waktu 5 menit pesawat akan menghentikan mesinnya, namun yang disayangkan, di atas pesawat kita berjumlah 5 orang, sedangkan parasut hanya ada 4 saja.”
Setelah selesai menyampaikan pengumuman, pilot ini langsung mengambil parasut pertama untuk menyelamatkan diri.
Penumpang pertama adalah seorang pengacara, maka pengacara ini langsung berbicara, ”Selama 20 tahun saya bersusah payah kuliah dengan kondisi keuangan yang sulit, akhirnya saya berhasil mendapatkan lisensi sebagai seorang pengacara. Karena itu saya harus pulang dalam keadaan selamat.” Selesai berbicara, pengacara langsung mengambil parasut kedua lari menyelamatkan diri.
Penumpang kedua adalah seorang pedagang, dia pun berkata, ”Masih banyak bisnis besar menungguku, karena itu saya jalan duluan.” Sama halnya dengan penumpang pertama, pedagang ini mengambil parasut ketiga dan menyelamatkan diri.
Akhirnya di atas pesawat tersisa seorang kakek tua dan seorang siswa. Kakek tua ini berkata kepada siswa ini, “Adik kecil, kakek sudah tua, tidak bisa berbuat banyak lagi untuk masyarakat, sedangkan usia kamu masih panjang, punya masa depan yang gemilang, karena itu, parasut terakhir kuberikan kepadamu saja.”
Siswa ini langsung berkata, “Kakek tua, tak perlu khawatir, kita dapat menyelamatkan diri bersama-sama, karena masih ada 2 parasut!”
Dengan wajah penuh kebingungan kakek tua ini berkata, “Jelas-jelas parasutnya sisa satu, kok bisa sisa dua???”
Siswa ini menjawab, “Tadi paman pengacara itu karena begitu tergesa-gesa, dia salah ambil, bukannya parasut, tapi tas sekolah saya.”

Moral Cerita :
Sebagai seorang manusia kita tidak boleh egois, dalam keadaan apa pun kita selalu belajar berpikir demi kebaikan orang lain. Saat diri egois, maka diri sendiri tak akan mendapatkan faedahnya. Bisa berpikir demi orang lain, maka diri sendiri akan mendapatkan berkah.

Orang Kaya vs Orang Miskin
Seorang pria , perlente , perut buncit , pakai jas , dan berkesan kaya raya. Mungkin mirip mirip bos-2 konglomerat ( teman-2 bisa membayangkan siapa ya ?) berjalan keluar dari gedung BNI 46 thamrin - yang katanya nyaris kebanjiran ya ? Pas di depan gedung , ada seorang pengemis , seumuran si pria, kurus kering, muka layu , pakaian compang camping dan penuh debu ( kalau yang ini bisa dibayangkan seperti ... bayangkan sendiri aja si pengemis begitu lihat si pria segera berkata
"Tuan kasihanin saya, minta uang 20 ribu dong " Si pria kaya berhenti , dipandangnya si pengemis sejenak lalu bertanya "Kalau saya beri 20.000 , kamu tidak akan pakai untuk minum-minum kan? "
Pengemis: " Oh tidak tuan , saya tidak suka minuman keras "
Si pria: " Juga tidak akan pakai buat berjudi ?? "
Pengemis: " Tentu tidak tuan , saya tidak suka berjudi "
Si pria: " Juga tidak di pakai main perempuan ?? "
Pengemis: " Tidak tidak , seumur umur saya nggak pernah suka main perempuan"
Pria kaya itu pikir pikir sebentar lalu berkata lagi " Gini aja , kamu ikut saya pulang , saya kenalkan sama istri saya, setelah itu kamu saya kasih 2.000.000"
si pengemis menjawab " Lho koq , buat apa tuan ? "
"Saya mau kasih lihat istri saya , kalau seorang laki laki tdk suka minum-minum , tidak suka berjudi , dan tidak suka main perempuan, hasilnya seperti kamu ini " jawab si pria kalem.

Moral Cerita :
Seseorang yang mempertahankan moralnya bisa menjadi seperti pengemis. Meski dia miskin di dunia ini tapi belum tentu dia miskin di sisi Laomu. Jadi selalulah tingkatkan moral kita demi masa depan yang cerah.

Anda juga Jamur ya?????????
Sumber : The Wisdom of Humor
Di sebuah rumah sakit jiwa, ada seorang nenek tua yang setiap hari berpakaian hitam sambil memegang sebuah payung hitam yang terbuka, lalu jongkok di depan rumah sakit jiwa.
Kemudian sang dokter berpikir, untuk menyembuhkan pasiennya, maka harus memahami pasiennya terlebih dahulu. Oleh karena itu, pada suatu hari, sang dokter juga berpakaian hitam sambil memegang sebuah payung hitam yang terbuka dan bersama-sama jongkok dengan nenek tua itu cukup lama.
Akhirnya nenek tua itu bersuara dan berkata kepada dokter: “Numpang nanya, ……apakah Anda juga jamur???????
Dokter: ????????

Moral Cerita :
Kadang kala kita punya keinginan untuk membantu orang lain, namun bantuan kita ternyata ditafsir lain oleh orang lain. Sekalipun demikian, kita tidak tidak perlu kecewa, asalkan kita mempunyai niat yang baik, teruslah berpacu. Karena itu, jangan takut untuk berbuat baik.

Sudah Tua
Tiga nenek yang sudah jompo sedang berdiskusi tentang masa tua mereka. Nenek pertama berkata, "Kadang-kadang saat sedang berdiri di depan kulkas dan memegang sebotol selai aku tidak dapat ingat apakah aku sedang mengembalikan selai itu ke dalam kulkas atau aku akan mengambilnya untuk mengolesi roti."
Nenek kedua tidak mau ketinggalan, "Wah, aku bahkan lebih parah lagi.
Kalau aku sedang berada di tengah tangga, aku jadi bingung apakah aku akan naik atau akan turun."
"Kalau begitu aku paling beruntung, soalnya aku belum pernah mengalami hal-hal seperti itu," kata nenek ketiga dengan bangganya sambil mengetuk-ngetukkan tangannya ke meja. Begitu mendengar suara ketukan tangannya di meja, tiba-tiba nenek ketiga ini berdiri dan berkata, "Eh, ada yang mengetuk pintu ... aku saja deh yang buka pintunya."

Moral Cerita :
Kita tidak pernah mau kalah dari orang lain, karena kita selalu merasa diri kita lebih baik dari orang lain.

Botak
Sumber : The Wisdom of Humor
Dalam suatu pesta perayaan, seorang kepala sersan tidak hati-hati menuangkan arak merah di atas kepala seorang jenderal yang kepalanya botak. Setelah itu kepala sersan ini kaget setengah mati, tetapi ia melihat jenderal ini hanya memegang-megang kepalanya. Kemudian sang jenderal tersenyum kepada kepala sersan ini dan berkata,”Saya sudah mencoba berbagai obat penyubur rambut, apa kamu pikir arak ini bisa menyembuhkan botak saya?”

Moral Cerita :
Bila kita memiliki kekurangan, maka sampaikanlah pada diri sendiri sebuah pandangan yang positif sehingga kita tidak menjadi minder dengan keadaan kita. Sebagai contoh orang yang botak juga ada kebaikannya, karena kepalanya botak, maka dialah orang pertama yang akan merasakan air hujan, selain itu, dia bisa hemat 3 kali pakai shampoo dibandingkan orang biasa.

Kucing Modern
Sumber : The Wisdom of Humor
Suatu hari seekor tikus dikejar oleh kucing, karena itu si tikus segera bersembunyi di dalam lubang. Setelah menunggu cukup lama, tiba-tiba dari luar terdengar suara gonggongan anjing. Mendengar itu si tikus berpikir pasti kucingnya sudah lari, karena kucing paling takut sama anjing. Akhirnya si tikus keluar dari lubang dan hap … segera ditangkap oleh kucing.
Kemudian si tikus mengangkatkan kepala melihat ke kiri dan ke kanan, mencari asal suara gonggongan anjing tadi. Melihat itu, kucing berkata kepada tikus: “Kus, tak usah cari. Sebagai kucing modern, kalau tidak menguasai dua bahasa, maka susah untuk hidup dong.
Moral Cerita :
Sebagai manusia modern, kita harus bisa berbahasa yang bijaksana dan bahasa humor agar dapat hidup beradaptasi dengan orang lain.

Ditungguin ....
Pada suatu hari, ada 3 ekor kura-kura piknik bersama. Kura-kura pertama membawa makanan, kura-kura kedua membawa minuman, sedangkan kura-kura ketiga tidak membawa apa-apa. Di dalam perjalanan tiba-tiba turun hujan deras, sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan. Kemudian timbul percakapan......
Kura-kura I : "Waduhh..... salah seorang dari kita harus kembali untuk ambil payung. Siapa nih yang pergi?"
Kura-kura II dan I saling pandang, dan sepakat menuding kura-kura III.
Kura-kura III : "Nggak mau. Saya jalannya lamban dan kembalinya pasti terlambat. Nanti makanannnya keburu kalian habisin."
Kura-kura I & II:"Nggak. Kamu pasti kita tungguin."
Kura-kura III : "Pasti ??? Kalau saya perginya 1 jam?"
Kura-kura I & II:"Pasti ditungguin."
Kura-kura III : "Kalau 3 jam ??"
Kura-kura I & II:"Pasti ditungguin"
Kura-kura III : "Kalau 1 hari ?? "
Kura-kura I & II:"Ditungguin."
Kura-kura III : "3 hari ??? "
Kura-kura I & II:"Ditungguin." Kura-Kura III : "4 hari ??? "
Kura-kura I & II:"Pasti di tunggu."
Kura-kura III : "1 minggu? "
Kura I & II : "Pasti ditunggu."
Kura-Kura III : "2 minggu?"
Kura-kura I & II:"Pasti ditunggu !!!!!!! Pokoknya kamu berangkat saja."
Dengan berat hati, akhirnya kura-kura III berangkat.
Kura-kura I & II menunggu dengan setia. Sehari, dua hari dan seminggu telah berlalu. Kura-kura III belum juga kembali. Setelah dua minggu berlalu, kura-kura I & II sudah tidak kuat menahan lapar.
Kura-kura I : "Saya sudah tidak tahan lapar. Kita makan, yukkk..."
Kura-Kura II : "Saya juga sudah hampir pingsan. Kita makan dulu yukk.."
Tiba-tiba kura-kura III muncul dari semak-semak dan berseru: "Hei !, Untung saya belum berangkat karena saya tahu kalian akan menghabisi makanannya."

Moral Cerita :
Dalam hidup ini sikap saling mempercayai sangatlah dibutuhkan. Kalaulah sudah membuat sebuah komitmen, maka kedua belah pihak harus mengindahkan komitmen yang telah dibuat.

PINTU
"Dok, belakangan ini saya sering bermimpi, mimpi ini membuat saya tersiksa.
Saya lari kencang sekali kearah pintu. Lalu saya mendorongnya dengan sekuat tenaga tetapi pintu itu tidak mau terbuka."
"Apakah pintu itu terkunci?"kata Dokter.
"Tidak"jawab si pasien.
" Atau pintu sebuah Benteng?"kata Dokternya.
" Tidak." jawab si pasien lagi.
" Pintu Otomatis barangkali ? ", kata Dokternya dengan semakin penasaran.
" Bukan, Dok, pintu itu biasa-biasa saja, cuma ada tulisannya. "
" Tulisan apa ? " tanya Dokter dengan keheranannya.
" Tarik "

Moral Cerita :
Kita seorang siswa Ketuhanan telah mendapatkan banyak bimbingan dan dharma Buddha Maitreya. Tetapi masih juga sembarangan menabrak keluar dari dharma sejati. Mari kita berpaling kembali, menjalankan ajaran Buddha Maitreya yang penuh kasih. Karena hanya Buddha Maitreya-lah yang dapat menuntun kita keluar dari keterikatan duaniawi.

Romantis
Bernie diundang kawannya makan malam.
Morris, si tuan rumah, memanggil istrinya dengan kata - kata Sayang... Manis... Cintaku...Sayangku...Kasihku... dan sebangsanya. Bernie menatap Morris dan berkata,
"Romantis sekali, setelah bertahun - tahun menikah, kau tetap memanggil istrimu dengan kata - kata itu."
Morris mengangkat bahu dan berbisik, "Sebenarnya, aku lupa namanya sejak tiga tahun lalu."

Moral Cerita :
Waktu dapat membuat kita lupa, bahkan juga lupa pada nama orang yang hidup dekat dengan kita. Namun waktu tak mampu menghapus kasih sejati dalam hati kita. Memang hanya kasih yang abadi di dunia ini.

BUKU TANPA MAKNA
Yuni masuk ke sebuah perpustakaan dan berdiri di depan seorang pegawai perpustakaan tersebut sambil berkata, "Saya mau komplain!"
"Ada apa,Nona?"
Minggu lalu aku meminjam sebuah buku dari perpustakaan ini, dan buku tersebut sangat tidak bermutu!"
"Memangnya
kenapa,Nona?" "Hurufnya kecil-kecil, tidak ada spasi, tidak ada paragrafnya, Semuanya hanya huruf-huruf, tidak ada gambar menarik, dan yang paling menyedihkan, buku itu sama sekali tidak menceritakan apapun padahal ada banyak nama orang di dalamnya!"
Petugas perpustakaan itu langsung terbelalak dan berkata, "Aha .... Jadi Andalah orang yang membawa 'buku telepon" kami yang hilang minggu lalu!"

Moral Cerita :
Malu bertanya sesat dijalan. Demikianlah pepatah orang-orang.Seorang manusia hidup di dunia dan bisa menentukan tujuan hidup adalah dengan bertanya. Segala susuatu yang belum pernah kita ketahui ada baiknya kita tanyakan dulu kepada orang lain. Dengan demikian tujuan yang kita inginkan baru tidak akan salah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar